Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Solusi Menghentikan Segala Bentuk Penghinaan Terhadap Rasululloh

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
  • print Cetak

Oleh: Dahlena Pulungan
Pengajar, tinggal di Padangsidempuan

Penghinaan terhadap Nabi Muhammad kembali terjadi, beberapa waktu belakangan, dunia dihebohkan dengan penghinaan Nabi Muhammad di India.

Dikutip dari Detik.com, (12/6/2022) seorang politikus India melontarkan komentar yang kontroversional soal Nabi Muhammad. Akibatnya memicu kemarahan dari berbagai negara-negara muslim.

Mengutip CNBC yang melansir Sputnik News, juru bicara partai Bharatiya Janata Party (BJP), Napur Sharma menghina Nabi Muhammad. Dirangkum Detik.com, Senin (13/6/2022) kontoversi pejabat partai di India yang dinilai menghina Nabi Muhammad Saw terus bergulir. Sejumlah ummat islam turun ke jalan untuk memperotes komentar anti-islam yang dibuat oleh dua anggota partai  (BJP) Nupur Sharma dan Nveen Kumar Jindal.

Sejumlah negara di dunia sejak itu mengutuk komentarnya, yang juga memicu protes keras dari komunitas Muslim India di beberapa negara bagian, dan juga kecaman dari negera-negara Arab bahkan hingga muncul aksi boikot produksi negeri Bollywood tersebut.

Sejumlah media setempat melaporkan boikot produk-produk india “pusat perbelanjaan besar di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain menghapus produk India ,” cuit South Asia Index, mimggu (5/6/2022).

Tidak ketinggalan dari Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua politisi India itu, “pesan ini telah disampikan kepada duta besar India di Jakarta,” cuit akun twitter resmi Kemenlu dikutip CNBC Indonesia, Selasa(7/6/2022).

Namun kutukan, kecaman dan aksi keras ummat islam sepertinya tidak mampu menghentikan sikap dan perilaku biadab tersebut. Sebab, atas dalih kebebasan berpendapat penistaan agama ataupun terlukanya muslim nampaknya sangat bisa ditolerir oleh dunia  yang selama ini mensucikan nilai-nilai HAM, demokrasi dan toleransi. Semua nilai suci menjadi omong kosong saat dihubungkan dengan islam dan kehormatan ummat Muhammad saw. Maka tak heran jika penistaan terhadap Baginda Rasulullah saw masih terus berulang.

Padahal para fuqaha sepakat bahwa tindakan mencela Rasulullah saw merupakan bentuk kekufuran, bagi pelakunya ditetapkan hukuman mati, baik ia menyakini sebagai keharaman ataupun tidak, muslim ataupun kafir.

Imam Ibnu Taimiyah menukil beberapa pendapat para fuqaha dalam masalah ini, Imam Ahmad berkata : “Siapa saja yang mencela Rasulullah saw, ia harus dibunuh, sebab dengannya ia telah keluar dari islam”. Jika pelakukanya seorang muslim, jumhur fuqaha, al-malikiyah, asy-syafi’iyyah, al- hanabilah berpendapat bahwa taubat atau maaf mereka tidak diterima. Akan tetapi taubatnya bermanfaat kelak di akhirat di hadapan Allah SWT. Adapun jika pelakunya kafir dzimmy, maka perjanjian dengan mereka otomatis batal, pelakunya diberikan hukuman mati. Kecuali mereka masuk islam menurut pandangan sebagian fuqaha.

Namun dalam hal ini keputusan ada di tangan imam (Khalifah), apakah keislamannya diterima atau tetap diberlakukan hukuman mati, sebagai pelajaran bagi orang-orang kafir lainnya. Sementara kafir harby maka hukum asal muamalah dengan mereka adalah perang. Siapapun yang melecehkan Rasulullah SAW akan diperangi.

Namun, tentu penerapan hukuman mati atas penista agama tidak mungkin diwujudkan tanpa seorang khalifah atau pemimpin yang memiliki ketegasan, keberanian, serta taat kepada Allah SWT dalam hal penerapan hukum-hukum islam.

Khalifah adalah kepala negara dalam islam, khalifah lah yang akan menghentikan secara nyata semua penghinaan itu, melindungi kehormatan islam, dan menjaga aqidah ummatnya sebagaimana pernah ditunjukkan oleh khalifah Abdul Hamid II saat Prancis dan Inggris ingin mementaskan drama karya Volter yang menghina Nabi Muhammad Saw. Ketegasan sang kahalifah yang akan mengobarkan jihad melawan inggis itulah yang akhirnya menghentikan rencana jahat itu, sehingga kehormatan Nabi Muhammad Saw tetap terjaga.

