Minggu, 15 Feb 2026
light_mode

Madina Darurat Narkoba, Korupsi dan Krisis Kepemimpinan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2016
  • print Cetak
Ridwan Rangkuti

Ridwan Rangkuti

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Saat ini Indonesia darurat Narkoba. Khusus Madina merupakan salah satu produsen narkoba jenis Ganja, bak menanam padi, habis panen ditanam lagi. Beruntung jika yang manennya Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat TNI dan Kepolisian, hasil panen tidak sempat beredar, tapi yang berbahaya jika yang memanennya petani ganja itu sendiri.

Itu diungkapkan Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Tabagsel, Ridwan Rangkuti,SH.MH dalam rilis yang dikirimkan kepada Mandailing Online, kemarin.

Hasil panen ganja akan di ekspor ke luar Madina, setelah kebutuhan dalam “negeri” Madina tercukupi. Tidak hanya remaja putus sekolah, pengangguran, para pemuda, bahkan anak sekolah, mahasiswa dan PNS pun terlibat penyalahgunaan narkoba, fakta menunjukkan bahwa para terpidana narkoba berasal dari semua lapisan masyarakat.

“Untuk itu saya himbau kepada BNN Madina, segeralah dilaksanakan test urine rutin kepada semua PNS Madina, para siswa dan pejabat eksekutif dan legislatif Madina,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Ridwan Rangkuti, selain darurat narkoba Kabupaten Mandailing Natal sekarang ini juga darurat korupsi. Fakta menunjukkan bahwa para pejabat Madina setiap tahun ada tersangka korupsi.

“Dari dulu saya selalu bilang Madina lahan empuk bagi pejabat yang bermental korup. Terbukti banyak pejabat Madina menjadi tersangka dan terpidana korupsi, dan akan semakin banyak tersangka korupsi jika Kejaksaan dan Kepolisian berani melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di setiap SKPD, terutama Dinas PU, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan,” ujar Ridwan Rangkuti.

Selain itu juga harus dilakukan penyelidikan kepada Dinas Pendapatan, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan, Sekretariat DPRD, Sekretariat Pemkab Madina, dan SKPD lainnya.

“Untuk itu saya berharap kepada Kejaksaan dan Kepolisian untuk bergerak cepat menyelidiki dan menyidik semua dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Madina,” tegas Ridwan Rangkuti.

Selain itu juga Kabupaten Madina sekarang ini krisis kepemimpinan. Saat ini Madina diambang kehancuran moral pejabat.

“Pada umumnya pejabat Madina bermental korup, karena para pejabat eksekutif dan legislatif dalam meraih posisi dan jabatannya diduga dengan cara yang tidak halal, mulai dari money politics, suap dan KKN,” ungkapnya.

“Akibatnya adalah para pejabat degradasi moral, yang hanya memikirkan uang masuk, olah sana olah sini, kesejahteraan masyarakat bukan prioritas, sehingga permasalahan yang ada dan yang timbul dalam masyarakat seperti kasus tanah tidak pernah selesai. Masyarakat Madina tetap menderita, hak-hak masyarakat atas tanah ulayatnya semakin jauh dari kepastian hukum, urainya.

“Inilah akibatnya jika pemimpinnya lahir dari cara yang tidak halal, di samping SDM pemimpin yang rendah, sehingga tidak tau apa yang harus dilakukan. Yang timbul hanyalah janji dan terus berjanji, berjanji lagi diingkari lagi, itu lah moral pejabat kita yang selalu mengumbar janji dan sumpah palsu. Madina oh madina, engkau selalu jadi rebutan, tetapi nasib mu selalu malang. Bak kata willem iskander : tinggal mahojolo anta piga taon inda uboto, muda au mulak muse, ulang be nian sai maoto,” ujar Ridwan.

Penerima rilis : Maradotang Pulungan

Editor              : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PEKAN lalu, saya menerima kiriman sebuah buku. Judulnya, “Kekerasan Budaya Pasca 1965.” (cetakan pertama, 2013). Penulisnya seorang doktor lulusan University of Queensland, Australia. Buku setebal 330 halaman lebih ini banyak memberikan pembelaan terhadap kaum dan ideologi komunis di Indonesia. Namun, tulisan dalam CAP kali ini tidak membahas masalah tersebut. Meskipun menggunakan […]

  • Saipullah Minta Warga Laporkan ASN Terlibat Tambang Emas Ilegal

    Saipullah Minta Warga Laporkan ASN Terlibat Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- Bupati Kabupaten Mandailing Natal, Saipullah Nasution meminta masyarakat melaporkan Aparatur Sipil Negara ( ASN ) yang terlibat dalam kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Hal ini diungkapkan Saipullah ketika dimintai keterangan terkait banyaknya ASN maupun honorer di Pemkab Madina yang terlibat baik sebagai penambang maupun sebagai donatur atau pendana. “Kita […]

  • Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 2)

    Sekilas Budaya Mandailing (Bagian 2)

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Z Pangduan Lubis (in memoriam) Masuknya penjajahan atau pemeritahan kolonial Belanda ke Mandailing terjadi pada waktu Belanda sedang berperang dengan Kaum Paderi di Minangkabau pada tahun 1830-an. Sebelum Belanda masuk ke Mandailing, beberapa tahun lamanya Kaum Paderi sudah lebih dahulu menguasai Mandailing. Salah satu tujuan penting dari Kaum Paderi menguasai Mandailing ialah untuk […]

  • Aswin Parinduri Mendaftar di Gerindra

    Aswin Parinduri Mendaftar di Gerindra

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, H. Aswin Parinduri mendaftar ke DPC Partai Gerindra, di Panyabungan, Jum’at (8/11/2019). Aswin Parinduri yang juga Ketua DPD Partai Golkar Madina ini datang ke Partai Gerindra didampingi Sekretaris DPD Golkar Madina, Erwin Nasution dan pengurus Golkar Madina lainnya. Rombongan Aswin Parinduri di terima langsung Ketua DPC […]

  • Pantai Barat Mandailing dan Sumtra Berpeluang Jadi Daerah Persiapan

    Pantai Barat Mandailing dan Sumtra Berpeluang Jadi Daerah Persiapan

    • calendar_month Senin, 29 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (SUMUT POS) – Usulan pemekaran Sumatera Utara (Sumut) mendapat ‘angin segar’. Meski Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) telah mengusulkan moratorium, tapi bagi usulan pemekaran yang sebelumnya telah dibahas DPR pada 2009-2014, tetap terbuka kemungkinan ditetapkan menjadi daerah persiapan. Itu diungkap Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri), Sumarsono. Sebab, lanjutnya, dari […]

  • Kades Hutabaringin Julu Akui Pengangkatan Bendes Tanpa Prosedur

    Kades Hutabaringin Julu Akui Pengangkatan Bendes Tanpa Prosedur

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Darman Rangkuti Kepala Desa Hutabaringin Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengakui pengangkatan bendahara desanya tidak melalui prosedur. Ia mengaku pengangkatan bendahara karena bendahara sebelumnya mengundurkan diri. “Oloan Rangkuti jadi Bendahara desa karena Bendahara sebelumnya mengundurkan diri secara tiba tiba, dan saya kewalahan mengurusi urusan urusan desa,”Jelas […]

expand_less