Minggu, 15 Feb 2026
light_mode

Tepatkah Penghentian Pelayanan Poliklinik di Tengah Pandemi?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2020
  • print Cetak

Pasca Dokter Spesialis di RSU Panyabungan Terjangkit Covid-19


Oleh: Novida Sari
Ketua Muslimah Peduli Generasi Kabupaten Mandailing Natal

Salah seorang dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan Positif Covid-19. Hal ini menyebabkan belasan tenaga medis RSUD Panyabungan menjalani tes swab. Mereka yakni dokter, bidan hingga perawat yang melakukan kontak langsung dengan dokter LD. Dokter yang bertugas di bagian Poliklinik Kebidanan. Direktur RSUD Panyabungan, Bidasari Siregar mengatakan, hasil tes swab dokter spesialis kandungan tersebut keluar pada Jumat (28/8/2020). Selain itu, saat ini, pihak RSUD Panyabungan juga menghentikan seluruh pelayanan poliklinik hingga 14 hari ke depan. (inewssumut.id, 29/8/2020)

Mandailing Natal yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona hijau untuk wilayah pandemi covid-19 kemungkinan akan berganti dengan adanya penambahan pasien positif dari pihak RSUD Panyabungan. Meskipun pihak RSUD telah menerapkan program new normal yang diharuskan oleh Pemerintah, ternyata penambahan kasus baru penderita Covid-19 bertambah. Ini menambah daftar penambahan penderita covid-19 yang kian merangkak di angka 169.000 jiwa di Indonesia.

Kalaulah kita telisik lebih jauh, langkah awal Pemerintah tidaklah tepat dalam mengambil kebijakan mencegah masuknya covid-19 ke Indonesia. Ketika covid-19 muncul pertama kali di akhir tahun 2019 hingga akhir Januari 2020 di Cina. Pemerintah justru tidak mengambil sikap dan kebijakan lockdown atas turis yang berasal dari China. Malah beberapa wilayah seperti Pemerintah Daerah Sumatera Barat malah menerima 174 wisatawan asal Kunming, China dan disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Sekda Alwis dan pemangku kepentingan terkait. (detiknews.com, 26/1/2020).

Padahal negara lain seperti Italia, menahan 6.000 wisatawan di atas kapar pesiar di pelabuhan Italia yang terletak di kota Civitavecchia pada kamis (30/1/2020) disebabkan kekhawatiran dua penumpang asal China yang berada di atas kapal mengidap virus corona (kompas.com, 31/1/2020), penghentian sementara visa kedatangan untuk warga cina oleh Filipina (Tempo.com, 28/1/2020) hingga penangguhan sementara visa bagi jemaah haji dari sejumlah negara untuk sementara waktu di Arab Saudi (bbc.com, 27/2/2020).

Islam sesungguhnya telah memberi solusi yang benar dalam berbagai persoalan manusia. Sebagai din yang sempurna, berasal dari dzat yang Maha Sempurna pasti ada penyelesaian dalam Islam. Sebagaimana firman Allah, “Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu.” (TQS An-Nahl [16]:89).

Bahkan penyelesaian Islam bukanlah penyelesaian yang asal-asalan, tapi sesuai fakta, tuntas, pendekatan manusiawi sesuai dengan fitrahnya. Ditegaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (TQS Al Anfaal [8]:24).

Desain kesehatan yang digali dari Islam meniscayakan dalam penyelesaian Islam terwujudnya dua tujuan pokok penanggulangan pandemi dalam waktu singkat.

Pertama, menjamin terpeliharanya kehidupan normal di luar areal terjangkit wabah. Kedua, memutus rantai penularan secara efektif, yang tercepat sehingga setiap orang tercegah dari bahaya infeksi dan keadaan yang mengantarkan pada kematian. Karena Islam memandang secara sahih bahwa keselamatan nyawa manusia lebih utama daripada apapun juga termasuk ekonomi, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak” (HR At Tirmidzi).

Kedua tujuan pokok ini tercermin pada dua strategi efektif dalam memutuskan rantai penularan wabah.

Prinsip pertama, penguncian areal wabah (lockdown syar’i). Rasulullah Saw bersabda, “Apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat, maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu, maka janganlah keluar darinya.” (HR Muslim). Ini menandakan bahwa tidak boleh seorang pun yang berada di areal terjangkit wabah keluar darinya. Juga tidak seorang pun yang berada di luar areal wabah memasukinya.

Prinsip ini sangat efektif untuk memutus rantai wabah apalagi terhadap wabah yang belum diketahui dengan baik karakteristik virus dan manivestasi klinisnya, baik dari orang yang terinfeksi dengan gejala maupun tanpa gejala. Dengan prinsip ini, wilayah yang tidak terkena virus akan tercegah dari kasus impor (imported case) sehingga dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Prinsip kedua 3T (Trace, test, and treat/ lacak, uji dan obati). Setiap penyakit dapat disembuhkan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw dengan lisannya yang mulia, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan diadakan-Nya bagi tiap-tiap penyakit obatnya, maka berobatlah kamu, tetapi janganlah berobat dengan yang haram.” Maka tugas negaralah untuk menemukan obat sesegera mungkin dengan mengembangkan teknologi kedokteran dan medis mutakhir yang berkhidmat pada kemanusiaan.

