Budaya, Seputar Madina

Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Aksara tulak-tulak sebagai jati diri orang Mandailing harus dilestarikan semua pihak. Sebab aksara tulak-tulak merupakan produk kebudayaan etnis Mandailing.

“Dari 7 jenis aksara yang ada di Indonesia, salah satunya adalah aksara Mandailing yakni aksara tiulak-tulak. Sementara bahasa Mandailing merupakan salah satu bahasa dari 746 bahasa di Indonesia,” ujar budayawan Mandailing, Muhammad Bakhsan Parinduri pada sosialisasi penulisan surat tulak-tulak di Kotanopan.

Sosialisasi ini diselenggarakan Pusat Informasi dan Dokumentasi Mandailing Sumatera Utara dari tanggal 21-22 Juni 2013 di Sopo Sio Parsarimpunan Ni Tondi Mandailing, Saba Garabak, Hutapungkut Jae, Kotanopan, Mandailing Natal.

Dikatakannya, surat tulak-tulak adalah aksara bahasa Mandailing yang ditinggalkan nenek moyang dan membutuhkan pelestarian. Saat ini, orang Mandailing sendiri sangat sedikit yang bisa menuliskan dan membaca aksara ini.

“Kalau tidak dilestarikan, surat tulak-tulak ini akan punah. Begitu juga ketentuan Unesco, kalau suatu bahasa atau tulisan tidak dikuasai minimal 10 ribu orang maka dianggap punah,” ujarnya.

Peliput : Lokot Husda Lubis
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

2 thoughts on “Aksara Mandailing Butuh Pelestarian

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.