Selain itu Khilafah yang menjadi perisai ummat yang akan menjamin penjagaan akidah bagi seluruh ummatnya, melalui jalur pendidikan dan media massa, seperti menjaga dan memelihara akidah islam dalam diri ummat islam, tidak bisa dipungkiri selalu ada upaya untuk menghilakangkan islam dari dalam diri seorang mukmin.

Penjagaan ini tidak akan memungkinkan munculnya orang-orang liberal yang merusak islam dari dalam. Khilafah akan menghentikan mereka sebelum mereka menyebarkan pemikiran rusak dan sesat mereka. Khilafah tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi pemikiran Barat yakni liberalisme, sekularisme, pluralisme dan kapitalisme berkembang di dunia pendidikan.

Alhasil penistaan terhadap islam, Al Qur’an, Nabi Muhammad Saw tidak akan muncul dalam negara khilafah. Khalifah secara langsung akan menyiapkan pasukan dan ummat untuk memberikan hukuman kepada kekuasaan dan negara yang melindungi penghina Nabi. Bukan seperti yang dilakukan para pemimpin negeri kaum muslimin yang hanya merasa cukup dengan hanya memberikan kecaman dan kutukan ketika Rasulullah saw dicaci dan dihina. Oleh karena itu tegaknya khilafah akan menghentikan segala bentuk penghinaan terhadap Rasulullah saw di muka bumi ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koridor Timur Terus Digenjot

    Koridor Timur Terus Digenjot

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Jalur Panyabungan-Pagur menjadi salah satu prioritas karena akan menjadi koridor timur bagi Mandailing Natal menuju kawasan Padang Lawas. Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bertetangga dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas), dua kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Koridor timur ini diproyeksi menjadi jalur ekonomi bagi dua kawasan itu. Oleh karenanya, peningkatan ruas […]

  • Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Juga Pemenang Tender RSU Panyabungan

    Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Juga Pemenang Tender RSU Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 17 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PT Betesda Mandiri yang saat ini mengerjakan pembangunan gedung Pasar Baru Panyabungan bisa dikata memperoleh durian runtuh di Mandailing Natal. Betapa tidak, selain bernasib mujur memproleh pekerjaan dalam pembangunan gedung Pasar Baru Panyabungan, perusahaan yang berkantor di Helvetia, Medan ini juga dikabarkan menjadi pemenang tender pembangunan gedung instlasi Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan. Nilai […]

  • Upaya Darul Mursyid Jadi Barometer Pesantren di Indonesia

    Upaya Darul Mursyid Jadi Barometer Pesantren di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga pengelola Pesantren Darul Mursyid, Jafar Syahbuddin Ritonga menyatakan keberhasilan Darul Mursyid meloloskan dua orang siswanya ke Olimpiade Sains Nasional adalah karena program pembinaan yang kontiniu. “Kita memang menargetkan anak-anak kita lolos ke tingkat nasional dan alhamdulillah tercapai sudah,” kata Jafar, Selasa (16/7/2013) “Selain program […]

  • Kerugian 44 Milyar Akibat Banjir Bandang

    Kerugian 44 Milyar Akibat Banjir Bandang

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Madina akhirnya melansir data total kerugian akibat banjir bandang Sungai Rantopuran di Kecamatan Panyabungan dan Sungai Sigaja Kecamatan Naga Juang yang terjadi pada Pebruari lalu. Kerugian mencapai 44 milyar rupiah. Kerusakan yang menyebabkan kerugian meliputi rumah-rumah warga yang rusak berat dan ringan, lahan-lahan pertanian, serta harta benda warga yang […]

  • Operta Ima Madina Pekanbaru Satukan Mahasiswa Perantau

    Operta Ima Madina Pekanbaru Satukan Mahasiswa Perantau

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Untuk menyatukan Mahasiswa / i yang berasal dari Mandailing Natal di Kota Pekanbaru, Ikatan Organisasi Mahasiswa Mandailing Natal (Ima Madina) Pekanbaru selenggarakan Orientasi dan Perkenalan Anggota Baru (OPERTA). Kegiatan yang berlangsung di  Kota Kampar, Provinsi Riau itu diikuti puluhan mahasiswa. Ketua Panitia pelaksana Operta Ilman Rahman Hasibuan menyampaikan puluhan Mahasiswa ikut […]

  • Hukum Menabung di Bank (1)

    Hukum Menabung di Bank (1)

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Menabung di bank telah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat modern. Guna meningkatkan kesejahteraannya, sebagian besar masyarakat telah memiliki kebiasaan untuk menabung di bank. Tabungan merupakan simpanan dana yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang telah disepakati. Lalu  apa hukumnya menabung di bank? Adakah  jenis tabungan yang dilarang oleh ajaran Islam? ‘’Kegiatan tabungan […]

expand_less