Home / Artikel / MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

MA’RUF AMIN DATANG, KANTOR PEMKAB SEPI

Ma’ruf Amin saat berpidato di tabligh akbar berlokasi di Pasir Putih, Panyabungan, Mandailing Natal.

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Sebelum berangkat meliput tabligh akbar ke Pasir Putih, Lingkar Timur Panyabungan, saya sempatkan minum teh manis di warung kopi. Senin (11/3/2019).

Tiga bulan terakhir Tabligh akbar lagi musim di Mandailing Natal. Tetapi, kali ini tabligh akbar-nya lebih wah. Karena hadir Ma’ruf Amin. Calon Wakil Presiden Indonesia.

Saat minum kopi, sejumlah murid sekolah dasar melintas jalan kaki di depan warung kopi. Menuju jalan raya. Kata mereka mau berbaris di pinggir jalan mengelukkan mobil yang membawa Ma’ruf Amin. Katanya disuruh guru.

Lalu saya tanya guru. Katanya disuruh kepala sekolah. Usai minum kopi, saya pergi bertanya kepada kepala sekolah. Katanya disuruh yang di atas.

Di facebook, sudah bermunculan foto kegiatan tabligh akbar. Ramai. Di Pasir Putih. Di samping lahan rencana pembangunan terminal Panyabungan yang membawa Kadis Perhubungan Madina masuk bui itu.

Era cyber itu gerak cepat. Tahun 1999 belum musim facebook. Berita yang diliput wartawan belum basi. Walau terbitnya besok. Di 2019 ini berita cepat basi. Jika saya merilis berita  tabligh akbar untuk Mandailing Online pasti sudah basi. Karena sudah didahului facebook.

Saya putuskan memilih angle lain. Kantor pemerintah.

Kurang lebih pukul 10.29 WIB, saya masuk ke kantor kecamatan Panyabungan. Sepi. Tak ada orang. Satu orang pun tak ada.

Ada dua wanita di kantor KB. Di sisi belakang kantor camat. Saya tanya : kenapa tak ada pegawai di perkantoran camat itu?

Dua perempuan itu menjawab : “mereka ke Pasir Putih, bang. Tablig akbar. Kan datang Ma’ruf Amin”.

Salah satu kantor SKPD Pemkab Madina sepi, Senin (11/3/2019) sekira pukul 11.00 WIB

Rekan saya di Siabu, namanya Jakfar Nasution. Saya telefon : “coba cek ke kantor camat Siabu, kosong atau tidak? Kalau kosong, tanyakan kemana pegawainya”. “Oke” katanya.

20 menit kemudian si Jakfar nelfon balik. “Bang, di sini kosong. Cuma ada 2 orang. Katanya semua pergi ke Pasir Putih tablig akbar bersama Cawapres”.

“Oke, kirim foto dan rilisnya ke WA saya”.

Kantor Camat Siabu sepi, Senin (11/3/2019) sekira pukul 10.50 WIB

Sebelum ke Pasir Putih, saya pergi ke Dinas Dukcapil Madina. Pegawainya ada. Urusan pelayanan KTP tetap lancar.

Lanjut ke komplek perkantoran Pemkab Madina di bukit Paya Loting sekalian ke gedung DPRD Madina.

Di komplek perkantoran Pemkab Madina itu sepi. Di gedung DPRD Madina pun sepi. Kenderaan jenis sepeda motor hanya ada satu dua unit. Mobil tak ada di parkiran. Banyak pintu kantor SKPD tutup. Ada juga yang buka, tapi pegawainya hanya satu dua orang.

Berbeda di kantor Depag, BPN dan BPS. Tiga instansi vertikal ini banyak mobil dan sepeda motor parkir. Pegawai-nya juga terlihat lengkap, semua bekerja seperti biasa.

Kantor Camat Panyabungan sepi, Senin (11/3/2019) sekira pukul 10.35 WIB

Akhirnya saya pergi ke Pasir Putih. Saat saya tiba di lokasi, saya mendengar Ma’ruf Amin sedang berpidato di panggung.

Cuaca sangat panas. Saya tak berlama-lama di depan panggung. Setelah foto sana jepret sini. Saya pergi bergabung dengan kawan-kawan jurnalis di rumah makan seberang Pasir Putih.

Di pekarangan rumah makan itu juga ramai orang. Berteduh. Ada kelompuk guru. Anehnya guru-guru itu hendak pulang. Walau acara belum usai. Sebelum mereka pulang itu banyak yang bicaranya tak berbisik.

Sampai-sampai saya sangat jelas mendengarnya. Bahwa mereka merasa tak perlu hadir lama-lama di situ. “Kan kita sudah datang. Selesailah itu, udah pulang sajalah kita”.

Mereka tak tahu kalau saya ini wartawan. Maklum, saya jarang pergi liputan ke sekolah-sekolah.

Pulang dari Pasir Putih. Saya pergi makan di depan kantor bupati lama. Penuh. Saya pilih meja di teras rumah makan. Menghadap ke jalan raya. Tak sendiri. Ada wartawan Portibi, Maradotang Pulungan yang juga baru tiba.

Sambil menunggu pesanan datang. Saya telefon Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Sahnan Batubara. Saya hendak mengkonfirmasi mengapa banyak pegawai meninggalkan kantor saat jam kerja?; adakah perintah untuk pegawai pergi menghadiri tabligh akbar itu?

Telefon tersambung. Tetapi, sebelum saya sempat bertanya, dia segera menyatakan sangat sibuk, dia menyarankan agar nanti saja bertelefon.

Makanan  belum datang. Tiba-tiba banyak angkutan umum jenis mini bus melintas di jalan raya membawa santri. Anehnya, para santri yang duduk di atap minimus mengacung-acungkan dua jari. Tapi saya tak mendengar jelas kalimat yang mereka teriakkan.

Si Maradotang dan saya, dan dua orang lain di meja makan itu tertawa-tawa keheranan.

Ah sudahlah. Makanan sudah datang. Lapar. Karena usai makan harus buru-buru pergi untuk solat zuhur.***

 

Comments

Komentar Anda

No comments

  1. Yupzz tepat. Ibu ibu pengajian jg byk yg dminta dtg ksna. Dengar dengar dari ibu ibunya ya udah hadiri aja apa salahnya. Klo minta dipilih kan jwbnya Insha Allah….. … salutttt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: