Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2011
  • print Cetak

Panyabungan,

Puluhan massa menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina (AMP2M) kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Komplek Perkantoran Payaloting, Selasa (12/07/2011).

Dalam pernyataan sikapnya AMP2M menyebutkan, Bupati dan Wakil Bupati Madina Periode 2011-2016 H M Hidayat Batubara SE dan Drs Dahlan Hasan Nasution yang dilantik 28 Juni lalu, tugas awalnya menjaga stabilitas dan kondusifitas Madina dengan melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi untuk memajukan Madina lima tahun ke depan.

Namun AMP2M pesimis terhadap kepemimpinan Hidayat-Dahlan sebab di hari pelantikan sudah mengeluarkan sebuah kebijakan yang dianggap blunder dengan terbitnya surat Bupati Madina Nomor: 800/980/BKD/2011 tentang penggantian Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Madina. Seharusnya sesuai amanah Pasal 122 Ayat 3 UU No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, Sekdakab Madina diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur Sumatera Utara.

Karena penggantian Plt Sekdakab Madina dinilai melanggar UU 32/2004, demi menjunjung keadilan perundang-undangan, legislatif dan yudikatif agar menindaklanjuti dugaan pelanggaran UU tersebut. Apabila terbukti bersalah nantinya supaya diberikan sanksi hukum yang tegas sesuai dengan UU yang berlaku.

Di samping itu, massa AMP2M juga meminta pemerintahan Hidayat-Dahlan bisa merealisasikan janji janji politiknya yaitu memberikan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan juga membuka lapangan baru untuk masyarakat Madina.

Pemerintahan Hidayat-Dahlan juga diminta segera menyelesaikan permasalahan yang selama ini belum juga terselesaikan di antaranya menyelesaikan masalah defisit APBD Madina TA 2010, permasalahan PT Sorikmas Minning dengan masyarakat, masalah izin lokasi pertambangan yang tumpang tindih dengan hutan, masalah izin lokasi perkebunan yang juga tumpang tindih, dan perusahaan perkebunan yang tidak mengeluarkan CSR serta plasma bagi masyarakat yang sesuai juga dengan amanat UU.

Menyelesaikan permasalahan pembangunan Insfrastruktur yang diduga banyak kejanggalan mulai dari tahap pelelangan sampai kepada tahap pelaksanaan, memberantas permasalahan penyakit masyarakat yaitu banyaknya menjamur praktik prostitusi di Madina, menyelesaikan dugaan penyimpangan DAK Tahun 2009 dan 2010 di Dinas Pertanian serta penegakan disiplin bagi PNS nakal dan suka bolos.

Menyelesaikan permasalahan pengangkatan Sekdes jadi PNS yang tidak sesuai dengan PP No 45 Tahun 2007, membuat peraturan daerah tentang pengakuan hak ulayat masyarakat adat Madina, dan yang terakhir AMP2M meminta pemerintahan Hidayat-Dahlan agar melakukan pendataan seluruh aset daerah baik barang bergerak maupun tidak bergerak.

Apabila problematika di atas tidak dapat diselesaikan dalam limit waktu 100 hari, AMP2M menganggap pemerintahan Hidayat-Dahlan gagal dalam memimpin Kabupaten Mandailing Natal. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sebar Photo 3 Terduga Pelaku Perkosaan yang Melarikan Diri

    Warga Sebar Photo 3 Terduga Pelaku Perkosaan yang Melarikan Diri

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kesal karena pelaku perkosaan terhadap SN ( 20 th ) warga Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) belum ketangkap. warga desa korban sebar photo pelaku. Dengan mencetak photo ke 3 pelaku dalam lembaran kertas, warga desa pidoli lombang menyebarkannya di kota panyabungan dan sejumlah desa […]

  • Dahlan Hasan Nyatakan Tak Pakai APBD Untuk Pemenangannya

    Dahlan Hasan Nyatakan Tak Pakai APBD Untuk Pemenangannya

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal calon bupati Madina incumbent, Dahlan Hasan Nasution menyatakan bahwa dia tidak akan memakai dana APBD Madina bagi keperluan tim suksesnya di Pilkada Madina 2015. Bahkan, dia mempersilahkan tim audit indevenden datang ke Mandailing Natal (Madina) untuk melakukan audit dan mengecek dana-dana APBD Madina apakah ada yang disalahgunakan untuk kepentingan […]

  • Kasus Syamsul Pecahkan Rekor

    Kasus Syamsul Pecahkan Rekor

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    – Jumlah Saksi Mencapai 272 Orang, – KPK Beber Kasusnya di DPR JAKARTA-Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan perkembangan penanganan dugaan korupsi APBD Langkat 2000-2007 di hadapan Komisi III DPR, kemarin (7/10). Dua hal terbaru yang terungkap dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) KPK dengan komisi yang membidangi hukum itu adalah mengenai jumlah saksi yang […]

  • Menpan: Kita Sibuk Baku Hujat, Investor Lari

    Menpan: Kita Sibuk Baku Hujat, Investor Lari

    • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Akhir-akhir ini kita sibuk saling menghujat padahal momentum ini bisa kita manfaatkan.” Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengritik kecenderungan media yang mempertontonkan hujatan demi hujatan. Azwar menyayangkan banyak pihak yang berusaha membuat negara tidak kondusif sehingga menyebabkan banyak investor mundur. “Akhir-akhir ini kita sibuk saling menghujat padahal momentum ini bisa kita […]

  • Kontektualitas PKI di Mandailing

    Kontektualitas PKI di Mandailing

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Budayawan Di Tugu Perintis Kotanopan, ada tulisan tentang Pemberontakan Rakyat tahun 30-an. Tak banyak yang tahu kalau pemberontakan yang meluas di nyaris semua wilayah Hindia Belanda itu berkaitan dengan Pemberontakan Silungkang malam tahun baru 1927 di Sumatera Barat. Lalu menjalar ke berbagai wilayah, termasuk ke kawasan Mandailing. Ada tiga kelompok perjuangan penting […]

  • Kementerian Luar Negeri Sudah Tahu Menteri Malaysia Perkosa TKI Tahun 2007

    Kementerian Luar Negeri Sudah Tahu Menteri Malaysia Perkosa TKI Tahun 2007

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Kasus dugaan TKI Robingah (46) diperkosa menteri Malaysia sebenarnya sudah diketahui Kementerian Luar Negeri sejak 2007. Namun, penanganan terhambat karena korban tidak ingin kasusnya dilanjutkan. “Saya mendengar, memperhatikan dan membaca laporan mengenai masalah ini. Namun berdasarkan keterangan anggota kami berdasarkan ingatan di tahun 2007, ketika masalah ini ditanyakan, (korban) memilih untuk tidak menindaklanjutinya […]

expand_less