Home / Berita Sumut / Gawat! Kadis Pertamanan Berani ‘Marahi’ Sekda Medan

Gawat! Kadis Pertamanan Berani ‘Marahi’ Sekda Medan


Medan,
Walikota Medan Rahudman Harahap memimpin rapat koordinasi persiapan Kelurahan Percontohan Kota Medan untuk ikut Lomba Kelurahan/Desa Percontohan Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Senin (25/04/2011) malam di pendopo rumah dinas Walikota Medan, Jalan Sudirman, Medan.

Tiga kelurahan yang ditetapkan menjadi percontohan adalah Kelurahan Besar Medan Labuhan sebagai Percontohan Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluaraga sehat Sejahtera (PTP2WKSS), Kelurahan Tanjung Rejo Medan Sunggal sebagai Percontohan Sepanjang Jalan Protokol Menuju Daerah Wisata dan Kelurahan Terjun Medan Marelan sebagai Percontohan 10 Program Pokok PKK. Ketiganya ditetapkan berdasarkan SK Walikota Nomor 411.4/718.K Tanggal 8 April 2011.

Rapat koordinasi persiapan kelurahan percontohan ini dihadiri Camat, Lurah, PKK serta pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Walikota dalam kesempatan tersebut meminta Pimpinan SKPD mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Selain itu para Camat dan Lurah yang daerahnya ditetapkan sebagai percontohan agar mampu mengupayakan kegiatan tersebut terlaksana.

“Saya minta kepada Camat dan Lurah mendukung kegiatan ini. Kalau pihak kecamatan dan kelurahan dapat mengupayakan sarana dan prasana pendukung, segera upayakan jangan meminta kepada pemerintah kota melalui dinasnya. Pembenahan di atas Rp10 juta pemko yang mendanai, di bawah Rp10 juta Camat dan Lurah yang mengatasinya,” ujar Rahudman.

Dia juga meminta Camat dan Lurah mampu membangun kebersamaan dengan para steakholder dan harus mempunyai target. “Jangan hanya berangan-angan, karena pelaksanaan kelurahan percontohan ini harus terlaksana. Para camat dan lurah diberi waktu 2 bulan sebelum jatuh masa penilaian yang dilakukan oleh tim supervisi dari provinsi pada September 2011,” tegasnya.

Menyangkut kelurahan percontohan sepanjang jalan protokol menuju daerah wisata, untuk wilayah Asam Kumbang, harus menjadi perhatian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Agar objek wisata tersebut menjadi suatu kebangggaan, adakan pendekatan dan buat MoU agar pengelolaannya hidup dan Walikota Medan meminta agar mengkaji ulang pengelolaan Asam Kumbang.

Sedangkan untuk kelurahan percontohan PTP2WKSS, Walikota Medan meminta menjadi fokus. “Ini menjadi fokus kepada para pimpinan SKPD. Apa yang sudah diprogramkan segera dikerjakan dan terlaksana di masyarakat. Saya beri waktu dua minggu, tiga kelurahan ini sudah terlaksana,” tegasnya.

Menyangkut persiapan usulan pengadaan perpustakaan di kelurahan percontohan, Rahudman menjelaskan, ini sudah menjadi program Pemko Medan dan diwajibkan setiap SKPD menyumbang buku bacaan kepada perpustakaan ini. (BS-024)
Sumber : Beritasumut

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: