Home / Seputar Madina / Terkait Penemuan Ladang Ganja 2,5 Ha

Terkait Penemuan Ladang Ganja 2,5 Ha


Madina Daerah Asal Ganja

MEDAN-; Temuan ladang ganja seluas 2,5 hektare di pegunungan Tor Sihite, Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (5/12) lalu, membuktikan daerah tersebut masuk dalam wilayah asal narkoba jenis ganja.

“Madina merupakan ‘kode merah’ (untuk ganja, red) setelah kita menemukan ladang ganja di daerah itu. Ada sekitar 10 ribu batang ganja ditanam di lahan pegunungan itu, dan menjadikan Sumut daerah penghasil dan pemasok ganja setelah Provinsi Nanggroe Aceh Darussaalam,” kata Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol John Turman Panjaitan kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/12).

Diyakini Turman, dari ladang ganja itu, hasilnya dipasok ke daerah Sibolga dan sekitarnya. Bahkan, ada indikasi kuat bahwa daun haram tersebut juga dikirim keluar provinsi. “Dugaan kuat, ganja itu dipasok ke Sumatera Barat,” ucapnya.

Hasil temuan ladang ganja di pegunungan Tor Sihite, lanjut Turman, sekitar 500 batang tanaman ganja sudah siap dipanen. Sedangkan sisanya masih berumur 1-2 minggu.

“Sekitar 8.250 batang langsung dimusnahkan di tempat, sedangkan sisanya dibawa ke Polres Madina untuk dijadikan barang bukti,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Turman, untuk menekan peredaran narkoba di Sumatera Utara, pemerintah harus mulai menggunakan alat deteksi yang akan ditempatkan pada perbatasan wilayah provinsi, seperti perbatasan antar negara. Dengan alat deteksi ini, jika ada mobil yang masuk atau keluar Provinsi Sumut membawa narkoba jenis ganja atau sabu-sabu yang disembunyikan, maka akan terdeteksi.

Dijelaska Turman, berbagai modus dilakukan para penyelundup atau pun jaringan narkoba untuk memasok barang haram tersebut agar selamat dari petugas. Seperti, menyembunyikannya di jok atau kursi mobil, bagasi, sampai ban cadangan.

“Dengan alat ini, di mana pun disembunyikan akan terdeteksi. Dan petugas bisa langsung menahan tersangkanya sebelum berhasil mengedarkan narkoba,” ungkapnya.

Diakui Turman, untuk memakai alat deteksi tersebut membutuhkan biaya yang besar. Ditaksir alat deteksi ini harganya mencapai miliaran rupiah.

“Tapi dengan alat deteksi ini, kita bisa lakukan pencegahan dan menyelamatkan anak bangsa dari narkoba,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Madina menemukan ladang ganja seluas 2,5 hektare yang berisi 10.000 batang tanaman ganja, dari kaki Gunung Tor Sihite, Desa Hutabangun, Kecamatan Panyabungan Timur, Minggu (5/12) lalu.

Menurut keterangan Direktur Narkoba Poldasu, Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan, Senin (6/12), di Mapoldasu, penemuan ladang ganja di pegunungan Tor Sihite seluas 2,5 hektare berkat laporan dari masyarakat, Minggu (3/12) ke Polres Madina.

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyisiran selama tujuh jam, yakni dari pukul 04.00 WIB sampai sekitar pukul 11.00 WIB. Polres Madina yang berkordinasi dengan Polda Sumut langsung menurunkan personelnya.

“Dari hasil temuan di lokasi, lahan seluas sekitar 2,5 hektare itu ditanami 10 ribu batang ganja. Sekitar 500 batang sudah siap dipanen sedangkan sisanya masih berumur 2-1 minggu,” ujar Turman.

Turman menambahkan, karena keterbatasan personel, seluruh barang bukti yang ditemukan tidak bisa dibawa seluruhnya ke Polres Madina. “Jadi seluruh barang bukti sekitar 8.250 batang dimusnahkan di lokasi, sedangkan sisanya dibawa ke Polres untuk dijadikan barang bukti, ” ungkapnya.

Menurutnya, ladang ganja itu dijadikan lahan yang terus berproduksi di pegunungan tersebut. Sementara untuk pemilik lahan dan pengelolanya, polisi belum menemukan pelaku. “Tersangka masih lidik, anggota sampai di lokasi tidak menemukan 1 orang pun untuk ditanyai,” bebernya

Sementara itu, Kapolres Madina, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Hirbak Wahyu melalui seksi Humasy Polres Madina, Iptu E Banjarnahor, membenarkan personel

Polres Madina bergabung bersama Direktorat Narkoba Poldasu telah menemukan lahan ganja bersama tanaman ganja seluas 2,5 ha tersebut.

“Penemuan ladang ganja itu dipimpin Kasat 1 Reskrim Ditnarkoba Poldasu, AKBP Suhadi. Dan jumlah personel yang turun sebanyak 37 orang, 29 di antaranya dari Polres Madina dan delapan orang lagi dari Poldasu,” pungkasnya. (mag-1/smg/min/wan/smg)

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: