Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Warga Paluta Keluhkan Sampah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
  • print Cetak

Paluta, (MO)- Sejumlah warga yang bermukim di Kelurahan Pasar Gunung Tua dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan. Soalnya, tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir karena belum diangkut instansi terkait.
Warga khawatir tumpukan sampah di depan permukiman mereka itu akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Terlebih sejak adanya tumpukan sampah di dekat permukiman mereka warga terganggu kondisinya yang menimbulkan aroma tidak sedap dan mengganggu kenyamanan.

Pantauan wartawan di sejumlah tempat di Kelurahan Pasar Gunungtua, parit dan sampah tersebut memanjang di depan pasar, rumah maupun ruko milik warga, sampah yang terdiri dari bungkus roti, bungkus nasi, dan botol bekas lainnya menggunung di permukaan parit itu, diperkirakan tingginya sekitar satu meter akibatnya warga dan pengendara harus menutup hidung saat melintas di areal tersebut karena sampah yang telah membusuk yang berada persis dipinggir jalan maupun di dalam parit mengeluarkan bau tak sedap.

Gustap Siregar (28), warga lingkungan II mengatakan sampah-sampah berserakan tak jauh dari rumahnya. Akibatnya, bau busuk yang ditimbulkan dari sampah tersebut tercium sampai ke rumahnya.

“Baunya minta ampun. Kalau kita makan dan minum, lalat berterbangan ke mana-mana. Itu semua berasal dari sampah yang ditumpuk tidak jauh dari pemukiman kami,” ujarnya kepada Analisa, Selasa (20/11), dengan nada kesal.

Ia menjelaskan, sampah tersebut sudah meresahkan karena pada musim hujan saat ini baunya sangat menyengat. “Kita minta perhatian dari pemerintah setempat agar segera menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan, Andi Harahap (34). Menurutnya keterlambatan petugas kebersihan dalam mengangkut sampah di bak penampungan belakangan ini sangat meresahkan warga yang beraktivitas. Seharusnya pemda Paluta membuat solusi apabila ada hambatan diberitahukan kepada warga agar tidak warga yang mengeluh terhadap persoalan ini.

“Buktinya, sampai saat ini kondisi bak penampungan sampah semakin kurang mendapat perhatian oleh jajaran yang bertugas mengangkut sampah di kompleks tersebut, jadi sampah yang berserakan dimana-mana menimbulkan bau kurang sedap dan sangat menyengat,” ujarnya. (/analisa/ong)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga TBS di Madina Semakin Membaik

    Harga TBS di Madina Semakin Membaik

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus membaik. Dan dalam dua minggu terakhir, harganya kembali mengalami kenaikan Rp50 per kilogramnya dari sebelumnya Rp1.100 menjadi Rp1.150 per kg. Demikian dikatakan Sugeng (37), petani sawit warga Sinunukan, Kecamatan Sinunukan, kepada MedanBisnis, Senin (25/10) di Panyabungan. Disebutkannya, harga jual TBS sebesar Rp1.150 […]

  • Pemkab Madina Layangkan Teguran Ke-2 Kepada PT. Palmaris

    Pemkab Madina Layangkan Teguran Ke-2 Kepada PT. Palmaris

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) melayangkan surat teguran kedua terkait indikasi kebandelan PT. Palmaris Raya menyelesaikan persoalan sengketa lahan dengan warga Transmigrasi UPT 3 dan 4 desa lainnya di Kecamatan Batahan. “Kita sudah berikan surat tegoran kedua kepada perusahaan itu, batas tegoran kita berikan sampai pada 27 Desember 2013 ini agar mereka […]

  • Sengketa lahan di Paluta ricuh

    Sengketa lahan di Paluta ricuh

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA – Terkait sengketa lahan yang terjadi antara warga dengan PT Wonorejo Perdana di Ujung Gading, Kecamatan Simangambat Kabupaten Padanglawas Utara yang tak kunjung tuntas berujung kemarahan massa. Satu unit alat berat milik perusahaan PT Wonorejo Perdana dibakar massa, setelah buldozer tersebut melakukan perusakan lahan sawit masyarakat sehingga warga mengamuk. Dari peristiwa itu, empat warga […]

  • Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Rencana pembukaan jalan propinsi yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan menuju Hapung Kabupaten Padang Lawas, tinggal menunggu izin dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Demikian disampikan Camat Panyabungan Timur Awaluddin kepada MedanBisnis, Rabu (23/3) di Perkantoran Pemkab Mandailing Natal, Parbangunan, Kecamatan Panyabungan. Dijelaskannya, usulan dari Madina telah disetujui oleh Badan Perencanaan […]

  • Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rois Syuriah PCNU Kabupaten Mandailing Natal H. Miswarruddin Nasution menggelar acara silaturrahim di rumah kediaman Mustsyar NU Mandailing Natal Dr. H. Safii Siregar. Dalam silaturrahim ini, H. Miswarruddin Nasution meminta kesediaan Dr. Safi’i Siregar untuk maju sebagai calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Madina periode 2015-2020 dalam Konperensi Cabang […]

  • Tapanuli Tengah Berduka Kembali Dengan Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tiri

    Tapanuli Tengah Berduka Kembali Dengan Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tiri

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Pemerhati Keluarga dan Generasi Muda Saat bulan suci Ramadhan kita dikejutkan kabar yang bertubi-tubi menyiksa diri. Setelah kabar tindak pidana narkoba sekarang kita dikejutkan dengan kasus tindak pidana pencabulan anak. Seorang ayah di Tapanuli Tengah tega memperkosa anak tirinya sendiri sampai hamil. Pelaku berinisial DH (35) tega mencabuli anaknya yang […]

expand_less