Seputar Madina

Sosok Brigjend TNI (Purn) H. M. Sofwat Nasution

HM Sofwat Nasution (kanan) dan Zubeir Lubis (kiri)

Hari ini Sabtu pagi (5/9/2020), pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina), H.M. Sofwat Nasution dan Ir. H. Zubeir Lubis (Sofwat-Beir) mendaftar di KPU Madina.

Siapa sebenarnya Brigjend TNI (Purn) H. M. Sofwat Nasution?

Ia adalah anak keempat dari pasangan Abdul Hamid Nasution (alm) dan Nur Azikin Siregar (almh).

Sofwat lahir di sebuah rumah bertingkat semi permanen tak jauh dari Masjid Raya Walqurra Walhuffaz, Panyabungan, Madina pada 1959.

Masa kecil hingga tamat SMA Negeri 1 Panyabungan (1979) dihabiskan di Panyabungan.

Ketika itu di seputaran Masjid Walqurra Walhuffaz terdapat sejumlah tempat mengaji. Ia pun rajin menimba ilmu agama di tempat-tempat mengaji tersebut.

Setiap sore pulang sekolah umum, Sofwat belajar di madrasah. Usai salat magrib, dilanjutkan belajar mengaji sampai beberapa kali tamat Al-Qur’an. Hingga saat ini, di kalangan prajurit ia dikenal sosok  jenderal relegius.

Sofwat menikah dengan Irdina Salwa Lubis, SE., cucu dari Syech M. Dja’far Nasution dari Panyabungan II, Panyabungan. Sofwat, yang semasa kecil biasa disapa Adek merupakan salah seorang cucu pemilik toko Rising Hope. Nama toko ini begitu terkenal sejak awal kemerdekaan hingga 1990-an.

Dari buah cinta Sofwat dan Irdina lahir dua putri: Naulia Fadilah Nasution, S.Kom. dan Nadhifa Firyal Nasution. Nadhifa merupakan Deakin University Merbourne, Australia.

Sofwat lebih banyak hidup merantau. Sebagai prajurit, ia berpindah-pindah tempat tugas, antara lain: Jakarta, Bandung, Loukseumawe (Aceh), Pekanbaru, Bengkulu, Singkawang (Kalbar), Ambon, Poso, dan Timor Leste.

“Sudah keliling Indonesia. Dari daerah aman, sampai daerah  konflik,” kata Sofwat pada suatu kesempatan.

Sofwat pensiunan berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjend). Terakhir ia menjabat Deputi BIN dan DAL (Pembinaan dan Pengendalian) Persandian Lemsaneg (Lembaga Sandi Negara)—sekarang Badan Cyber dan Sandi Negara (BSSN).

Berdinas di tempat ini memberi pengalaman bagi ayah dua putri tersebut bertugas di sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Pak Nasution, begitu ia biasa disapa di lingkungan prajurit, adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1985. Rekannya satu angkatan antara lain: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Irwansyah dan Komandan Paspampres Mayjend TNI Maruli Simanjutak.

Sofwat ikut pendidikan Seskoad Bandung (1998). Seskoad adalah pendidikan tertinggi bagi TNI-AD. Ia juga telah melewati Sesko TNI pada 2008, yang merupakan pendidikan tertinggi di TNI.

Pada tahun 2013 Sofwat pendidikan Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional). Di sinilah bertemu militer dan sipil menimba pendidikan wawasan, baik secara nasional maupun internasional.

Selama dinas di militer, Sofwat meraih sejumlah penghargaan, antara lain dari Presiden RI berupa Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Prestasi, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, dan Bintang Yudha Darma.

Sofwat dididik dan ditempa jadi seorang pemimpin atau komandan secara berjenjang. Mulai dari Dan Ton, Dan Ki, Dan Yon serta Dan Grup.

Selain itu, pemimpin di staf, berdinas di intelijen dan berdinas di kewilayahan dengan menjabat Komandan Kodim serta Komandan Korem.

Sebelumnya, Sofwat bertugas di satuan tempur Kopassus sekitar 22 tahun dan di Kostrad sebagai pasukan tempur terbesar di TNI AD.

Karena pernah menjabat komandan Kodim dan komandan Korem, ia pun berpengalaman sebagai anggota Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah).

Di bidang sosial, Sofwat tercatat sebagai wakil ketua I DPP Ikanas (Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Nasution) dan ketua umum DPP Pasmada (Dewan Pimpinan Pusat Parsadaan Alumni SMA Negeri Sada) Panyabungan.

Sofwat juga tercatat sebagai salah satu anggota dan pelaku bersama pendiri Koperasi Mitra Manindo (KMM). Saat ini, koperasi ini memiliki sekitar 4.000 anggota tersebar di sejumlah kecamatan di Madina.

Dengan slogan “Merajut asa mewujudkan Madina yang madani”, dan mengusung visi-misi: cerdas, relegius dan sejahtera Sofwat siap mengabdi bagi dearah kelahiran di sisa umurnya.

“Saya salut pada adek, seorang jenderal bintang satu mau jadi calon bupati Madina,” kata Mayjend TNI (Purn) M. Syafei Nasution, mertua Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, kepada Sofwat ketika baru-baru ini mereka bersilaturrahmi.

”Saya hendak mengabdi ke tanah kelahiran saya bang.”

“Saya bangga pada niat tulusmu. Bangunlah kampung kita. Saya sudah dengar harapan-harapan masyarakat Madina padamu. Saya dan keluarga bagian dari orang yang ikut mendoakan dan mendukung kesuksesanmu,” ujarnya.

Sumber : Beritahuta
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.