Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Swansea Depak MU dari Piala FA

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
  • print Cetak

MANCHESTER – Tuan rumah Manchester United (MU) di depak keluar dari Piala FA setelah mengalami kekalahan 1-2 dari Swansea City. Tragisnya lagi kekalahan ini sekaligus menjadi kekalahan kelima dan kekalahan kedua secara beruntun MU di kandang sendiri.

 
Setelah bermain imbang 1-1 di babak Pertama, MU justru melanjutkan laga dengan bermain seperti kehilangan tenaga. Serangan yang mereka bangun selalu terhenti sebelum memasuki kotak penalti lawan. Tidak terlihat kerjasama yang baik antar pemain MU.  Serangan yang mereka bangun lagi-lagi hanya bergantung pada sayap. Namun umpan silang yang mereka lepas ke depan gawang juga dengan mudah diantisipasi oleh pemain belakang Swansea.
 
Begitu juga dengan Swansea. Mencoba melepaskan diri dari tekanan MU, Swansea juga seperti kehilangan ciri khas permainan mereka. Tidak terlihat penguasaan bola dan umpan bola pendek yang cepat.  Permainan tanpa kreativitas yang di tampilkan kedua tim membuat permainan berjalan monoton. 
 
Bencana MU akhirnya terjadi sejak memasuki menit ke 80.  MU harus bermain 10 orang.  Fabio yang baru bermain sekitar 5 menit menggantikan Ferdinand melakukan pelanggaran keras terhadap Jose Canas. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah untuk Fabio Da Silva. 
 
Unggul jumlah pemain membuat Swansea memaksimalkannya. Pelatih Swansea memasukkan satu stiker lagi Alvaro untuk meningkatkan serangan. Hasilnya Bony  berhasil menjebol gawang Lindegaard di menit ke 89. Gol yang akhirnya mendepak keluar MU dari Piala FA.
 
Permainan tidak memuaskan MU sudah terlihat sejak babak pertama. Menjamu Swansea, MU justru dibuat terkejut dengan gol yang dibuat Wayne Routledge di menit ke 12. Di saat asyik melakukan serangan, pemain Swansea Pozuelo mampu membuat umpan terobosan cantik ke Routledge. Nama terakhir berlari kencang melewati Smailing dan akhirnya menaklukkan kiper MU dengan mencungkil bola melewati kepala kiper MU. 
 
Ketinggalan gol, MU meningkatkan tekanan ke pertahanan Swansea. Hingga akhirnya bek sayap MU Buttner melepaskan umpan ke depan gawang Swansea. Chicharito berlari cepat untuk menyambut bola. Gol penyeimbang akhirnya tercipta berkat usaha Chicharito ini.
 
Usai terciptanya gol penyeimbang, MU terus melakukan tekanan ke gawang Swansea. Sejumlah peluang tercipta melalui Valencia, Buttner maupun Chicharito. Sayang tidak ada gol tambahan yang dictakan kedua tim. Babak pertama pun masih berakhir imbang 1-1. 
 
Di babak kedua, permainan MU semakin mengecewakan. Bermain tanpa kreativitas MU hanya bisa menekan tapi minim peluang menciptakan gol. Hingga akhirnya Fabio melakukan kecerobohan fatal, yang membuatnya diusir dari lapangan. 
 
Sejak itulah tanda-tanda kekalahan MU semakin terlihat. Tekanan yang dibuat Swansea merepotkan lini pertahanan mereka, yang tidak dijaga seorang bek asli. Darrent Fletcher yang aslinya gelandang bertahan dipaksa untuk menjadi bek tengah. Dia akhirnya gagal menjaga Bony, yang sukses menjebol gawang MU di menit terakhir.(rmol)
  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • OKI Madina kutuk bom bunuh diri di Cirebon

    OKI Madina kutuk bom bunuh diri di Cirebon

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Mantan Presidium Organisasi Kepemudaan (OKI) Madina Saparuddin Haji alias Akong mengutuk keras pelaku bom bunuh diri di Masjid Mapolres Cirebon, Jawa Barat saat berlangsungya shalat Jumat. Hal itu disampaikannya, Jumat (15/4) di Panyabungan. Katanya, pemboman masjid merupakan bentuk lain ancaman terhadap ummat Islam di Indonesia. Ia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengerahkan seluruh […]

  • Dirjen EBTKE : SMGP Harus Dukung Pemkab Madina Bangun Daerah

    Dirjen EBTKE : SMGP Harus Dukung Pemkab Madina Bangun Daerah

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengimbau PT Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP) bekerjasama dengan Pemkab Madina membangun daerah. Terutama mendukung perekonomian desa-desa sekitar wilayah kerja SMGP. SMGP adalah perusahaan panas bumi yang memiliki Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) di Desa Sibanggor Tonga dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Madailing Natal (Madina), […]

  • 13 Pemda di Sumut Rekrut CPNS 2013

    13 Pemda di Sumut Rekrut CPNS 2013

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Persaingan merebut kursi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur pelamar umum di wilayah Sumut bakal makin ketat. Pasalnya, hanya Pemprov Sumut dan 12 pemkab/pemko saja yang mendapat jatah kursi CPNS baru yang pelaksanaan tesnya dilakukan September mendatang. Duabelas pemda itu adalah Kabupaten Batubara, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, […]

  • Pemkab Dituntut Tempatkan Guru di Sinunukan dan Batahan

    Pemkab Dituntut Tempatkan Guru di Sinunukan dan Batahan

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Natal dan Batang Natal (DPP Ima Nabana) menggelar seminar tentang perkembangan daerah Nabana pasca 11 tahun mekarnya Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Dalam seminar yang dilakukan di Kecamatan Sinunukan, Minggu (5/12), ini disebutkan, Pemkab dituntut untuk menempatkan guru di Kecamatan Sinunukan dan Batahan, agar kualitas […]

  • Unlearning Loss Education

    Unlearning Loss Education

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah S.Pd Guru dan Pegiat Literasi   Polemik learning loss dalam sistem pendidikan negeri ini makin parah. Sudah sebelas bulan pelaksanaan pendidikan melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) hanya menghasilkan masalah baru. Learning loss education seharusnya sudah bisa diprediksi. Kebijakan pemerintah membuat kurikulum  darurat di era pandemi   pun tidak banyak menolong. Para orang tua […]

  • ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    ISU GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA (2-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh :  Moechtar Nasution Wakil Direktur GEREP Institute   Bila kearifan lokal ini dapat dilembagakan, maka akan sangat efektif sebagai upaya untuk penanggulangan resiko bencana karena langsung tersentuh pada sendi – sendi kehidupan bermasyarakat, terutama ketika menjadi syair yang dinyanyikan oleh ibu – ibu saat menidurkan anaknya akan sangat melekat dalam jiwa mereka sampai dewasa. […]

expand_less