Home / Seputar Madina / Dua Nyawa Hampir Melayang

Dua Nyawa Hampir Melayang


Panyabungan, Isu penculikan anak kembali menelan korban. Diduga komplotan penculik anak, dua orang warga Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, nyaris tewas dihajar massa di Desa Aek Banir, Kecamatan Panyabungan, Jumat (04/12/2010) dini hari.

Kedua korban bernama Ali Marsuki dan Ibrahim. Akibat pengeroyokan itu, keduanya menderita luka parah sehingga harus mendapat perawatan secara intensif di Rumah Sakit Permata Madina. Kepala kedua korban harus dijahit akibat luka yang diderita.

Penuturan kedua korban saat ditemui di RS Permata Madina, kejadian pengeroyokan berawal saat kedua korban hendak berkunjung ke Aek Banir dengan mengendarai mobil pribadi jenis Kijang Kapsul. Saat memutar mobil mau mengarah pulang, mobil yang ditumpangi kedua korban dicegat warga untuk memeriksa isi mobil.

Meski telah dilakukan pemeriksaan dan keduanya juga sudah menunjukkan KTP, warga Aek Banir tetap tidak yakin keduanya hanya sekadar berkunjung ke Aek Banir. Keduanya diduga komplotan penculik anak. Dugaan warga didasari merebaknya isu penculikan anak di Madina saat ini. Sejurus kemudian, warga Aek Banir langsung mengeroyok keduanya.

“Kami sempat melarikan diri, saya melarikan diri ke rumah warga sementara kawan saya Ibrahim lari ke hutan untuk meloloskan diri dari amukan masa. Dari rumah warga itu saya diambil massa dan saya langsung dihajar dengan dengan kayu. Tangan dan kaki saya diikat agar tidak ada perlawanan,” cerita Ali.

Kejadian ini diketahui kelurga Ali setelah Ibrahim kawan berhasil melarikan diri menelepon keluarga korban. Setelah keluarga Ali menerima telepon dari Ibrahim, keluarga Ali langsung melapor ke polisi.

Setelah keluarga korban melapor, polisi langsung berangkat ke Aek Banir untuk menyelamatkan Ali. Proses penjemputan korban berlangsung alot karena warga Aek Banir ngotot Ali adalah kompolotan penculik anak.

Wakakolres Madina AKP Hariyatmoko saat dikonfirmasi wartawan membenarkan pengeroyokan yang dilakukan warga Aek Banir. Pengeroyokan bermotif isu penculikan anak yang berkembang di Madina saat ini.

Meski diduga bermotif termakan isu penculikan anak, polisi yang menangani kasus ini berjanji akan tetap menindak para pelaku pengeroyokan sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

Memang hampir di setiap desa di Madina isu penculikan anak saat ini disebarluaskan melalui masjid. Masyarakat diimbau menjaga anaknya sehingga membuat warga siaga bahkan terkadang warga panik begitu melihat orang baru.

Padahal pihak kepolisian sudah berusaha memberitahukan kepada masyarakat bahwa isu tersebut tidak benar karena hingga hari ini belum ada warga yang melapor menjadi korban. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: