Home / Seputar Madina / Jembatan Aek Kase Perlancar Warga Huta Tonga AB ke Sentra Produksi

Jembatan Aek Kase Perlancar Warga Huta Tonga AB ke Sentra Produksi

Jembatan Aek Kase Deda Huta Tonga AB, Kecamatan Tambangan, Madina. Foto: Oji

TAMBANGAN (Mandailing Online) – “Kami sekarang dapat menggunakan kendaraan menuju sawah dan kebun kami, walaupun musim hujan mendera”.

Itu kalimat sumringah dari Abdul Rahman (50) warga Desa HutaTonga AB, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal yang merasakan manfaat pembangunan infrastruktur dari Dana Desa.

Itu diungkap Abdul Rahman kepada Mandailing Online, Rabu (27/4/2021) saat dijumpai di dekat jembatan Aek Kase di desa itu.

“Dulu di sini hanya terhubung dengan jembatan darurat, yang hanya bisa dilalui kenderaan roda  dua dengan susah payah saat cuaca bagus. Sekarang akses penghubung sudah lancar untuk melewati jembatan Aek Kase ini begitu pula ketika membawa hasil pertanian atau kebun ke desa,” kenang Abdul.

Ia menyampaikan jembatan Aek Kase yang dibangun bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020 dengan panjang 6 meter dan lebar 2 meter telah mendaratkan asa warga HutaTonga AB setelah sekian lama terbatas dalam mobilisasi warga dan pemenuhan akses transportasi bagi hasil  pertanian dan kebun mereka.

Jembatan Aek Kase ini telah memperlancar mobilisasi warga dari dan menuju sentra usaha di masa pandemi Covid-19 yang belum juga usai.

Sementara itu, Kepala Desa HutaTonga AB, Ali Muda Hasibuan saat dijumpai di desanya, Rabu menyatakan, pembangunan jembatan Aek Kase, selain sebagai komitmen pemerintah desa dalam pembangunan yang menunjang kegiatan ekonomi warga, jembatan ini juga diharapkan mampu mendorong sentra produksi pertanian maupun perkebunan yang akan mengangkat perekonomian warga Desa HutaTonga AB, yang berpenduduk 873 jiwa dimana sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Diungkapnya, lahan persawahan di desa itu mencapai 950 hektar sementara untuk lahan perkebunan kurang lebih 1.200 hektar.

“Jadi keberadaan jembatan Aek Kase sangat urgen di dalam memperlancar aktifitas warga menuju lahan pertanian dan perkebunan warga”, katanya.

Meskipun saat ini sedang dilanda penyebaran virus Corona, namun aparatur pemerintahan Desa HutaTonga AB, tetap memfokuskan pembangunan yang sudah terjadwal.

“Dana Desa Tahun 2020  lalu sebagian besar terpakai untuk menanggulangi wabah virus corona dan BLT-DD untuk para warga pandemi virus covid-19. Namun pembangunan jembatan yang bersumber dari Dana Desa tahun 2020 itu keberadaannya sangat dibutuhkan dan diharapkan warga sekitar,” tegasnya.

Dana Desa merupakan faktor penting sebagai stimulus yang mampu mengubah dan mempelancar roda pembangunan ekonomi pinggiran.

Ali Muda Hasibuan menyatakan berkat Dana Desa pembangunan desa dapat terwujud. Program desa berjalan sesuai target waktu dan sesuai harapan karena didukung dana desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah. Adanya Dana Desa ini yang langsung dirasakan oleh masyarakat, dan saya berharap Desa HutaTonga AB terus berpacu membangun dan mensejahterakan masyarakat yang berdaya saing sesuai harapan pemerintah daerah Kabupaten Mandaiiling Natal,” ujar Kades yang selalu dekat dengan warganya itu.

Peliput: Oji Nasution

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: