Rabu, 18 Mar 2026
light_mode

Warga SP 2 Singkuang Berharap Pengaspalan Jalan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Mar 2016
  • print Cetak
Sejumlah warga SP 2 Singkuan diperjalanan menuju pemukiman

Sejumlah warga SP 2 Singkuan diperjalanan menuju pemukiman

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) Hidup di perkampungan Transmigrasi SP 2 Desa Singkuang II Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, sangat menyiksa dan derita yang tiada habis.

Sebanyak 325 kepala keluarga yang melangsungkan hidup di perkampungan ini sejak ditempatkan sebagai warga transmigran tahun 2004 lalu harus menanggung kemiskinan akibat infrastruktur yang tak bagus dan sumber air minum yang tidak ada.

Kondisi badan jalan menuju dan dari lokasi perkampungan ini masih jenis tanah sangat berlumpur dan licin ketika musim hujan, sebaliknya akan menimbulkan kepulan debu di masa kemarau.

Infrastruktur jalan yang masih seperti ini menyebabkan kendala lalulintas menuju dan dari desa itu yang berdampak pada mandegnya mobilisasi sosial dan lalulintas perekonomian warga.

Untuk mendapatkan air minum saja, mereka harus keluar dari perkampungan. Jika jalannya jenis aspal maka tak terlalu masalah bagi warga, tetapi akibat jalan yang sulit dilalui menyebabkan memperoleh air minum saja harus menempuh jalanan yang sulit dilalui.

Belum lagi berobat bagi warga yang sakit, lagi-lagi infrastruktur jalan yang menjadi kendala utama, termasuk untuk membeli bahan makanan pokok harus keluar dari perkampungan.

“ Sudah beberapa tahun lamanya usulan kami sampaikan kepada pemrintah, namun belum ada resfon,” ungkap Budiman Laoly, tokoh masyarakat kepada wartawan, Minggu (27/3).

Laoly mengatakan, pembangunan jalan merupakan hal yang paling utama bagi masyarakat, sebab untuk memenuhi kebutuhan air bersih harus ke pasar, untuk berobat ke puskesmas warga harus menempuh jalan 3 sampai 5 kilo meter.

“Semua kebutuhan sehari-hari warga harus berhubungan ke luar. Sebab untuk bercocok tanam kondisi tanah tidak bisa karena gambut yang sangat dalam mencapai 6-8 meter, akibatnya warga juga sulit memperoleh air bersih. Kalau untuk MCK kita manfaatkan air payau yang berwarna kecoklatan. Begitu juga untuk pendidikan harus berjalan kaki,” ujarnya.

Kondisi tersebut sudah 10 tahun ini dialami oleh warga sejak mereka ditempatkan pemerintah sebagai warga transmigrasi pada tahun 2004 lalu.

Hal senada juga disampaikan warga lain, Karto. Pada waktu keluarga mereka sakit, mereka terpaksa menunggu sebelum dibawa berobat. Hal itu katanya karena jalan yang cukup sulit menuju rumah mereka.

“Kami masyarakat bawah berharap agar jalan dibangun, agar kesusahan kami yang belum merasakan hasil panen sawit, bisa kami rasakan melalui jalan yang bagus. Tentu jika jalan sudah permanen atau aspal, kami lebih mudah mencari nafkah di luar. Untuk itulah kami harapkan keluhan kami didengar para pemimpin di Mandailing Natal,” harapnya.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Pemberitaan, Wartawan Waspada Diancam Akun Rizki Nasution

    Terkait Pemberitaan, Wartawan Waspada Diancam Akun Rizki Nasution

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online): Salah satu wartawan media Harian Waspada Kabupaten Mandailing Natal mendapat ancaman berupa serangan dari akun facebook milik Rizki Nasution yang diduga merupakan warga desa Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Dalam percakapan singkat melalui messenger antara wartawan dengan pemilik akun Rizki Nasution, terlihat pemilik akun merasa tidak senang akibat pemberitaan yang dilakukan […]

  • Wakil Bupati Madina : Pembukaan Jalan Raya Madina-Palas Diharap Dongkrak Ekonomi Masyarakat

    Wakil Bupati Madina : Pembukaan Jalan Raya Madina-Palas Diharap Dongkrak Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Pembukaan badan jalan raya jalur Madina-Palas diharapkan akan mendongkrak laju pertumbuhan perdagagan, jasa dan industri. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution, Selasa (8/8/2017) menyusul penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) pembukaan jalar Madina-Palas. Penandatanganan MoU itu dilakukan Dirjen Bina Marga Kementerian PU dan Pangdam I/BB serta Kepala Balai […]

  • Rancu Pendidikan

    Rancu Pendidikan

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Roy Samsuri Lubis Editor / tinggal di Madina Pendidikan secara umum diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan menurut Ki […]

  • Amru Siap Gantikan Syamsul

    Amru Siap Gantikan Syamsul

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Mantan Bupati Mandailing Natal Amru Helmi Daulay SH yang kini Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara menyatakan kesiapan dirinya memimpin Golkar Sumut jika mendapat restu dari DPP dan dukungan DPD II Golkar se Sumut. Namun demikian, Amru mengaku tidak terlalu ngotot untuk mengisi kekosongan pimpinan Golkar Sumut pada saat ini. Hal itu […]

  • Waspadai 20 titik longsor di Sumut

    Waspadai 20 titik longsor di Sumut

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)- Dinas Bina Marga Sumatera Utara mencatat adanya 20 lokasi rawan longsor yang harus diwaspadai masyarakat ketika mudik dan balik pada Lebaran 1433 Hijriyah. Kepala Dinas Bina Marga Sumut Effendi Pohan di Medan, mengatakan, ke-20 lokasi rawan longsor tersebut cukup tersebar dan ada yang lintas kabupaten/kota. Diantaranya, kawasan Tanah Abang di Lubuk Pakam, Kabupaten […]

  • MEMANGGUL BAN DALAM

    MEMANGGUL BAN DALAM

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua orang kaum perempuan di Desa Jambur Baru Kecamatan Batang Natal memanggul ban dalam ukuran besar menuju sungai hendak mengumpul pasir dan batu sebagai mata pencaharian alternatif. Belakangan ini tingkat pendapatan masyarakat di Batang Natal sangat rendah akibat masih rendahnya harga karet yang selama ini sebagai mata pencaharian utama penduduk di Batang Natal. (foto : […]

expand_less