Minggu, 15 Feb 2026
light_mode

Harga Karet Terendah Dalam Lima Tahun Terakhir

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
  • print Cetak

Medan – Tekanan terhadap harga karet di pasar dunia belum berakhir. Memasuki awal Oktober, harga karet diperdagangkan di bawah US$1,38 per kg yang merupakan harga terendah dalam 69 bulan terakhir atau sekitar lima tahun terakhir.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengungkapkan, khusus selama sepekan terakhir, melemahnya harga karet dipicu turunnya harga minyak mentah, penantian atas stimulus Bank Sentral Eropa, dan demonstrasi massal di Hongkong.

“Ketiga peristiwa itu menyebabkan perekonomian dunia tergoncang dan tak menentu sehingga harga sejumlah komoditas anjlok,” katanya kepada MedanBisnis, Jumat (3/10).

Diungkapkannya, selain lemahnya perekonomian AS, Tiongkok dan Jepang, perekonomian global juga ditekan ekonomi Eropa. Hal tersebut diperburuk oleh demo massa di Hongkong. Di tengah masih lemahnya perekonomian Tiongkok, unjuk rasa itu semakin membebani upaya pemulihan ekonomi. Aksi yang sudah berjalan beberapa hari itu menekan sektor keuangan, khususnya bursa saham.

Investor di pasar modal mulai khawatir menyikapi aksi itu dan melakukan aksi lepas saham. Demo massa itu menuntut pemerintah Tiongkok memberikan hak kepada warga Hongkong melakukan pemilu yang bebas. “Tak pelak, semua sektor ekonomi terkena imbas. Harga komoditas anjlok, termasuk karet yang saat ini tak lepas dari tekanan harga rendah,” ungkapnya.

Menyikapi lemahnya harga karet dunia, saat ini pemerintah Thailand menunda penjualan 200.000 metrik ton karet, sebuah langkah yang diharapkan membantu menenangkan petani dari ancaman protes karena harga merosot ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

“Saat ini, Kementerian Pertanian Thailand sedang memeriksa kualitas dan kuantitas persediaan dan meninjau strategi untuk memastikan bahan baku dijual dengan harga yang rasional. Langkah ini sejalan dengan permintaan petani agar prosesnya transparan,” jelasnya.

Sejak tahun 2011, harga karet Thailand telah turun 75% di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di Tiongkok sebagai pasar utama, yang akan mengurangi permintaan komoditas yang digunakan untuk ban dan berlanjutnya kelebihan pasokan dunia. Pemerintah Gajah Putih itu sedang mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan untuk membantu petani, tetapi telah mengesampingkan program pembelian untuk meningkatkan harga karena akan mendistorsi pasar, harga pun kian anjlok. “Saat ini, Thailand berencana mengadakan pembicaraan dengan Indonesia dan Malaysia untuk bersama-sama mengelola stok untuk menstabilkan harga,” tambahnya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera bergerak cepat mengatasi masalah harga karet itu. Maklum, saat ini petani dan pengusaha mulai merugi akibat harga karet tak kunjung naik. Bahkan, akibat kerugian yang dialami, sejumlah petani di berbagai daerah di Indonesia mulai mengkonversi lahan karet menjadi sawit.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengungkapkan, pemerintah dan pengusaha perlu mencari cara agar penyerapan karet dari pasar lokal meningkat. Hal tersebut dimaksudkan agar Indonesia tak terlalu bergantung pada ekspor yang akhir-akhir ini tak stabil. “Minimal industri dalam negeri dikuatkan sehingga penyerapan karet petani lebih banyak, bukan terus-terusan berharap pada pasar ekspor yang belum pasti,” katanya.
Selain itu, Indonesia juga perlu memperluas pasar dengan melirik negara-negara lain di Eropa dan Asia yang butuh karet. Dengan begitu, penyerapan karet di pasar dunia makin meningkat yang otomatis akan mengerek harga karet.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    Pajak Sawit, Pusat Menikmati, Daerah Merana

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lokasi perkebunan sawit itu berada di daerah. Tetapi justru pemerintah pusat yang selama ini menikmati uangnya. Yaitu pemasukan dari perkebunan-perkebunan sawit itu. Jenis pemasukan itu termasuk dari Bea Keluar (BK) dan Pungutan Eskpor (PE). Nilainya sangat besar. Daerah? Hanya menerima dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur, seperti kerusakan jalan dan jembatan akibat pengangkutan CPO. Tingginya potensi […]

  • Tapteng Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan

    Tapteng Pecahkan Rekor MURI Bakar Ikan

    • calendar_month Sabtu, 25 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Barus- (MO), Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil mencatatkan namanya di buku catatan Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan memecahkan rekor bakar ikan terpanjang dalam sejarah Indonesia. “Kami mengucapkan selamat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, dengan bangga dan hormat, MURI memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan berhak menerima Sertifikat Rekor Indonesia,” kata Tim MURI, Wawan dipanggung lokasi bakar ikan, […]

  • Syahrul Kembali Rombak Kabinet

    Syahrul Kembali Rombak Kabinet

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lantik 12 Pejabat Eselon II & 8 Eselon III SIDIMPUAN; Bupati Tapanuli Selatan H Syahrul M Pasaribu kembali merombak ‘kabinetnya’ dengan melantik dan mengambil sumpah serta janji jabatan 12 pejabat eselon II dan delapan pejabat eselon III, Jumat (11/2). Beberapa pekan lalu, Syahrul juga telah mengganti sejumlah pejabat eselon tiga di lingkungan Pemkab Tapsel. Pejabat […]

  • Mahasiswa Madina Tuntut Pemerintah Stabilkan Harga, Tolak Presiden 3 Priode

    Mahasiswa Madina Tuntut Pemerintah Stabilkan Harga, Tolak Presiden 3 Priode

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mahasiswa yang tergabung dalam Dema STAIN Madina dan Cipayung Plus menuntut pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok dan menolak 3 priode jabatan presiden RI. Tuntutan itu merupakan 2 dari 7 poin disuarakan dalam aksi unjuk rasa sekira 100 mahasiswa di gedung DPRD Madina, Selasa (12/4/2022). 7 Poin tuntutan itu: 1). Menolak Harga […]

  • Tunjangan guru di Madina dicairkan

    Tunjangan guru di Madina dicairkan

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sebanyak 608 guru negeri dan swasta yang memiliki sertifikasi untuk kuota tahun 2007-2008 dari semua jenjang pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Mandailing Natal (Madina) akan mendapat tunjangan profesi. Tunjangan ini akan dibayar selama enam bulan, mulai 1 November 2010 dan besarannya bervariasi atau berdasarkan gaji pokok masing-masing guru pada saat diusulkan. Kepastian […]

  • Bupati Madina lakukan reformasi birokrasi

    Bupati Madina lakukan reformasi birokrasi

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Seminggu usia Pemerintahan di Kabupaten Mandailing Natal dibawah kendali Aspan Sofyan Batubara sebagai penjabat Bupati Madina,yang dilantik pada Jum’at (17/9) dan pada senin (20/9) langsung melaksanakan tugas dengan melakukan rapat dan mengevaluasi kinerja para Pimpinan SKPD. “Bupati telah melakukan evaluasi seluruh SKPD yang ada dan menilai terlalu gemuk sehingga terjadi pemborosan keuangan negara,Aspan […]

expand_less