Selasa, 17 Mar 2026
light_mode

Upaya Puskesmas Sihepeng Meraih Akreditas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 2 Mar 2018
  • print Cetak

Kepala Puskesmas Sihepeng, Akbar Komeni (foto : Jakfar Nasution)

SIABU (Mandailing Online) –  Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu, Mandailing Natal saat ini berupaya mencapai posisi Puskesmas Terakreditasi.

Langkah untuk menuju Terakreditasi itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan komitmen yang kuat oleh pimpinan manajemen, staf, tenaga medis serta komitmen pemerintahan kecamatan, desa juga seluruh masyarakat yang berada di kawasan jaringan kerja pusksemas.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek, menyatakan berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Pebruari 2018 baru sekitar 50 persen puseksmas yang terakreditasi atau 4.223 Puskesmas dari total 9.825 Puskesmas yang ada di seluruh Indonesia.

Kepala Puskesmas Sihepeng, Akbar Komeni menjawab wartawan, Kamis (1/3/2018) menyaakan terus berupaya meningkatkan kinerja bersama staf tanpa kenal batas waktu.

Akbar mengharapkan kepada seluruh kalangan, baik tokoh agama, tokoh pemuda, kepala desa serta PKK dan kader posyandu yang ada di wilayah kerjanya untuk mendukung dan mensukseskan dalam rangka menciptakan hidup sehat serta menjaga kebersihan lingkungan demi tercapainya kehidupan yang sehat.

“Dan itu adalah langkah awal untuk mendukung kita agar bisa menjadi Puskesmas Terakreditas,”katanya.

Puskesmas Terakreditasi, menurutnya akan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat luas. Salah satunya, jika ada pasien yang selama ini belum mendapatkan pelayanan yang baik akibat keterbatasan fasilitas maka akan lebih baik karena fasilitasnya bertambah. Masyraakat juga tidak lagi tertunda untuk berobat.

Jika tahun 2019 puskesmas ini tidak terakreditasi, maka bisa saja puskesmas ini akan dinonaktifkan, yang rugikan masyarakat itu sendiri.

“Maka saya sangat mengharapkan penuh agar para kepala desa dan BPD serta lapisan masyrakat mau dengan senang hati untuk menciptakan lingkungan yang bersih serta tidak lagi membuang sampah sembarangan serta tidak membiarkan air tergenang karena itu mengundang banyak penyakit, dan malah itulah salah satu bentuk penilaian dari tingkat pusat agar bisa terakreditasi,” ungkapnya.

Dia juga menghimbau para kepala desa menambah kucuran Dana Desa bagi perbaikan gizi warga kuerang mampu. “Jangan hanya mengandalkan insentif dari kami saja karna itu tidak cukup,” katanya.

“Harusnya ada penambahan perbaikan gizi lagi dari pihak lain agar gizi buruk ini bisa teratasi, belum lagi masalah lansia itu juga harus kita perhatikan karna kadang yang lansia ini tidak ada yang mampu mengurusnya dengan benar. Dan saya akan selalu berupaya agar kita bisa mencapai Akreditas ini,” ujarnya.

 

Peliput : Jakfar Nasution

Sumber tambahan : Media Indonesia

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakyat Tak Ingin Lagi “Pilih Kucing dalam Karung” ke Senayan

    Rakyat Tak Ingin Lagi “Pilih Kucing dalam Karung” ke Senayan

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pengalaman publik menghirup kebebasan memilih wakilnya di parlemen tidak juga mendongkrak simpati bagi politisi Senayan. Publik menilai mereka yang pernah menjadi anggota DPR atau DPRD tidak terlalu layak untuk dipilih kembali menduduki kursi parlemen. Hasil jajak pendapat Kompas di 13 kota dua pekan lalu memperlihatkan publik cenderung menolak tiga jenis profesi untuk menduduki kursi legislatif. […]

  • Penceramah Disertifikasi Wawasan Kebangsaan, Untuk Apa?

    Penceramah Disertifikasi Wawasan Kebangsaan, Untuk Apa?

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban   Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut baru-baru ini membahas wacana sertifikasi wawasan kebangsaan bagi para penceramah agama di Indonesia. Dijelaskan Gus Yaqut bahwa sertifikasi wawasan kebangsaan ini bertujuan untuk penguatan moderasi beragama bagi para dai dan penceramah. Sehingga nantinya penceramah maupun dai […]

  • Free Sex Mulai Dilarang, Barat Kian Meradang 

    Free Sex Mulai Dilarang, Barat Kian Meradang 

    • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam     Sah! RKUHP telah disahkan menjadi Undang-undang. Kendati demikian, RKHUP tersebut mendapatkan banyak penentangan dari berbagai kalangan. Pasalnya, RKUHP yang disahkan mengandung banyak masalah dan tidak sesuai dengan realitas cara pandang yang dimiliki oleh masyarakat di negeri ini. Tidak terkecuali tentang pasal-pasal yang berkaitan dengan […]

  • DCS dapil 3 GOLKAR Madina

    DCS dapil 3 GOLKAR Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 GOLKAR

  • Upaya Percepatan Pembangunan Madina, Atika Temui Gubsu

    Upaya Percepatan Pembangunan Madina, Atika Temui Gubsu

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Dukungan pemerintah provinsi sangat vital dalam upaya percepatan pembangunan di Mandailing Natal (Madina). Terutama dukungan kebijakan, dana dan political will serta keselarasan antara kebijakan provinsi dan kabupaten. Hal itu mendorong Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menemui Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi di Medan, Jum’at (29/10/2021). Dalam pertemuan itu […]

  • Penambang Emas Ilegal Meninggal Tertimpa Kayu

    Penambang Emas Ilegal Meninggal Tertimpa Kayu

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jenazah Wawan (35) korban meninggal akibat tertimpa kayu di lokasi tambang emas ilegal Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal, diotopsi di RSUD Panyabungan, Jumat (13/05/2011). (Ist) |Sumber |: |Beritasumut

expand_less