Home / Seputar Madina / Atika Kumpul Fakta Permasalahan UKM

Atika Kumpul Fakta Permasalahan UKM

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Senin kemarin (22/6/2020) Atika Azmi Utammi Nasution mengunjungi sejumlah pelaku UKM di Panyabungan.

Kunjungan ini merupakan pengumpulan data dan fakta fakta ril tentang kendala, kesulita, peluang dan harapan para pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM).

Atika melakukan dialog langsung dengan pelaku UKM guna merekam seluruh masalah yang dihadapi pengusaha.

Dialog ini merupakan fakta ril. Dan fakta ril di lapangan adalah data yang paling akurat untuk menjadi rujukan bagi pengambilan keputusan.

Pengumpulan data ril ini mejadi penting mengingat selama ini kebijakan pemerintah terkesan selalu mengambang dan tidak solutif dan tak menolong UKM akibat kurangnya data ril dari lapangan.

Oleh karena itu, langkah Atika selaku kandidat wakil bupati Madina mendampingi kandidat bupati Jakfar Sukhairi Nasution adalah langkah jitu karena data dan fakta ril bisa diperolehnya secara langsung dari sumber utama.

“Siang ke sore saya berbaur dengan saudara saudari pelaku UKM. Banyak sekali informasi dan aspirasi mengenai keadaan real UKM dan ekspetasi untuk mambantu mencari jalan keluar permasalahan utama yang di hadapi oleh UKM. Modal adalah permasalahan pertama”, tulis Atika di akun Facebooknya, kemarin usai kunjungan itu.

“Pemerintah yang ingin menghidupkan kembali motor perekonomian, harus memutar pena menggambar skema permodalan dengan menggandeng bank BUMD maupun bank BUMN. Solusi menjawab keterbatasan modal tadi adalah pemerintah perlu menyediakan AKSES permodalan,” imbuhnya.

“Issu kedua adalah packaging. Dengan REPACKAGING, nilai jual bisa bertambah. Saya dan tim datang dengan sampel, dan Alhamdulillah diterima dengan baik. Sedikit tapi menambah nilai,” lanjut Atika.

Problema ketiga menurut Atika adalah fasilitas. Perlu penggunaan tekhnologi di UKM yang ada.

Untuk bandrek, mislanya, perlu mesin penggiling jahe dan pengiris gula aren. Untuk keripik ubi, perlu pemotong dan peniris minyak sehingga keripik terlihat lebih kering.

“Cukup simpel solusinya, anggaran kita juga cukup,” tulis Atika.

“Saya ingin ada perbaikan, mari bekerja bersama majukan UKM dan ekonomi. Salam perubahan. Enough is enough,” ujarnya mengakhiri.

Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: