Home / Seputar Madina / Fahrizal Efendi Nasution Reses di Madina, Holong Mangalap Domu

Fahrizal Efendi Nasution Reses di Madina, Holong Mangalap Domu

SIABU (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumatera Utara, H Fahrizal Efendi Nasution,SH melakukan reses di Mandailing Natal, sejak 21 Pebruari 2021.

Banyak keluhan dan aspirasi rakyat mencuat dari enam desa lokasi reses itu.

Antara lain persoalan infrastruktur dan kebutuhan alsintan pertanian, ekonomi dan sosial.

Sama dengan reses-reses sebelumnya, reses di penghujung Pebruari ini juga sangat kental dengan falsafah “Holong do mangalap holong, holong do mangalap domu”. Suatu hubungan dengan konstituen yang dibangun Fahrizal gelar Sutan Kumala Bongsu Langgeng Alam ini.

Enam desa lokasi reses di dua kecamatan itu adalah :

Desa Mondan Julu, Hutabargot Setia, Bangun Sejati di Kecamatan Hutabargot.

Sedangkan di Kecamatan Siabu meliputi Desa Huraba 2, Desa Tanggabosi, Desa Tanjung Sialang.

Reses ini merupakan reses Tahun Sidang II 2020-2021.

Di kawasan Tanggabosi raya misalnya penduduk yang nyaris 90 persen petani masih belum banyak yang sejahtera. Minimnya kehadiran pemerintah daerah menjadi faktor sulinya pengembangan sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

Wacana yang bergulir pada reses di Tanggabosi itu didominasi persoalan-persoalan pertanian, mulai dari harapan kemudahan memperoleh pupuk hingga infarstruktur dan tehnologi pendukung pertanian.

Tanggabosi 1, Tanggabosi 2 dan Tanggabosi 3 adalah satu dari beberapa kawasan luas sentra produksi pertanian di Mandailing Natal.

Ketua BPD Tanggabosi II, Aliaman Pulungan pun dalam sambutan reses itu menyatakan terimakasih kepada Fahrizal yang diyakini mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat di Tanggabosi raya.

Kepala Desa Tanggabosi I, Safruddin Batubara misalnya berharap perbaikan sejumlah irigasi pertanian di kawasan itu serta pengembangan bangunan masjid.

Persoalan irigasi secara detail di kawasan itu diungkapkan tokoh masyarakat Musonnip Lubis bahwa dulu era Orde Baru petani mudah mendapatkan pupuk hingga bantuan ternak. Tetapi kini sangat sulit.

Bahkan irigasi pertanian masa kini sangat tidak mendukung. Dicontohkannya, pintu air Bondar Saba Olbung yang rusak dan butuh perbaikan karena air sulit karena dampak kerusakan sangat vital yakni hamparan sawah sekitar 150 hektar mengalami kekurangan air.

Keluhan yang sama dicuatkan tokoh masyarakat Tanggabosi, Amarullah Matondang tentang pintu Bondar Saba Bariba yang juga butuh perbaikan. Luas hamparan sawah yang harus diairi kurang lebih 100 hektar dimana kondisinya saat ini kekuarangan air.

Fakhrizal adalah politisi dari Partai Hanura Daerah Pemilihan Sumut 7 meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Kota Padangsidempuan.

Peliput : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: