Home / Seputar Madina / Arus Balik Terganggu Akibat Premium Langka di Madina

Arus Balik Terganggu Akibat Premium Langka di Madina

Bahan bakar minyak jenis premium langka di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak Senin memasuki arus balik Lebaran, sementara sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan stok akibat meningkatnya kebutuhan pengguna kendaraan.

Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu arus balik Lebaran yang mulai mendekati puncaknya H+5, meski Pertamina sudah menambah pasokan BBM, namun kebutuhan konsumen belum terpenuhi, demikian dilaporkan kontributor ANTARA dari Panyabungan, Selasa.

Kelangkaan premium mulai terjadi di Mandailing Natal, sejak Lebaran dan memasuki arus balik, bahkan beberapa SPBU di daerah ini sudah kehabisan stok premium sejak pagi hari.

Berdasarkan pantauan ANTARA tiga unit SPBU yang berada di Kota Panyabungan sudah kehabisan stok. Hal yang sama juga terjadi di tiga SPBU lainnya diperkirakan hanya mampu melayani konsumen bebera jam berikutnya karena sudah diserbu pembeli.

Salah satu penjaga SPBU Pasar Baru, Hendri Matondang, terpaksa menutup mesin pompa premium karena BBM jenis tersebut sudah ludes terjual. Hendri mengaku kelangkaan premium bukan karena keterlambatan pengiriman melainkan tingginya kebutuhan sejak Lebaran dan arus balik.

“Kita sudah kehabisan stok sejak Senin pagi, terpaksa kita matikan mesinnya sampai pasokan dari Pertamina datang. Kelangkaan akibat melonjaknya kebutuhan terutama arus balik, sedangkan pengiriman tidak bermasalah, bahkan SPBU ini sejak musim mudik mendapat penambahan jatah 2.000 liter per hari,” terang Hendri Matondang.

Kondisi ini sebetulnya sudah diantisipasi Pertamina sebelumnya, sejak memasuki musim mudik Pertamina sudah menambah jatah stok BBM ke daerah ini. Untuk setiap SPBU, Pertamina telah menambah pasokan sebanyak 2.000 liter premium per SPBU setiap hari.

Setiap SPBU yang biasa menerima pasokan 16.000 liter premium, sejak memasuki arus mudik ditambah menjadi 18.000 liter per hari.

Di Kabupaten Mandailing Natal terdapat enam unit SPBU, hingga siang ini cuma dua SPBU yang masih memiliki stok premium. Rencananya premium baru masuk lagi.

Kelangkaan premium ini dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran arus balik Lebaran tahun ini, apalagi hari ini diperkirakan sudah memasuki puncak arus balik.

Pemudik sepeda motor yang memiliki kapasitas tengki terbatas terpaksa menambah kapasitas tengki kenderaannya dengan botol air mineral. Para pemudik mengaku melakukan hal ini karena takut kehabisan premium dan tidak ada yang jual.

Ridwan Lubis salah satu pemudik dengan kenderaan roda dua, mengaku terpaksa membeli premium cadangan karena takut premium tidak tersedia di sepanjang jalan menuju tempat mereka masing masing.

“Satu tangki motor ini tidak cukup sampai ke rumah, terpaksa membeli cadangan karena di kios pengecer pasti sudah tidak ada karena premium sangat sulit,” keluh Rdwan Lubis.

Para pemudik berharap agar ketersediaan premium di SPBU segera diantisipasi Pertamina dengan mengirim stok BBM ke semua SPBU agar pemudik tidak terganggu dalam perjalanan.

Bagi pemudik yang melintas di daerah Mandailing Natal, diharapkan mengisi penuh tangki kenderaannya agar tidak sampai mogok ketika memasuki kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat tersebut.***2***
sumber :antarasumut

Comments

Komentar Anda