Rasulullah Saw juga menegaskan, “Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menular mendekati yang sehat.” (HR Imam Bukhari); “Hindarilah orang yang berpenyakit kusta seperti engkau menghindari singa.” (HR Abu Hurairah).

Kedua hadis ini dapat diimplementasikan antara lain dengan massive testing yang cepat dengan hasil yang akurat kepada setiap orang yang berada di areal wabah. Sebab, mereka semua berpotensi terinfeksi dan berisiko sebagai penular. Selanjutnya, yang positif terinfeksi segera diisolasi dan diobati hingga benar-benar sembuh.

Penghentian penyebaran virus sejatinya bukanlah tugas dari satu pihak saja. Namun sungguh peranan negara sangat besar pengaruhnya dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sinergi fungsi Pemerintah yang sehat dengan memperhatikan konsep kemanusiaan haruslah yang diutamakan. Sehingga penghentian pelayanan kesehatan tidak terjadi.

Situasi pandemi memang sudah terlanjur parah, namun sebenarnya tidak ada kata terlambat dalam menyadari bahwa Islam ternyata memiliki solusi yang komprehensif dan preventif dalam menyelesaikan persoalan bangsa khususnya di tengah pandemi. Sudah seharusnya kita berbangga dengan keislaman yang dimiliki, dan menerapkan setiap ajaran yang terdapat di dalamnya di tiap lini kehidupan. Karena Islam tidak semata-mata hanya ibadah ritualitas belaka.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Strategis Kadin Madina Mendukung Upaya Pemkab Dalam Percepatan Pembangunan Madina

    Peran Strategis Kadin Madina Mendukung Upaya Pemkab Dalam Percepatan Pembangunan Madina

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Upaya percepatan pembangunan Kabupaten Mandailing Natal tak melulu disandarkan pada pundak pemerintah daerah. Diperlukan dukungan dan peran serta keterlibatan dari berbagai kalangan. Peran masyarakat sangat urgen karena masing-masing elemen memiliki kemampuan khusus di bidangnya. Sehingga peranan khusus itu akan memberikan daya dukung yang kuat dalam memberhasilkan program-program yang dirancang pemerintah daerah. Peranan Kamar Dagang […]

  • Rambin Kampung Baru: Addendum dan Membodohi Rakyat

    Rambin Kampung Baru: Addendum dan Membodohi Rakyat

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Miswaruddin Daulay Rencana jembatan rambin Desa Kampung Baru-Simanondong adalah salah satu bentuk dari infrastruktur yang dalam pelaksanaan tendernya pada waktu itu tunduk dan patuh pada Peraturan Menteri PUPR nomor 31/PRT/M/2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri PUPR nomor 07/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultasi. Salah satu lampiran dari […]

  • DPRD Rekomendasi Renegosiasi KK PT.SM

    DPRD Rekomendasi Renegosiasi KK PT.SM

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Madina merekomendasikan renegosiasi kontrak karya PT. Sorikmas Mining kepada pemerintah pusat di Jakarta. Dan, DPRD Madina juga merekomendasikan penghentian sementara aktivitas PT.Sorikmas Mining di bukit Sambung Kecamatan Naga Juang selama proses renegosiasi berlangsung di Jakarta. Demikian hasil rapat dengar pendapat antara DPRD Madina dengan para perwakilan Naga Juang, Pemkab Madina […]

  • Provinsi Kalimantan Utara Disahkan

    Provinsi Kalimantan Utara Disahkan

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resmi jadi provinsi ke-34. Bersamaan dengan empat kabupaten baru. Sidang paripurna terakhir Dewan Perwakilan Rakyat yang dilakukan pada Kamis, 25 Oktober 2012 ini, lebih ramai dari biasanya. Bukan karena dipenuhi anggota dewan, tapi ada ratusan masyarakat adat yang memenuhi bangku balkon ruang sidang paripurna. Kebanyakan dari mereka, mengenakan baju tradisional masing-masing. Mereka, datang untuk menyambut […]

  • Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik.  Pasalnya, dalam draf sementara Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, frasa ‘agama’ dihapus kemudian digantikan dengan akhlak dan budaya. Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henrek Lokra, turut menanggapi […]

  • Saba Rambin di Desa Huta Dame Kebanjiran

    Saba Rambin di Desa Huta Dame Kebanjiran

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Lahan persawahan warga di Desa Huta Dame Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terendam banjir. Banjir itu diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak pagi, membuat jaringan irigasi persawahan tak mampu menampung debit air hujan, kondisi ini diperparah sejumlah titik jaringan irigasi juga jebol sehingga air yang […]

expand_less