Home / Seputar Madina / 20 Tahun Madina : Arah Kebijakan Pembangunan Tak Jelas

20 Tahun Madina : Arah Kebijakan Pembangunan Tak Jelas

Fahrizal menyampaikan paparan di talkshow “Refleksi Dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Mandailing Natal” di Abara Hotel, Panyabungan, Minggu (10/3/2019).

 

PANYABUNGAN (Madailing Online) : Kebijakan arah pembangunan Kabupaten Mandailing Natal dewasa ini tak jelas kemana arahnya.

Itu diungkap Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH saat menjadi pemateri di Talkshow “Refleksi Dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Mandailing Natal” di Abara Hotel, Panyabungan, Minggu (10/3/2019).

Dalam dua tahun terakhir saja, dimana anggaran APBD Mandailing Natal (Madina) yang sudah di atas 1 triliun rupiah, menurut Fahrizal tak terlihat kemana arah kebijakan pembangunannya.

Oleh karena itu, dia berharap munculnya kebijakan-kebijakan yang inovatif dan kreatif dari pemerintah Kabupaten Madina agar sinergitas alokasi APBD dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sepanjang inovsi kebijakan masih jalan ditempat atau penyusunan program justru terkesan masih copy paste, sepanjang itu pula kondisi perekonomian masyarakat Madina tetap dalam kondisi kemiskinan.

Padahal, secara Sumber Daya Alam, Madina merupakan daerah pemilik potensi yang tiggi. Tetapi, berdasar hasil rangkaian reses yang dilakukannya menunjukkan bahwa rakyat Madina masih belum banyak yang beranjak dari kemiskinan.

Bahkan, jika dipantau di pasaran, komoditas ikan hingga produk kuliner, pasar Madina masih didominasi produk-produk dari Sumatera Barat.

UKM hingga usaha-usaha yang berbasis agribisnis dan agroindustri juga dinilai masih belum menggembirakan perkembangannya. Kondisi ini harus menjadi perhatian di usia Madina yang sudah 20 tahun.

Fahrizal juga menghimbau agar agar semua pihak termasuk pihak pemerintah daerah untuk menghilangkan kepura-puraan. Sebab, saat ini sikap kepuraan-puraan masih kuat menyelimuti dinamika pembangunan.

Talkshow itu diselenggarakan Forum Mandailing Maju dan Bermartabat. Menghadirkan pemateri tokoh pemekaran Madina H. Pandapotan Nasution; praktisi hukum H. Muhammad Amin Nasution,SH.MH; budayawan Askolani Nasution, serta anggota DPRD Sumut H. Fahrizal Efendi Nasution dan Burhanuddin Siregar.

 

Peliput : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: