Home / Editorial / Milad Madina Yang Menyatukan

Milad Madina Yang Menyatukan

Sidang paripurna DPRD Madina memperingati ulang tahun (milad) Kabupaten Mandailing Natal ke-15 kali ini merupakan perhelatan yang penuh makna. Milad ini ini dapat dikatakan sebagai salah satu momen menyatunya semua pihak dalam satu titik yang sangat berarti bagi dinamika Madina ke depan.

Betapa tidak, kehadiran salah satu tokoh penting penggagas pembentukan Kabupaten Mandailing Natal hadir di milad Madina ini, yakni H. Pandapotan Nasution, SH. Sejak dulu semua telah mengetahui bahwa Pandapotan merupakan figur utama yang melang melintang penuh perjuangan berliku serta pengorbananan bagi lahirnya kabupaten ini pada era tahun 1990-an.

Dan semua juga menyaksikan bahwa sejak HUT ke-1 hingga HUT ke-14 Madina, tak pernah ada satu lembar undangan pun kepada Pandapotan Nasution. Seolah jasanya yang besar dilupakan begitu saja, tak ada penghargaan. Tentu itu merupakan kepiluan bagi kita, bagi sejarah Madina.

Tetapi akhirnya kepiluan itu terobati manakala Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution secara khusus mengundang Pandapotan Nasution menghadiri HUT Madina ke-15 ini. Bukan saja untuk hadir, bahkan Pandapotan Nasution didaulat menyampaikan pidato penting tentang liku-liku pendirian Kabupaten Mandailing Natal pada sidang paripurna HUT Madina di DPRD Madina, Senin lalu. Tak cukup, piagam penghargaan juga diberikan kepadanya.

Lalu, milad Madina kali ini pun menjadi penuh makna, karena hadirnya tokoh-tokoh penting Madina. Dan ini merupakan satu langkah yang teramat bagus bagi menyatunya kembali semua pihak dalam satu bingkai kebersamaan. Dimana juga hadir mantan bupati Amru Daulay, para mandat Sekda serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Gambaran menyatunya pihak-pihak ini, menurut hemat kami merupakan satu situasi yang sangat penting bagi kesinergisan dan kekondusifan Madina ke depan, dimana situasi kondusif merupakan salah satu modal utama bagi kekuatan pembangunan suatu daerah.

Tak hanya itu, buah fikiran dan aura semangat dari para tokoh-tokoh penting tersebut juga diyakini menjadi salah satu modal besar bagi perjalanan pembangunan Madina ke depan.

Selama ini Madina begitu banyak menghadapi dilema akibat konflik yang tak habis-habisnya menyebabkan konsentrasi pemerintah daerah berkurang pada dinamika pembangunan itu sendiri.

Akhir kalam, semoga milad Madina tahun ini membawa perubahan yang besar dan terbaik bagi perjalanan Mandailing Natal serta rakyat Madina ke depan. Imada.***

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar