Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
  • print Cetak
Onggara Lubis dan Hendra Barani Hutusuhut

Onggara Lubis (kiri) dan Hendra Barani Hutusuhut (kanan)

NATAL (Mandailing Online) – Bupati Madina diminta lebih progresif memediasi antara 4 desa di Kecamatan Natal dengan PT. DIS agar kebun plasma yang tak terrealisasi besalan tahun, bisa tuntas.

Dan, konflik antara warga Sikara-Kara, Buburan, Bintuas dan Sundutan Tigo dengan PT.DIS bukanlah persoalan yang rumit jika ada kemauan masing-masing pihak untuk menyelesaikannya. Yakni kemauan yang baik dari pemerintah daerah, PT. DIS dan masyarakat.

Itu dikatakan Ketua DPD KNPI Mandailing Natal (Madina), Onggara Lubis, Senin (16/5) terkait persoalan kebun plasma sawit yang tak kunjung terrealisasi sejak 1998 dari  PT Rimba Mujur Mahkota (RMM). Bahkan setelah melakukan take over kepada PT. DIS (Dinamika Inti Sentoas), tetap saja kebun plasma untuk warga 4 desa itu disebut-sebut belum direalisasi.

“Saya menghimbau pemkab Madina dalam hal ini Bupati Mandailing Natal untuk melakukan mediasi antara perusahan dengan masyarakat dalam upaya percepatan penyelesaian pembangunan kebun plasma, sehingga permasalahan ini tidak berlarut-larut dan menjadi ajang pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi dan menciptakan konflik yang berkepanjangan demi kepentingan dan keuntungan pribadi” tegas Onggara Lubis.

Sementara itu, Ketua PK KNPI Kecamatan Natal, Hendra Barani Hutusuhut menghimbau masyarakat 4 Desa yakni Sikara-Kara, Bintuas, Buburan dan Desa Sundutan Tigo di Kecamatan Natal, khususnya generasi muda  tidak terprovokasi dengan timbulnya permasalahan antara PT. DIS dengan beberapa oknum masyarakat agar permasalahan yang muncul saat ini tidak semakin keruh  sehingga mendapat solusi terbaik yang tidak merugikan pihak manapun.

“Berdasarkan pantauan kami di lapangan, PT. Dinamika Inti Sentosa  sudah melakukan pembangunan kebun plasma masyarakat 4 desa meskipun sepenuhnya belum dapat terealisasi, suatu hal yang wajar mungkin saja perusahaan menghadapi kendala di lapangan” tutur Hendra.

Lebih lanjut Hendra Barani Hutasuhut meminta kepada masyarakat 4 desa yang menjadi mitra PT. DIS untuk memandang persoalan ini secara jernih dan menyeluruh, tidak sepenggal-sepenggal sehingga menghasilkan kesimpulan yang benar dan tidak merugikan para pihak.

“Tidak ada gunanya bersengketa dengan perusahaan yang telah melakukan investasi  di wilayah kita, sebab yang namanya sengketa pasti para pihak sama-sama dirugikan, mari kita sama-sama menjaga kekondusifan sekaligus mencari solusi secara terbaik.

Editor             : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terlibat Pemerkosaan dan Pemerasan, Oknum Satpol PP Madina Terancam Dipecat

    Terlibat Pemerkosaan dan Pemerasan, Oknum Satpol PP Madina Terancam Dipecat

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Oknum anggota Satpol PP Pemkab Madina berinisial I terancam dipecat karena diduga kuat terlibat pemerkosaan dan pemerasan terhadap korban SN ( 20 ) dan pacarnya inisial Y pada hari rabu 6/11 kemaren di kawasan desa parbangunan tepatnya disebuah rumah kosong. Berkat keterangan korban SN kepada Polisi, oknum honor di Satpol PP […]

  • Kepala Desa Gunungtua Jae Diadukan ke Polisi

    Kepala Desa Gunungtua Jae Diadukan ke Polisi

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Desa Gunungtua Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina ditengarai tak lagi kapabel. Kepercayaan rakyat kepada Kepala Desa, Mardan Rangkuti terlihat kian menurun. Hari ini, Senin (3/2/2020) warga Gunungtua Jae mengadukan kepala desa mereka ke Polres Madina. Berkas pengaduan diterima Kasi Umum Polres Madina. Dua hari sebelumnya atau Sabtu (1/2) warga juga melakukan […]

  • (Melawan Lupa) TRAGEDI SUMATERA TIMUR 1946

    (Melawan Lupa) TRAGEDI SUMATERA TIMUR 1946

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: M Muhar Omtatok   Revolusi Sosial Sumatera Timur disebut oleh sebagian sumber merupakan gerakan sosial di Sumatera Utara Bagian Timur, terhadap penguasa Kesultanan dan Kerajaan Melayu yang mencapai puncaknya pada bulan Maret 1946. Masih menurut sebagian sumber, Revolusi ini dipicu oleh gerakan kaum komunis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan dengan alasan anti feodalisme. […]

  • Sibolga diguncang gempa 5,3 skala Richter

    Sibolga diguncang gempa 5,3 skala Richter

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Medan, (MO) – Kota Sibolga dan sebagian daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, diguncang gempa berkekuatan 5,3 skala Richter pada Kamis pukul 07.41 WIB. Kabid Pelayanan Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendra Suwarta di Medan, Kamis, mengatakan gempa itu berpusat di 1,45 derajat Lintang Utara dan […]

  • Kapolda Sumut Digoyang?

    Kapolda Sumut Digoyang?

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Isu penculikan anak menggila. Isu ini diduga sebagai upaya menggoyang kepemimpinan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno. Analisis tersebut disampaikan Pengamat Politik dari UMSU Arifin Saleh Siregar melalui telepon kepada wartawan di Medan, Senin (13/12/2010). Dijelaskannya, Oegro dikenal dikenal sebagai sosok yang tegas dan cerdas. Sehingga orang tertentu diduga menjadi terganggu. Lantas dibuatlah perlawanan […]

  • Warga Malintang Minta Saparuddin Haji Ciptakan Pemerintah Yang Baik

    Warga Malintang Minta Saparuddin Haji Ciptakan Pemerintah Yang Baik

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Pasangan Saparuddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay diminta jika menjadi bupati dan wakil bupati Madina supaya menciptakan pemerintahan yang baik dan tidak menyimpang. Permintaan itu disampaikan masyarakat Kecamatan Bukit Malintang kepada calon bupati Madina Saparuddin Haji Lubis saat melakukan silaturrahim di kawasan itu, Rabu malam (21/10). “Kita juga berharap, apabila nantinya paslon nomor […]

expand_less