Home / Seputar Madina / Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

Dokter RSU Panyabungan Diujung Tanduk

RDP dengan RSU Panyabungan di DPRD Madina, Senin (21/9/2020)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para dokter dan staf medis di RSU Panyabungan kini bagai di ujung tanduk risiko terinfeksi virus corona.

Bahkan petugas non medis juga sangat rentan tertular.

Kondisi rawan itu menyebabkan RSU Panyabungan sempat vakum alias tak melayani tindakan lanjutan terhadap pasien selama sekitar 2 pekan, dan sudah buka kembali sejak Sabtu kemarin.

Itu terungkap dalam Dengar Pendapat antara RSU Panyabungan dengan Komisi 4 DPRD Madina, Senin (21/9/202) di gedung dewan.

Posisi rawan tenaga medis itu menyusul banyaknya dokter dan staf medis RSU Panyabungan terkonfirmasi positiv corona sejak Agustus lalu.

Selain dokter yang terkonfirmasi positif, keluarga mereka juga terancam, bahkan salah satu suami petugaa medis sudah positif.

Terkait itu, para medis telah menulis surat terbuka yang dibacakan di RDP itu.

Surat terbuka itu berisi 5 poin pokok penting.

Pertama, bahwa mereka selaku petugas medis tidak menginginkan RSU Panyabungan ditutup berlama-lama.

Kedua, mereka bersedia membuka layanan kesehatan setelah ada perubahan sistem masuk pasien.

Diantara sistem itu adalah pemasangan basic data terkonfirmasi di Madina harus ada di UGD. Sebab UGD pintu pertama.

Ketiga, keselamatan tenaga medis dan non medis mutlak diperhatikan.

Sebab, posisi tenaga medis dan non medis di RSU Panyabungan bagai di ujung tanduk karena hanya menunggu giliran terinfeksi corona.

Selama ini, faktor yang paling layanan kesehatan adalah minimnya APD serta tidak tetatanya dengan baik sistem alur masuk pasien.

Keempat, Pemda harus memperlihatkan progres yang meyakinkan tentang pemutusan rantai corona, minimal grafik terkonfirmasi positif tak bertambah.

Kelima, para dokter harus dilibatkan dalam setiap rapat pembahasab Covid di Pemkab Madina.

Sebab, selama ini mereka tak sekalipun dilibatkan oleh pemkab.

Selain itu, ruang isolasi di RSU Panyabungan juga perlu penambahan dan memiliki kelengkapan standar isolasi.

Sebab, selama ini hanya 1 ruang isolasi, itupun tak lengkap.

RDP itu dipimpin Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubus, dihadiri Direktur RSU Panyabungan, Drg Bidasari serta para dokter.

Peliput : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: