Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Pemungutan Suara Ulang Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak


Spanduk & Baliho Dilarang Berdiri
MADINA-

Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal akan menghadirikan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina, Kamis (24/2). Pertemuan itu untuk menjelaskan secara teknis bahwa tahapan dan jadwal pemungutan suara ulang telah dimulai
”Kita akan sosialisasikan kepada mereka (7 pasangan calon, red) secara teknis pelaksanaan pemungutan suara ulang ini. Seperti tentang larangan-larangan atau hal sebagainya, karena ini juga merupakan agenda pada tahapan yang ditetapkan,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina Jefri Antoni SH saat ditemui METRO di ruang kerjanya kantor KPU Madina, Selasa (22/2).
Disebutkan Jefri, dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang nanti, seluruh pasangan calon tidak diperbolehkan untuk melakukan kampanye baik secara terbuka maupun secara tertutup. Karena itu sesuai dengan petunjuk KPU pusat dan provinsi.
”Seluruh pasangan calon tidak dibolehkan untuk mengadakan pertemuan terbuka atau tertutup dengan tujuan untuk mendulang suara, karena ini bukan Pemilukada ulang, ini adalah pemungutan suara ulang. Jadi spanduk atau baliho dan alat peraga lainnya yang bertujuan untuk mengambil simpati pemilih tak dibolehkan lagi. Saat pertemuan nantinya akan dijelaskan apa saja larangan dan yang boleh dilaksanakan oleh seluruh pasangan calon,” tambahnya lagi.
Sementara itu calon wakil bupati dari pasangan nomor urut 6 yakni Drs H Dahlan Hasan Nasution saat dihubungi METRO melalui telepon selulernya, Selasa (22/2) mengatakan, pihaknya menyerahkan segalanya kepada instansi terkait, karena ini merupakan wewenang penyelenggara pemungutan suara ulang yaitu KPU.
”Kita serahkan sajalah kepada pihak terkait. Kita sudah siap untuk melaksanakan pemungutan suara ulang ini sesuai dengan peraturan dan mekanisme yang ada. Karena pemungutan suara ulang ini merupakan hak demokrasi, jadi kita ikuti saja itu,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemungutan suara ulang pemilihan bupati dan wakil bupati Madina periode 2011-2016, rencananya akan digelar 20 April mendatang. Namun, hingga kemarin (22/2), KPU Madina belum mencetak kertas suara dan jenis logistik lainnya yang dibutuhkan untuk pelaksanaannya.
Sekretaris KPU Madina Ahmad Dahlan SSos kepada METRO, Selasa (22/2) mengatakan, pencetakan kertas suara daftar pasangan calon serta alat kelengkapan lainnya akan dimulai tanggal 31 Maret. Itu dilakukan karena saat ini KPU masih pada tahap proses administrasi.
Ahmad menjelaskan dalam pencetakan kertas suara ini ada perubahan dengan yang dilaksanakan pada Pemilukada tahun 2010 lalu. Pada tahun lalu, KPU hanya mengumumkan melalui media surat kabar atau ditempel dan sebagainya sesuai Kepres Nomor 80.
”Soal pengumuman menentukan siapa panitia pengadaan yang dipakai sekarang bukan lagi Kepres 80 itu, tapi yang dipakai adalah Perpres Nomor 54. Yaitu mengumumkannya melalui elektronik dalam hal ini kita telah umumkan di internet supaya semua pihak atau yang berniat mengetahuinya,” katanya.
Diungkapkan Ahmad, kertas suara yang dicetak nantinya sesuai dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 265.673 pemilih.
“Jumlah kertas suara sesuai dengan jumlah DPT ditambah 2,5 persen. Dan seperti itu jugalah nanti yang akan didistribusikan. Dan kertas suara itu telah sampai ke KPU Madina paling lambat 10 hari sebelum jadwal pemungutan suara (20 April, red),” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, peserta pemungutan suara ulang 20 April mendatang yaitu pasangan Naharuddin Lubis-Nuraman Ritonga, Zulfarmin Lubis-Ongku Sutan Nasution, Aswin Parinduri-Syarifuddin Lubis, Arsyad Lubis-Azwar Indra Nasution, Irwan Daulay-Samad Lubis, HM Hidayat Batubara-Drs H Dahlan Hasan Nasution, serta pasangan Indra Forkas Lubis-Firdaus Nasution. (wan)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika: Pembangunan Madina Terkendala Data Mengambang

    Atika: Pembangunan Madina Terkendala Data Mengambang

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah satu penyakit di Pemkab Madina selama ini adalah persolalan data yang tidak akurat. Padahal data harus akurat agar kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah tepat sasaran. Data yang tidak akurat sangat berbahaya karena berdampak pada kekeliruan kebijakan daerah. Contohnya, data sektor pertanian. Jika data produksi, kendala dan kelemahan sektor pertanian amburadul maka kebijakan yang akan […]

  • 3.519 PNS Palas Terima THR

    3.519 PNS Palas Terima THR

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PALAS, – Tunjangan Hari Raya (THR) bagi jajaran PNS Kabupaten Palas jelang seminggu Lebaran ini telah dicairkan. Pencairan dilakukan sejak Selasa 30 Juli lalu. PNS Palas berjumlah 3.519 orang dengan masing-masing besaran THR Rp1,5 juta. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Palas Hasanuddin SSos kepada METRO, Rabu (31/7) di ruang kerjanya. Dikatakannya, bukan untuk pegawai […]

  • Riadi Husnan: Empat Sektor Bagi Perluasan Lapangan Kerja Baru

    Riadi Husnan: Empat Sektor Bagi Perluasan Lapangan Kerja Baru

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Anggota DPRD Madina dari PKS, H.Riadi Husnan menilai pemerintahan Hidayat-Dahlan belum memperlihatkan secara kongkrit terobosan bagi perluasan lapangan kerja bari di Mandailing Natal (Madina). Kepada Mandailing Online di gedung DPRD Madina, Riadi melihat setidaknya ada 4 sektor  yang memerlukan terobosan-terobosan bagi perluasan lapangan kerja baru. Terobosan-terobosan itu terkait dengan pertumbuhan ekonomi serta merangsang munculnya […]

  • Kepala Desa 7 Bulan Belum Digaji

    Kepala Desa 7 Bulan Belum Digaji

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para kepala desa di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum menerima gaji dalam 7 bulan terakhir. “Sejak bulan Januari hingga bulan Juli ini,” ungkap Kepala Desa Gunung Tua Panggorengan, Enda Timbul Nasution, Jum’at (12/7/2013) didampingi kepala desa Panyabungan Jae, Darussalam, Gunungtua Tonga dan Desa Siobon. Ketiadaan gaji selama 7 bulan […]

  • Badko HMI Sumut : Madina Paling Bermasalah

    Badko HMI Sumut : Madina Paling Bermasalah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Utara, Anggi Ramadhan Harahap menilai dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai paling bermasalah. Demikian disampaikan Anggi Ramadhan kepada wartawan melalui telefon seluler menanggapi kondisi Kabupaten Mandailing Natal saat ini dibawah kepemimpinan Plt. Bupati Dahlan Hasan […]

  • Komplek Kantor Direksi PTPN II Dijadikan Lapak Judi

    Komplek Kantor Direksi PTPN II Dijadikan Lapak Judi

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    T Morawa, Tim Operasi Pekat Polsek Tanjung Morawa menggerebek lapak judi dadu di Komplek Kantor Direksi PTPN II, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, persis di areal parkir samping Kantin Gedung Puri Lapangan Golf, Kamis (12/05/2011) pukul 17.00 WIB. Dari lokasi itu, petugas hanya mengamankan seorang bandar sekaligus pengoncang dadu, Azhar (51) […]

expand_less