Senin, 16 Feb 2026
light_mode

Warga Minta Polisi Tertipkan Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Batang Natal.IPN Desak Kapolda Evaluasi Kinerja Kapolres Madina

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
  • print Cetak

Alat berat jenis excavator saat beraktifitas melakukan pengerukan material tanah yang mengandung emas di wilayah Lubuk Panjang, Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Madina ( ist )

Batangnatal ( Mandailing Online ): aktifitas pertambangan emas ilegal di desa rantobi, tepatnya di lubuk panjang belakang Sekolah Dasar Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) kembali beroperasi. Pantauan Mandailing Online dilokasi, alat berat jenis excavator dan alat pencuci terlihat dilokai.

Keterangan masyarakat sekitar mengaku aktifitas ilegal itu telah berlangsung beberapa pekan terakhir.

” aktifitas mencari emas dilokasi itu kan sudah berlangsung beberapa pekan pak, kalau yang urusi dilokasi masih lingkaran keluarga kepala desa,” kata salah seorang warga bermarga nasution.

Alat berat tersebut kata warga digunakan untuk mengeruk material tanah yang mengandung butiran emas. Tanah tersebut akan di saring lewat alat manual yang ditukangi pekerja atau istilahnya box yang terbuat dari kayu dan karpet sebagai penyaring dan pemisah butiran emas dengan matrial tanah.

Alat manual yang digunakan pelaku tambang emas ilegal memisahkan material tanah dengan butiran emas ( ist )

Ia berharap aktifitas ilegal dan merusak lingkungan itu segera di hentikan aparat penegak hukum karena membuat sungai kotor dan tidak bisa digunakan.

Aktifitas tambang emas ilegal menggunakan alat berat memang lagi tren di wilayah Kabupaten ini. Lemahnya aparat penegak hukum membuat para mafia tambang emas ilegal secara leluasa beraktifitas.

Selain di wilayah Kecamatan Batang Natal dan Lingga Bayu. Wilayah Kecamatan Kotanopan juga tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat berkunjung ke Mako Polres Mandailing Naal pekan lewat telah mengintruksikan Kapolres untuk bertindak dan menghentika aktifitas pencurian harta negara tersebut. Namun hingga saat ini belum ada tindakan nya meski perintah itu datangnya dari Kepala Kepolisian Sumatera Utara.

Menanggapi lemahnya penanganan aparat kepolisian terhadapt pelaku tambang emas ilegal di Mandailing Natal Abi Harahap, Ketua Insan Pengabdi Negeri yang juga aktivis Pemuda Mandailing Natal (Madina) menyampaikan keprihatinan.

Menurutnya, Kapolres Madina kurang becus dalam menangani maraknya tambang ilegal yang semakin menjamur di sejumlah Kecamatan. Bahkan kata Abi, respons aparat sangat lamban terhadap persoalan yang jelas-jelas merusak lingkungan dan memicu keresahan warga.

“Tindakan yang dilakukan hanya terlihat pencitraan ala kadarnya, seolah bertindak namun lemah efek tindakannya.”ucap Abi Selasa (6/5/2025).

Sampai saat ini, Abi pun berujar, belum terlihat adanya langkah konkret dan menyeluruh dari Polres Madina untuk menertibkan tambang-tambang ilegal tersebut.

Sehingga kata Abi, pembiaran seperti ini bisa menjadi tanda lemahnya komitmen aparat dalam penegakan hukum dan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Terakhir, Abi mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolres Madina, dan mengambil langkah tegas demi menyelamatkan lingkungan serta memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di wilayah hukumnya.( napi )

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Desak Kejatisu Umumkan Nama-Nama Tersangka Taman Raja Batu

    Mahasiswa Desak Kejatisu Umumkan Nama-Nama Tersangka Taman Raja Batu

    • calendar_month Rabu, 1 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Mahasiswa berunjukrasa di Kejatisu mendesak mengumumkan nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Tapian Sirisiri dan Taman Raja Batu di Madina. Unjukrasa oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima Tabagsel) itu berlangsung di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatsu), Medan, Selasa (30/4/ 2019). Gaya teatrikal sangat […]

  • Konflik Antar Petani Akibat Irigasi Batang Gadis Kurang Urus (1)

    Konflik Antar Petani Akibat Irigasi Batang Gadis Kurang Urus (1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Jurnalis/Petani di Gunung Tua Jae Selain jurnalis, saya juga aktif bertani. Mengelola sawah seluas sekitar 1/3 hektar. Pun mengelola ladang bayam dan sawi seluas sekitar 2 rante. Posisi saya menulis artikel ini bukan saja dari sisi jurnalis, juga dari sisi petani. Sawah yang saya kelola terletak di hamparan persawahan Sialang, kawasan […]

  • Malam Tadi, Tiga Habib Isi Acara Tablik Akbar di Masjid Al Munawaroh Panyabungan III

    Malam Tadi, Tiga Habib Isi Acara Tablik Akbar di Masjid Al Munawaroh Panyabungan III

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ): Meski datangnya telat dan tak sesuai jadwal akibat perjalanan jauh, kedatangan Habib Reyhan Al Qadry, Habib Haydar Al Atthas dan Habib Ahmad Thoha Alaydrus senin malam 29/5/2023  ke Masjid Almunawaroh Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka Tablik Akbar Madina Bersholawat, tidak menurunkan niat warga muslim yang ingin […]

  • Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi. Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil. Itu satu […]

  • Brigadir Satu Norman mundur? Terserah saja

    Brigadir Satu Norman mundur? Terserah saja

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Surabaya (ANTARA News) – Niat Brigadir Satu “Chaiyya chaiyya” Norman Kamaru menanggalkan seragam alias pensiun dari keanggotaan polisi sepenuhnya terserah dia. Korps Brimob Mabes Polri tak akan menghalang. “Terserah dia. Itu khan urusannya sendiri, kami tidak keberatan,” ujar Kepala Korps Brimob Mabes Polri, Irjen Pol Syafie Aksa,l ketika ditemui di sela kunjungannya di Surabaya, Senin. […]

  • Akulturasi Elitis Mandailing: Standar Baru Kemajuan Madina

    Akulturasi Elitis Mandailing: Standar Baru Kemajuan Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution* Sulit menemukan pemahaman yang relatif seragam dalam hal budaya lokal. Lebih-lebih dalam hal kepemimpinan yang bersifat tradisional. Apalagi untuk membaca dan memahami sebuah prosesi adat yang belum “taradat”. Perpaduan unsur adat dengan nilai budaya yang asing atau baru dengan meninggalkan nilai-nilai adat itu sendiri dapat dipahami sebagai akulturasi. Dan, karena pemangku […]

expand_less