Senin, 16 Mar 2026
light_mode

Tiap malam geng motor harus diberantas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
  • print Cetak

MEDAN – Maraknya aksi geng motor atau geng kereta yang belakangan ini meresahkan masyarakat harus segera diantisipasi dan disikapi secara kolektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan telah bersikap melakukan kebijakan bersama untuk mengatasi geng kereta.

Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan penekanan terhadap peran guru di sekolah, untuk mengawasi berkembangnya kelompok-kelompok tersebut. “Setiap malam aparat kepolisian melakukan operasi terhadap geng motor. Kita menginginkan kota ini aman dan kondusif,” kata Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang, tadi malam. Monang mengimbau sekolah dan guru harus aktif mengawasi siswanya. Termasuk juga orang tua di rumah. “Ke depan kami akan masuk ke sekolah-sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan langkah-langkah solutif dan tindakan tegas guna mengatasi masalah geng kereta. “Sebagai langkah solutif, kita akan menilang sepeda motor yang tidak lengkap surat-suratnya. Sepeda motornya ditahan sampai bisa menunjukkan suratsurat. Di samping itu setiap malam akan menggelar operasi di seluruh jajaran polsek yang berada di wilayah hukum Polresta Medan,” katanya.

Sementara itu, psikolog ahli remaja di Sumatera Utara, Irna Minauli menjelaskan meski belum ada data yang pasti, namun keterlibatan remaja dalam berbagai kelompok terutama dalam aksi geng motor yang menjurus pada kenakalan tampaknya semakin meningkat. Kegiatan yang dilakukan sudah menyangkut kriminal dengan menjarah beberapa toko dan mengganggu warga.

Menurutnya, para remaja ini mungkin merasa tidak mendapat tempat dalam keluarga ataupun di lingkungan sekolahnya. “Mereka seperti membawa kebencian dalam diri mereka. Dengan sengaja mereka seolah mengolok-olok petugas kepolisian dan figur otoritas lain. Nasihat dan pendapat orang tua sepertinya sudah tidak mengena lagi,” ujar Irna.

Irma mengatakan, kekerasan yang melibatkan pelajar menunjukan masih lemahnya sistem pengawasan masyarakat termasuk orang tua serta. Selain itu, ia juga menilai ini akibat ketidakmampuan aparat kepolisan menangkap sinyal gangguan keamanan. “Jadi, dalam kasus pelajar yang masih berada pada usia belia sangat rentan dengan pengaruh budaya dari luar termasuk lingkungan. Siswa biasanya langsung mencontoh budaya kekerasan yang terjadi di lingkungan,” ujarnya
(dat03/waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geliat Pastap Julu, Ekowisata Hingga Agribisnis (2)

    Geliat Pastap Julu, Ekowisata Hingga Agribisnis (2)

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Sumber Daya Alam (SDA) Desa Pastap Julu boleh dikata nyaris serupa dengan desa desa sekitar. Tetapi desa Pastap Julu menjadi menarik kajian, karena potensi potensi desa itu mampu diurai dan dipeta secara tepat oleh kepala desa-nya. Pemukiman desa yang dikelilingi alam hutan yang asri, dibelah sungai jernih, kesejukan cuaca serta kebersahajaan […]

  • Strategi Pendidikan Islam, Jamin Kualitas Generasi

    Strategi Pendidikan Islam, Jamin Kualitas Generasi

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dinnar Fitriani Susanti Pengamat Kebijakan Publik Dalam kegiatan Forum Pemangku Kepentingan Daerah (FPKD) oleh Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Samarinda dibahas satu program. Program tersebut merupakan Penggerak Sekolah Provinsi Kaltim yang bertajuk “Membangun Komitmen Bersama Meningkatkan Mutu Pendidikan”.(https://kaltim.akurasi.id/news/peningkatan-mutu-pendidikan-melalui-sekolah-penggerak-kaltim/) Bongkar Pasang […]

  • Pembangunan Stadion Mesjid Agung Langgar Peraturan

    Pembangunan Stadion Mesjid Agung Langgar Peraturan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Fraksi Hanura Dewan Perakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Fakhrizal Efendi Nasution menilai lanjutan pembangunan Stadion dan Nur Alannur dari multiyears tidak sesuai dengan peraturan. Demikian pandangan akhir Fraksi Hanura, Fakhrizal Efendi Nasution tentang pengesahan Rancangan APBD Madina 2011 sebagai Perda APBD, Jum’at, (31/12). “Bentuk pelanggaran itu, pembangunan dilaksanakan tahun jamak, namun […]

  • Istri Surung Merengek ke Jaksa

    Istri Surung Merengek ke Jaksa

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Surung Panjaitan, terdakwa penyuap Bupati Madina Hidayat Batubara empat tahun penjara dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (17/10). Usai sidang, istri Surung, Blondina Marpaung menangis dan meminta jaksa KPK meringankan tuntutan hukum bagi suaminya. Dengan yang wajah muram, dosen Fakultas Kedokteran USU ini meninggalkan […]

  • Kejaksaan Diminta Usut Proyek PNPM di Namo Tualang

    Kejaksaan Diminta Usut Proyek PNPM di Namo Tualang

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Biru-biru, Proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) di Dusun IV, Desa Namo Tualang, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, disoal warga dan BPD setempat. Pasalnya, proyek PNPM berupa pembangunan mandi cuci kakus (MCK) dan pengeboran sumur bor, ambruk hingga nyaris memakan korban, Sabtu (06/05/2011). Hal ini diungkapkan Serda Sembiring (45) didampingi Josep Sembiring (52) selaku […]

  • Buntut Kontes Homoseks di Sidimpuan

    Buntut Kontes Homoseks di Sidimpuan

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akong : LGBT Perusak Moral, Budaya dan Agama PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontes homoseks di Padang Sidempuan baru-baru ini menuai kecaman. Kontes itu dinilai cenderung kepada upaya melestarikan budaya kebebasan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Padahal, LGBT ini selain bertentangan dengan konstitusi di NKRI, juga akan merusak moral dan budaya masyarakat serta kesehatan manusia. Kontes […]

expand_less