Home / Seputar Madina / Harimau Muncul di Gutungtua, Pangguris Takut Mangguris

Harimau Muncul di Gutungtua, Pangguris Takut Mangguris

Harimau Sumatera ilustrasi

PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Harimau muncul di kebun kawasan Gunungtua raya Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina).

Kemunculan jenis harimau Sumatera ini sudah berlangsung dalam dua pekan terakhir. Akibatnya, banyak petani penyadap karet (pangguris) takut ke kebun menyadap karet (mangguris).

Sejumlah warga Desa Gunungtua Julu dan Desa Gunungtua Lumban Pasir, Jum’at (21/6/2019) kepada Mandailing Online di warung Taisir Gunugtua Julu menyebutkan, harimau itu awanya muncul di kebun kawasan Talap sekitar 2 pekan lalu.

“Berdasar jejak kakinya, harimau itu sudah dewasa,” sebut Upin warga Desa Gunungtua Julu yang diamini warga lainnya.

Dua dari belasan ekor kambing milik Yusuf yang diternakkan di kebun Talap sudah dimangsa harimau.

Kambing itu dimangsa pada malam hari. Jejak darah kambing ditemukan pemiliknya sepanjang sekitar 100 meter dari titik kandang kambing menuju rerimbunan hutan.

Berdasar jejak darah itu, kambing-kambing tersebut diseret oleh harimau menjauh dari kandang setelah menerkamnya.

Belasan kambing yang belum dimangsa dievakuasi ke pemukiman besok harinya.

Berselang beberapa hari atau Rabu (12/16/2019) lalu, sejumlah warga Desa Gunung Tua Julu menemukan jejak kaki harimau di pinggir sungai Rantopuran tak jauh dari kebun Talap. Di lokasi itu juga ditemukan bangkai saparuh tubuh babi yang dipastikan sisa yang tak habis dimakan harimau.

Sejauh ini belum ada kabar adanya korban manusia atas kemuculan harimau tersebut.

Kemunculan harimau bukan saja di kawasan kebun Talap, tetapi juga sudah muncul di kawasan kebun Padang Harapan yang juga kawasan Gunungtua raya. Sehingga banyak petani karet di kawasan Padang Harapan, Sialapayung, Aek Salak dan Padang Kalas takut ke kebun.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungtua Lumban Pasir, Zulham Riadi menjawab Mandailing Online, Jum’at (21/6) menyatakan sebanyak 4 kepala desa telah menyurti pihak polisi dan Balai TNBG dan BKSDA Madina terkait kemunculan harimau tersebut.

Surat itu dikirim tanggal 19 Juni 2019. Keempat kepala desa yang menyurati itu meliputi kepala desa Gunungtua Julu, Gunungtua Lumban Pasir, Gunungtua Tonga dan Gunungtua Panggorengan.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

Comments

Komentar Anda

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: