Home / Seputar Madina / Kecamatan Nagajuang Juara Vaksinasi

Kecamatan Nagajuang Juara Vaksinasi

Bupati Madina, Ja’far Sukhairi (kemeja putih, membelakangi kamera) menyampaikan arahan di kantor Kecamatan Nagajuang, pekan lalu. Camat Nagajuang, Mukhsin Nasution (seragam cokelat paling kiri).

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecamatan Nagajuang unggul dari kecamatan lain dalam capaian persentase vaksinasi covid-19.

Kecamatan ini berhasil mencapai angka 74,25% vaksinasi, berdasar laporan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mandailing Natal per 18 November 2021.

Dalam laporan Satgas itu, Kecamatan Nagajuang hingga kini telah berhasil menyuntikkan vaksin dosis 1 kepada 2.676 orang dari target sasaran yang ditetapkan sebanyak 3.604 orang.

Sedangkan untuk dosis 2 sudah terrealisasi kepada 1.359 orang.

Sementara itu, berdasar kategori usia, penduduk berumur 31sampai dengan 45 tahun merupakan kelompok usia terbanyak yang bervaksinasi, yakni 851 orang.

Disusul kelompok usia 18 – 30 tahun sebanyak 654 orang. Kemudian usia 46 – 59 sebanyak 460 orang. Usia 18 sebanyak 430 orang. Usia 60 sebanyak 169 orang dan Lansia 171 orang.

Kecamatan peraih persentase peringkat II adalah Kecamatan Pakantan, yakni 70,82%. Realisasi vaksinasi dosis 1 telah mencapai 1.172 orang dari target sasaran 1.655 orang.

Capaian persentase terrendah adalah Kecamatan Batahan, yakni 32,10%. Realisasi vakasinasi dosis 1 masih di angka 5.376 orang dari target sasaran 16.746 orang.

Meski jumlah orang di Batahan lebih tinggi yang bervaksin dibanding penduduk Nagajuang, tetapi sistem persentase tetap menjadi acuan untuk mencapai herd immunity di suatu kawasan.

Persentase yang dicapai Kecamatan Nagajuang memungkinkan kecamatan itu memperoleh herd immunity (kekebalan kelompok).

InfeksiEmerging situs resmi Kementerian Kesehatan RI menerangkan, Herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Misalnya, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh. Dengan cara ini, penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan. Bergantung pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya 70% hingga 90% populasi membutuhkan kekebalan untuk mencapai kekebalan kelompok.

Peliput: Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: