Home / Seputar Madina / Harga Karet Tocom 4 November Anjlok Kembali

Harga Karet Tocom 4 November Anjlok Kembali

 
Aksi profit taking masih terus berlangsung pada perdagangan karet di sebagian bursa komoditas internasional hingga memicu penurunan harga yang signifikan.

Harga karet Tocom dan juga Shanghai akhir perdagangan hari Rabu (4/11/2020) anjlok ke posisi terendah 2 pekan.

Penurunan di Tocom (Tokyo Commodity Exchange) ini diperkirakan akan berdampak pada penurunan harga karet di Indonesia termasuk Mandailing Natal (Madina) yang sudah mencapai kenaikan dalam tiga pekan terakhir.

Penjualan Kamis kemarin (5/11/2020) di Panyabungan harga karet mencapai Rp. 9.500 hingga Rp 10.000 per Kg. Dua pekan sebelumnya harga memulai lonjakan ke level Rp9.800 hingga Rp 10.500 per Kg, naik dari bulan sebelumnya yang masih di kisaran Rp 7.500 sampai Rp 8.000 per Kg.

Penurunan harga karet Tocom posisi 4 November 2020 ini merupakan yang terburuk sejak 1 Desember 2008. Hanya harga karet di Sicom (Singapore Commodity Exchange) yang masih menguat merespon pergerakan optimis harga minyak mentah.  

Aksi profit taking sudah berlangsung selama 4 sesi berturut dan sepertinya masih ada investor besar yang mau mendapat keuntungan besar. Pekan lalu harga karet di bursa SHFE dan Tocom melompat tinggi ke posisi tertinggi 3 tahun lebih, kemudian terpangkas cukup signifikan. 

Harga karet Tocom di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai yaitu kontrak bulan Maret 2021 akhir perdagangan sesi sore ditutup anjlok 20,00 yen atau 8,69% ke posisi 210.2 yen per kg, terburuk dalam 12 tahun.  Sempat bergerak tinggi ke posisi 225,9 setelah dibuka pada  posisi 224,8.

Harga karet di bursa Shanghai (SHFE), khusus untuk kontrak bulan Januari 2021 ditutup turun 420 poin atau 2,7% ke posisi 14850 yuan. Untuk harga karet di bursa Singapura – Sicom,  kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Januari 2021  ditutup menguat US$1,8 atau 1,19% dari harga sesi sebelumnya ke posisi 153,0.  

Sebelumnya, fundamental karet menguat setelah India melaporkan meningkatnya permintaan dari produksi ban yang memicu meningkatnya permintaan karet di pasar global. Sebagai informasi, India merupakan negara konsumen terbesar dunia kedua setelah China. Pekan lalu  China juga laporkan adanya peningkatan dalam industri otomotif negeri tersebut.

Sumber : Vibiznews
Editor : Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: