Home / Seputar Madina / Hama Tikus Hantui Petani

Hama Tikus Hantui Petani


Panyabungan, Masyarakat petani Kabupaten Mandailing Natal masih merasa was-was dalam memasuki musim tanam kali ini. Pasalnya serangan hama tikus masih mengahantui karena sampai saat ini hama tikus belum bisa dibasmi habis.

“Kita merasa was-was dalam menghadapi musim tanam kali ini karena benih yang kita tabur untuk bibit menghadapi musim tanam kali ini selalu habis dimakan tikus,” jelas Sorkawi (34), salah seorang petani Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Jumat (10/12/2010).

Petani sangat mengharapkan pemerintah daerah dapat mengambil tindakan dalam menghadapi serangan hama tikus yang semakin hari semakin mengganas, karena dalam waktu dekat petani kita akan turun ke sawah memasuki musim tanam.

“Sesuai dengan pengalaman kita pada tahun lalu, hasil panen kita tidak maksimal akibat serangan hama tikus, padahal pada awal musim tanam tahun yang lewat kita sudah melaksanakan perburuan hama tikus,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Huraba II Kasmir Dalimunthe, mengatakan memasuki musim tanam kali ini pihaknya juga akan melaksanakan perburuan hama tikus. Namun bantuan pemerintah daerah juga sangat diharapkan dalam pelaksanaan perburuan hama tikus ini.

“Tahun yang lalu kita juga telah melaksanakan perburuan hama tikus namun hasilnya tidak maksimal, karena pada waktu itu perburuan hama tikus yang kita lakukan hanya mengandalkan alat seadanya,” katanya.

Dalam rencana perburuan hama tikus kali ini kita mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk memberikan bantuan alat dalam rencana perburuan hama tikus memasuki musim tanam kali ini.

“Bantuan dari pemerintah daerah dalam menanggulangi serangan hama tikus sangat kita harapkan, baik berupa alat pengasapan maupun yang lainnya sehingga dalam perburuan hama tikus kali ini membuahkan hasil yang sangat maksimal,” katanya.

Ditambahkannya, Kecamatan Siabu ini merupakan salah satu lumbung beras Kabupaten Mandailing Natal namun apabila tikus terus menyerang tanaman padi masyarakat dikhawatirkan Kecamatan Siabu sebagai salah satu lumbung padi Madina akan tinggal kenangan saja.

“Kita tidak mau nama Kecamatan Siabu sebagai salah satu penghasil padi di Kabupaten Mandailing Natal ini menjadi kenangan saja, untuk itu kita terus mengupayakan untuk membasmi hama tikus dengan cara perburuan setiap kali menjelang turun ke sawah, walaupun kita akui selama ini hasilnya tidak maksimal akibat keterbatasan alat,” jelas Kasimir. (BS-026)
Sumber : Berita Sumut

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: