Ekonomi

Imbas Wabah PMK, Penjualan Sapi Kurban di Madina Berkurang 50 %

PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Para penjual hewan kurban jenis sapi , sudah mulai melakukan aktivitas dagang sejak 1 Juni lewat . Namun, dampak wabah PMK sangat mereka rasakan. Mulai omzet dan jumlah sapi kurban yang menurun.

Aswar, penjual sapi kurban di Jalan Lintas Barat, Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengatakan omzet nya turun hingga 50% dan sapi yang dijual tidak sebanyak tahun lalu dampak dari wabah PMK.

“Penjualan hewan kurban tentu saja menurun dampak adanya wabah PMK( penyakit mulut dan kuku) , Omzet menurun sekitar 50%, selain itu faktor ekonomi masyarakat saat ini yang memang rada sulit.kata Aswar Pada Mandailing Online, Sabtu (17/6/2023).

Aswar mengaku, sapi kurban milik nya baru laku 20 ekor saja, padahal tahun lalu, 2 pekan jelang pelaksanaan pemotongan hewan kurban, hewan kurban nya sudah laku 40 an ekor.

Masalah harga kata Aswar, kenaikan dari tahun sebelumnya mencapai 2 juta rupiah, hal ini akibat pasokan yang sulit di peroleh.

” tahun lalu masih dikisaran 15 juta rupiah per ekornya, kalau tahun ini sudah 17 juta rupiah, naik 2 juta rupiah per ekor nya disesuaikan dengan usia hewan kurbannya” jelas Aswar.

Jelang Hari Raya Kurban, harga hewan kurban naik 2 juta rupiah per ekornya( fikri )

Saat ini, sapi kurban yang telah terjual masih di rawat oleh Aswar, satu hari sebelum hari pemotongan hewan kurban, baru di antar ke pembeli.

Aswar juga menyiapkan hewan kurban yang sesuai kriteria minimal usia 2 tahun, keadaan sehat dan tidak cacat. ( fikri )

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.