Home / Berita Nasional / Sumut masih akan krisis listrik

Sumut masih akan krisis listrik

JAKARTA  –  Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin oleh  Menteri ESDM selaku Ketua Harian  DEN, Sudirman Said hari menggelar sidang ke-13 yang  berlangsung di Kementerian ESDM, Jakarta.

Sidang anggota DEN dengan agenda membahas isu-isu strategis dibidang energi dan pembahasan penetapan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisis tenaga listrik.

Dalam sambutannya Sudirman Said menyorot  kondisi kelistrikan nasional. Dikatakan, bahwa PT PLN sudah memiliki rencana pembangunan pembangkit untuk menyediakan listrik dan mencegah terjadinya defisit listrik.

Tentunya sudah dapat dilihat peta kebutuhan pembangkit mana yang membutuhkan gas, dan pembangkit mana yang membutuhkan batubara, terkait gas Pertamina diharapkan dapat memasok gas ke pembangkit PLN tersebut.

Menteri ESDM berharap Ke depan  tidak ingin lagi ada BUMN seperti PT PLN (Persero) mendapatkan pasokan gas dari trader, BUMN energi harus saling mendukung, agar pasokan listrik dapat berjalan normal. Untuk itu, ada perbaikan hubungan antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PLN, dan Pertamina.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan dari 22 sistem kelistrikan besar di Indonesia, saat ini ada 9 sistem defisit.

"Ini harus dipercepat penanggulangannya, ada dua program jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek akan ada sewa-sewa pembangkit," jelas Jarman.

Ke-9 daerah tersebut akan mengalami kembali  terjadi lagi  krisis listrik.  Kesembilan wilayah itu antara lain Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat.

Jarman, mengatakan krisis listrik terjadi akibat lebih banyaknya kebutuhan listrik dibandingkan pasokan yang ada di sembilan wilayah tersebut.

"Ada beberapa daerah krisis karena bermasalah di transmisi dan ada juga yang terkait pembebasan lahan," ujar Jarman, usai rapat bersama Dewan Energi nasional (DEN), di Kementerian ESDM, Jakarta, hari ini.

Oleh karena itu, Jarman menilai harus mempercepat penanggulangan krisis listrik ini. "Komite akan memediasi kekurangan listrik. Kami sudah ada program jangka pendek dan panjang untuk mengatasi defisit itu," terang Jarman.

Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah adalah menyewa pembangkit listrik bertenaga gas untuk menghasilkan listrik. "Sewa PLTG, pambangkit yang pakai pasokan gas, anggaran sewa nanti dihitung secara total lalu dimasukkan ke dalam perhitungan tarif," ujarnya.

Dirut PLN, Nur Pamudji mengatakan kekurangan listrik dapat diatasi dengan menyewa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"Di Sulut dan Kalbar tidak ada gas di sana. Kalau enggak ada gas ditutup dengan sewa diesel. Kapasitas terbesar ada di Sulut 100 megawatt (MW)," pungkas Nur Pamudji.

Menurut dia, sewa pembangkit itu bisa mempercepat mengatasi krisis listrik, namun penggunaannya harus sesuai kuota BBM PLN.

Dia mencontohkan, Sumatera Utara pembangkitnya sudah dapat pasokan gas sebanyak 140 juta kaki kubik, yang dapat menghemat pemakaian BBM 2 juta KL per tahun.(wasp)

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: