Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

UISU Akhirnya Bersatu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2013
  • print Cetak

MEDAN , – Pasca desakan ratusan mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Jalan Sisingamangaraja Medan, akhirnya UISU yang sebelumnya terpecah dua, berdamai guna menyelamatkan UISU dari ancaman tutup.

Penyatuan UISU Almunawarah di Jalan Sisingmangaraja dan UISU Almanar di Jalan Karya Bakti disepakati dalam satu nota kesepahaman antara kedua belah pihak. Selanjutnya, kedua pihak UISU menandatangani beberapa poin untuk menyelamatkan UISU.

Proses penyatuan UISU salah satunya karena ada ancaman dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh, apabila UISU tak bisa menyatu maka izinnya segera dicabut.

Pertemuan untuk penyatuan dimulai pukul 13.00 WIB di aula FK UISU. Dalam pertemuan itu dihadiri Koordinator Kopertis Wilayah Sumut Prof Dian Armanto, Ketua APTISI, Bahdin Nur Tanjung, wakil rektor UISU Prof Effendi Barus, dan Helmi Nasution serta Prof Zulkarnain Lubis.

Setelah berdialog 2,5 jam, akhirnya Prof Dian Armanto, Helmi Nasution dan Prof Zulkarnain Lubis menandatangani nota kesepahaman terkait penyatuan akademik antara UISU Almanar dan Almunawarah.

Usai ditandatangi, Prof Dian Armanto bersama Prof Effendi Barus dan Bahdin Nur Tanjung membawa nota kesepahaman ke UISU Almanar di Jalan Karya Bakti. Sekitar pukul 19.00 WIB, pertemuan antara Kopertisi, APTISI dan Prof Effendi Barus dengan unsur rektorat Almanar.

Pertemuan tertutup itu akhirnya usai sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah itu, seluruh peserta rapat tertutup keluar ke aula UISU di Jalan Karya Bakti. Bahdin langsung membuka hasil dari pertemuan. Dalam pertemuan itu dihadiri juga orangtua dan mahasiswa dan Fakultas Kedokteran UISU Jalan Sisingamangaraja.

Di tempat terpisah, Prof Zulkarnain Lubis dan Helmi Nasution ditahan oleh mahasiswa FK UISU Jalan Sisingamangaraja. “Selama proses belum ada kesepakatan, kami masih menahan Prof Zulkarnain dan Helmi di kampus. Setelah sampai nota kesepahaman kami lepaskan penahanan ini,” kata mahasiswa FK UISU, Wahyu.

Rektor UISU, Asaad membacakan maklumat no. 1160/E/E.05/IX/2013 berisi, sehubungan dengan penyatuan akademik UISU, dengan ini selaku rektor menegaskan dalam rangka integrasi akademik UISU bagi mahasiswa dan lulusan Jalan Sisingamangaraja, pada prinsipnya akan menerima dan memproses secara akademik.

Dia menyebutkan, akademik bagi mahasiswa UISU dan lulusan dari kampus Jalan Sisingamangaraja Medan pada prinsipnya akan menerima dan memproses masalah akademik mahasiswa sejak keluarnya surat koordinator kopertis wilayah 1 nomor 57/LI.12.1/PS/2010 berpedoman pada ketentuan yang berlaku di UISU kampus Jalan Karya Bakti No. 34 Medan.

Usai membacakan maklumat, Asaad menyampaikan, seluruh mahasiswa dan alumni dari UISU Almunawarah Jalan Sisingamangaraja, sejak februari 2010. Semuanya bisa melakukan registrasi ulang ke seluruh kampus UISU.

“Semuanya bisa diregistrasi ulang melalui mekanisme yang ada di UISU Jalan Karya Bakti,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, mengenai poin-poin nota kesepahaman, kedua UISU akan berkoordinasi terkait kepengurusan.

Sementara itu, Dian Armanto mengatakan, mahasiswa dan alumni UISU akan didaftarkan ke EPSBED, dan terdata di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT). Khusus bagi mahasiswa yang berasal dari UISU di Jalan Sisingamangaraja.

“Jadi sudah tidak ada lagi kampus UISU sana dan UISU sini. Kini yang ada UISU Cuma satu, UISU Medan dan rektor UISU yakni Asaad dan Prof Effendi Barus sebagai wakil rektor,” tegasnya.

Dia menambahkan, proses akademik akan secepatnya diproses dan diselesaikan permasalahanya. Selanjutnya, surat edaran Kopertis akan dibuat surat keterangan, sehingga legalitas tidak perlu diragukan lagi.

Dian menyampaikan, untuk data mahasiswa dan lulusan UISU Jalan Sisingamangaraja, Prof Effendi Barus berkoordinasi dengan Asaad. Selanjutnya, data diproses sesuai mekanismenya dan dikirimkan ke Kopertis untuk daftarkan.

“Jadi untuk ijazah yang pernah disebut illegal, silahkan daftar ulang. Pastinya tidak akan ada lagi yang illegal,” tambahnya.

Di tempat yang sama, salah satu orangtua mahasiswa FK UISU Jalan Sisingamangaraja sempat berteriak meminta dicabutnya surat edaran mengenai larangan menerima lulusan UISU Jalan Sisingamangaraja.

“Saya sebagai kopertis tidak bisa mencabut, karena itu keputusan negara. Solusinya membuat surat keterangan prihal tidak ada masalah lagi dengan lulusan UISU, dikuatkan dengan adanya surat rector. Kalau perlu bisa disiapkan termasuk fotocopy nota kesepahaman akan dibagikan,” sebutnya.

Usai dibacakan maklumat, Asaad mengatakan, proses integrasi akademik UISU membutuhkan waktu. Tapi ini sudah menjadi langkah awal untuk menyelematkan mahasiswa dan alumni. Selanjutnya, proses akan dikoordinasikan dengan Prof Effendi Barus. “Kami akan agendakan pertemuan kedua kubu untuk menyatu,” ucapnya.

Setelah selesai bertemu, semuanya bersalaman dan menerima penyatuan UISU. Selanjutnya, kopertis, APTISI dan rektorat UISU membubarkan diri. Selanjutnya, nota kesepaham ditunjukkan ke mahasiswa FK UISU di Jalan Sisingamangaraja. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ponpes Al Bi’tsatul Islamiyah dan Tradisi Kurbannya

    Ponpes Al Bi’tsatul Islamiyah dan Tradisi Kurbannya

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) -sudah 28 tahun lamanya berdiri Pondok Pesantren Al Bi’tsatul Islamiyah di Simpang Suga, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tradisi berkurban dengan cara dibagi bagi kepada para santri masih tetap terjaga. Hari ini Kamis 28/6/2023, usai melaksanakan sholad Idul Ahda 1444 H, para santri dan guru guru pondok pesantren […]

  • Bencana Madina, Gubsu Ajak Solat Taubat

    Bencana Madina, Gubsu Ajak Solat Taubat

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyaksikan bencana alam di nyaris seluruh wilayah Mandailing Natal, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengajak kita bermuhasabah, istighfar berkali-kali, berdoa di sepertiga malam. Itu dikatakan gubernur saat membuka rapat kordinasi penanganan bencana alam Madina di Panyabungan, Senin malam (12/11/201). Manusia tidak mampu menepis jika Allah SWT menghadirkan amuk alam, tentunya jika bukan atau belum termasuk […]

  • DCS Dapil 2 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 2 GERINDRA Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 GERINDRA Madina

  • Pj Bupati Madina Tepungtawari Calhaj Dinas Pendidikan

    Pj Bupati Madina Tepungtawari Calhaj Dinas Pendidikan

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) Ir Aspan Sofian Batubara MM menepungtawari pegawai Dinas Pendidikan yang akan berangkat menunaikan ibadah haji di di Gedung Serba Guna Parabungan, Kecamatan Panyabungan, Ahad (03/10/2010). Kepala Dinas Pendidikan Madina Drs Musaddad Daulay MM dalam sambutannya mengatakan, tepung tawar bagi pegawai Dinas Pendidikan dan guru-guru yang berangkat menunaikan ibadah haji […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 21)

    MARSIDAO-DAO (episode 21)

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon bagas Basiron i, iobarkon ia tu dadaboru nia nangkan poken na ro ma alai mangalao tu Bilah. “Alhamdulillah, bahat ma ita soni nalao tu Bilah. Oi baya, jop doma roangku, jabat tolu bagas kahanggi mandongani ita,” ning dadaboru i. “Imada, syukur ma ita. Harana mur martondi ma […]

  • Sales Beras Terkapar Dibacok di Tanjung Morawa

    Sales Beras Terkapar Dibacok di Tanjung Morawa

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    T Morawa, Seorang sales beras, Subari (45) warga Pasar III, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, ditemukan terkapar dengan luka bacok di bagian kepala di Gang Rasmi, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (05/07/2011) malam pukul 19.00 WIB. Informasi diperoleh, sebelumnya Subari mendatangi Gang Rasmi untuk menagih […]

expand_less