Home / Seputar Madina / Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut


Panyabungan.
Rencana pembukaan jalan propinsi yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan menuju Hapung Kabupaten Padang Lawas, tinggal menunggu izin dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia.
Demikian disampikan Camat Panyabungan Timur Awaluddin kepada MedanBisnis, Rabu (23/3) di Perkantoran Pemkab Mandailing Natal, Parbangunan, Kecamatan Panyabungan.

Dijelaskannya, usulan dari Madina telah disetujui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Jalan tersebut akan dijadikan sebagai jalan propinsi. “Kalau pemerintah kabupaten Padang Lawas sudah selesai membangun sampai perbatasan Madina tinggal kita yang belum bisa membangunnya karena masuk wilayah hutan register,” ujarnya.

Panjang jalan yang direncanakan dari Pagur menuju Palas sekitar 38 KM. sejauh ini sudah dilakukan perintisan jalan baik yang dibiyai oleh APBD maupun APBD Propinsi.

“Berastagi” Madina
Awaluddin melihat apabila rencana jalan ini terealisasi beberapa lokasi yang dilewati jalan ini mamiliki pemandangan yang menyejukkan, ibarat “Berastaginya Madina”, karena berada di daerah tinggi serta pemandangan alamnya masih asli dan asri. “Berastaginya Madina” ini akan terasakan di Desa Aek Gorsing.

“Selain itu, perekonomian masyarakat Panyabungan Timur sebagai penghasil Kopi, Karet, Kulit Manis dan hasil perkebunan lainnya tentu akan bergeliat. Pasalnya peluang pemasaran akan hasil bumi dari Madina akan terbuka untuk pangsa pasar Propinsi Riau,” harapnya.

Sahminan warga Panyabungan Timur menambahkan rencana pembangunan jalan propinsi ini sudah diketahui masyarakat dan mereka menyambut baik karena perekonomian masyarakat akan meningkat.

“Kita sangat mengharapkan Pemerintah untuk melanjutkan pembangunan jalan tembus Padang Lawas, karena saya yakin kalau ini sudah terbangun hanya butuh 5 jam kita menuju propinsi Riau dan ke Palas berkisar 3 Jam. Melihat realita ini hasil – hasil bumi akan lebih mudah untuk dipasarkan,” terangnya. (zamharir rangkuti)
Sumber : Medanbisnis

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: