Seputar Madina

450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

Penduduk menorehkan tandatangan penolakan PLTP Sorik Marapi, Kamis (18/2/2021) di kawasan Pasar Baru Panyabungan. Foto : Bakty Wijaya/MNC Trijaya Mandailing Natal

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 450 penduduk Mandailing Natal menandatangani petisi penolakan PLTP Sorik Marapi yang dikekola PT.SMGP.

Angka itu merupakan jumlah awal dari gerakan petisi penolakan Pembangkit Listrik Panas Bumi Sorik Marapi.

Jumlah tandatangan itu dicapai pada Kamis (18/2/2021) yang dilaksanakan aliansi mahasiswa di jalan raya kawasan Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Para pelintas menandatangani bentangan kain yang disediakan mahasiswa sebagai wadah penolakan kehadiran PLTP Sorik Marapi.

Gerakan petisi itu masih berlangsung rentang satu hari dan sati titik.

Belum ada kepastian kelanjutan gerakan ini untuk beberapa hari ke depan dan lebih banyak titik yang berpotensi menambah jumlah tandatangan penduduk Mandailing Natal.

“Kami melatarbelakangi kegiatan ini dikarenakan kami menilai sampai pada saat ini belum adanya proses hukum yang pasti terhadap insiden yang terjadi pada tanggal 25 Januari terkait bocor gas beracun dari PT SMGP yang menyebabkan meninggalnya 5 warga Sibanggor Julu dan puluhan warga di larikan Ke RSUD Panyabungan dan RS Permata Madina,” ujar Kordinator Aksi, Sefly Porkas sebagaimana dikutip MNC Trijaya Mandailing Natal, Kamis.

Sejumlah warga yang sudah menorehkan tanda tangan menyatakan bahwa tragedi Sibanggor Julu sebagai suatu yang sangat mengerikan karena adanya anak di bawah umur yang menjadi korban tewas akibat kelalaian perusahaan.

Sementara itu, Rajab Hasibuan yang juga kordinator aksi mengatakan “petisi tolak PT SMGP dan adili dirut PT SMGP Yan Tang” itu berharap pemerintah daerah dan Poldasu harus mengadili pihak perusahaan yang dinilai lalai penyebab hilangnya nyawa penduduk Sibanggor Julu.

Sumber : MNC Trijaya Mandailing Natal
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.