Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
  • print Cetak

Askolani Nasution

Askolani Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pakar budaya Mandailing, Askolani Nasution menyatakan saat ini tak cukup 2 persen penduduk Mandailing Natal (Madina) yang menguasai aksara Tulak-Tulak.

Hal itu diakibatkan aksara ini tak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Ini adalah sebuah kecemasan  dan memerlukan upaya dari semua pihak mengatasinya.

Itu diungkap Askolani ketika menjadi narasumber di acara Konsolidasi Sosialisai Organisasi Pengembangan dan Pelestarian Adat dan Budaya se-Kabupaten Mandailing Natal di aula Hotel Abara, Panyabungan, Senin (24/10).

Selain itu, bahasa Mandailing asli juga kian pudar di dalam masyarakat pemiliknya yakni etnis Mandailing sendiri. Ini sangat ironis, sebab di Universitas Hawai, Amerika Serikat justru Bahasa Mandailing menjadi salah satu mata kuliah, di Mandailing sendiri bahasa Mandailing tak diajarkan.

Disi sisi lain, Askolani mengungkap bahwa kebudayaan Mandailing sebenarnya kebudayaan yang sudah tua. Bahkan peradaban Mandailing sudah ada sejak 500 tahun sebelum Masehi. Peninggalan peradaban Megalitikum itu dapat ditemukan di situs Padang Mardia, Hutasiantar, Panyabungan maupun di hutan Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat.

Bahkan aksara Tulak-Tulak merupakan aksara tertua di kawasan Tapanuli. Itu berdasar peta pergerakan huruf itu di kawasan Tapanuli yang ditemukan oleh tim arkeolog dari Universitas Hawai. Aksara Tulak-tulak itu bergerak dari arah selatan Tapanuli (kawasan Mandailing) menuju arah Sibolga terus ke Balige (Toba) hingga menyebar ke arah  Simalungun. Di Toba sendiri aksara ini bernama huruf Batak.   

Makin pudarnya penguasaan generasi sekarang terhadap aksara Tulak-tulak dan bahasa asli Mandailing patut menjadi kecemasan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya mengatasinya.

Oleh karenanya, Forum Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi pelestarian dan penguatan budaya Mandailing di Mandailing Natal.

Peliput  : Dahlan Batubara 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepatan Pembangunan Madina dengan Memperkuat Daya Saing Daerah

    Percepatan Pembangunan Madina dengan Memperkuat Daya Saing Daerah

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu sendiri. Maka dari itu, sudah barang tentu jika […]

  • Kaki Harimau Dari Batang Natal Diamputasi

    Kaki Harimau Dari Batang Natal Diamputasi

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat seekor harimau yang terperangkap dalam jerat babi di Kecamatan Batang Natal? Kini kaki harimau itu sudah diamputasi. Harimau itu diamputasi di Balai Taman Nasional Batang Gadis, Panyabungan, Mandailing Natal oleh tim dokter dari Medan. “Tim dokter yang merawat harimau memutuskankan untuk mengamputasi kaki depan sebelah kanan, guna memutus penyebaran […]

  • Mungkinkah RUU-PKS Solusi Untuk Kekerasan Seksual Jika Disahkan?

    Mungkinkah RUU-PKS Solusi Untuk Kekerasan Seksual Jika Disahkan?

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Aisyah Pegiat Literasi Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin menyampaikan dukungan terhadap Permendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Muryanto menilai Peremndikbud ini berperan penting mencegah kekerasan seksual di kampus. “USU mendukung Permendikbud Nomor 30 tahun 2021, dengan adanya aturan tersebut kampus memiliki ketegasan dalam menerapkan aturan […]

  • Pemkab Madina dan PT. ALN Kangkangi Putusan PTUN Medan

    Pemkab Madina dan PT. ALN Kangkangi Putusan PTUN Medan

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Korwil VII Tabagsel LIRA Sumut, Madina Abdul Muis Pulungan menyatakan heran melihat belum adanya tindaklanjut putusan PTUN Medan terkait gugatan KP USU. Dalam putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan memerintahkan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) pihak terkait dengan objek sengketa untuk menunda pelaksanaan Surat Keputusan Bupati Madina Hidayat Batubara No. […]

  • Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati umat Potret generasi hari ini dikejutkan dengan berita membludaknya pencari kerja dari golongan Gen-Z. Antrian panjang pencari kerja terlihat hampir di setiap kota. Gen-z yang berusia antara 15-24 tahun banyak menjadi pengangguran atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET), lantaran sedikitnya peluang lapangan kerja yang tersedia. (Kompas.Com […]

  • Armada Sampah Kurang, Dilema Menuju Kota Panyabungan Bersih (bagian 1)

    Armada Sampah Kurang, Dilema Menuju Kota Panyabungan Bersih (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menjadikan kota Panyabungan benar-benar bersih dari sampah nampaknya masih jauh dari target yang diinginkan pasangan Sukhairi-Atika. Meski di awal-awal pemerintahan baru ini telah menunjukkan grafik kian bersihnya ibukota kabupaten itu, namun Bupati Mandailing Natal (Madina), Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution nampaknya masih harus memeras otak agar harapan kota Panyabungan bebas sampah […]

expand_less