Home / Artikel / Uang Kost Ditagih, Nyawa Melayang

Uang Kost Ditagih, Nyawa Melayang

Oleh: Susi Ummu Ameera
Pegiat Literasi

Miris! Kelakuan manusia sekarang ini seperti tidak punya hati. Rasa tega karena kesal atau sakit hati bisa membuat gelap mata. Gara-gara hal sepele namun bisa membuat nyawa melayang. Seolah tak peduli mana hak dan kewajiban yang harus dipertimbangkan. Seperti kasus pembunuhan yang terjadi baru-baru ini.

Tiga anak kost tega menghabisi pemilik kostnya karena ditagih uang kost oleh korban pemilik kost di Medan.

Motif penyebab tersangka melakukan penganiayaan hingga korban luka dan meninggal dunia karena kesal sakit hati karena meminta uang kos,” katanya saat rekonstruksi di Lantai II Polrestabes Medan, Rabu (31/3/2021).

Kriminalitas di kota Medan tidak dapat dituntaskan hanya dengan sanksi penjara atau denda. Selain tidak setimpal antara hukuman dengan perbuatan, dan sudah banyak kasus serupa dan hukumpun diberi namun hingga hari ini sanksi tersebut tidak berefek jera bagi pelaku dan masyarakat yang menyaksikannya, bahkan pembunuhan semakin merajalela.

Jika kita telisik pemberlakuan hukum positif dari sistem kapitalis-demokrasi belum menyentuh masalah pokoknya. Pasalnya pendidikan akhlak dilepaskan begitu saja oleh negara kepada institusi keluarga, pendidikan di lingkup sekolah tidak membentuk manusia yang  berakhlak sebab kurikulumnya sekuler yaitu memisahkan agama dari kehidupan.

Permasalahan ini sangat kompleks jika ditarik dari pangkalnya, yaitu penanaman akhlak yang dibangun dalam keluarga, sekolah, dan negara. Harus ada sinkronisasi atas semua pihak untuk melahirkan generasi yang berakhlak dan beradab. Jika tidak, maka kejadian serupa akan terulang di mana-mana.

Berbeda halnya di dalam sistem kehidupan Islam. Negara tidak semata-mata sebagai penegak hukum namun menjalankan peran komplit yang bersifat preventif hingga kuratif dengan aturan-aturan syari’at Islam yang sempurna. Negara memberikan edukasi terkait aturan dalam bermuamalah dengan sesama yang didorong suasana keimanan. Islam juga memastikan kebutuhan individu terpenuhi, agar tidak ada kesulitan untuk membayar kewajiban jika diperlukan.

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: