Kamis, 2 Apr 2026
light_mode

Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian I)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Muhammad Falah Nasution
Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan/Alumni Pend. Sejarah FIS UNIMED

Sungai dalam perjalanan sejarah telah menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dari manusia awal dibumi sampai kehidupan manusia modern sekarang ini. Sebagian sejarah peradaban dunia berawal dari sungai-sungai. Manusia telah banyak mengukir peradaban di atas sungai dan berawal dari sungai, seperti sungai Kuning di Cina dan sungai Indus di India.

Manusia purba pada masa praaksara sudah memanfaatkan sungai-sungai untuk bertahan hidup dan sumber kehidupan, sehingga hidup di sepanjang aliran sungai menjadi pola hidup manusia purba selain pola hidup di pedalaman pulau. Dalam kehidupan sekarang, sungai tidak hanya sebagai sumber kehidupan lagi, namun telah berubah fungsi menjadi lebih luas, seperti objek wisata dan bahkan hiasan suatu kota di beberapa negara seperti kanal-kanal Kota Amsterdam di Belanda. Di Indonesia pun telah mulai melakukan kebijakan-kebijakan terhadap penataan sungai, salah satunya revitalisai wajah baru kali Krukut di kawasan Kali Besar, Kota Tua, Jakarta. Semua itu membuktikan bahwa sungai-sungai benar menjadi daerah peradaban manusia, baik manusia awal maupun manusia sekarang, walaupun berbeda konteks.

Berdasarkan penjelasan di atas, jika dilihat ke belakang, sungai-sungai telah dimanfaatkan manusianya pada saat itu. Misalnya dua sungai di pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara, yaitu sungai Batang Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan dan sungai Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal. Di mana kedua sungai ini bertemu dalam satu muara. Sungai ini sudah memberikan manfaat besar bagi manusianya, seperti penjelasan sebelumnya, bahwa kedua sungai ini pun telah menjadi peradaban manusia pada masa lalu dan sekarang ini.

Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola: Letak Geografis

Sungai Batang Gadis merupakan salah satu sungai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan sebutannya. Sungai dengan panjang dan lebar paling besar dari semua sungai yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Sungai ini memiliki panjang 180,00 km dengan lebar 65 m. Sedangkan sungai Batang Angkola berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan hulunya terdapat di daerah Pegunungan Bukit Barisan di daerah Sipirok. Sungai Batang Angkola bermuara ke sungai Batang Gadis di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal.

Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola: Perdagangan dan Sumber Emas

Dalam buku Menuju Sejarah Sumatra: Antara Indonesia dan Dunia karya Anthony Reid (2011), Sumatera adalah sebuah pulau yang memiliki kekhasan tersendiri dari pada pulau-pulau lain di Indonesia bahkan di dunia, karena kekayaan alam, memiliki rahasia harta, dimana Sumatera disebut tanah emas pengawal gerbang menuju semua harta di Asia Tenggara, serta Sumatera yang memiliki keindahan alam yang luar biasa tidak kalah dengan pulau-pulau di Indonesia dan masyaraktnya mandiri. Sumatera dalam aspek geografis, daerahnya didominasi pegunungan, bukit barisan, yang semua itu terbentuk karena adanya pergeseran lempeng India yang bergerak ke utara dengan daratan Asia sejak 60 juta tahun lalu.

Berdasarkan penjelasan di atas, daerah Tapanuli Bagian Selatan memiliki kekhasan yang luar biasa sebagai bagian pulau Sumatera. Daerah ini sudah tentu mengambil bagian itu, yaitu terutama pada Sungai Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal dan Sungai Batang Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan, dimana kedua sungai ini memiliki satu muara dan berakhir menuju laut barat Sumatera. Kedua sungai dalam sejarah peradaban manusia telah disinggung bahwa kedua sungai ini telah dijadikan sebagai sumber emas dan jalur perdagangan pada masa kejayaan perdagangan di Barus, sebuah kota tua di Kabupaten Tapanuli Tengah pada awal ke-2 M namanya sudah disebut dalam sebuah berita. Penyebutan itu berdasrakan berita Claudius Ptolemaeus dalam bukunya menyebut tempat tersebut pada abad ke-2 M dengan sebutan Barousai (Azhari, 2017: 10). Mengingat Barus pada masa itu telah menjadi sebuah bandar perdagangan internasional antara orang-orang Tamil, China, Arab. Jenis komoditi yang diperjualkan kapur barus (kamper) dan kemenyan.

Barus merupakan kota kuno diyakini penamaannya berasal dari komoditi utama yang diperdagangkan, yaitu kapur barus. Keberadaan kapur barus (kamper) kawasan ini kemungkinan besar yang belakangan menjadi latar belakang penamaan salah satu bandar dagang penting di Pantai Barat Sumatera yaitu Barus (Azhari, 2017:10). Hasil bumi tersebut merupakan berasal dari dataran tinggi Tapanuli, termasuk Tapanuli Bagian Selatan, dikarenakan jenis tanaman itu banyak tumbuh di dataran tinggi dan curam. (bersambung ke bagian II)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTP Gheothermal Bantu Kejuaraan Bulu Tangkis Madina

    OTP Gheothermal Bantu Kejuaraan Bulu Tangkis Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejuaraan bulu tangkis beregu memperebutkan Piala Bupati Madina Tahun 2015 berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Juni lalu di gedung PB Mutiara, Panyabungan III.  Peserta yang mengikuti ajang pertandingan ini berasal dari 23 kecamatan. Kejuaraan ini mempertandingkan pola beregu putera bebas (minimal 6 orang per regu) dengan format 3 ganda. […]

  • Ini Dia Daerah-daerah yang Dilarang Rekrut CPNS

    Ini Dia Daerah-daerah yang Dilarang Rekrut CPNS

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebanyak 244 kabupaten/kota yang tersebar di 27 provinsi bakalan gigit jari. Sebab, pemerintah tidak akan memberikan kuota formasi CPNS baru karena belanja pegawai daerah itu di atas 50 persen di APBD. “Ada 27 provinsi yang memiliki kabupaten/kota dengan belanja pegawai di atas 50 persen. Sebanyak 13 provinsi belanja pegawainya di atas 20 persen,” […]

  • Ketua DPRD Apresiasi Kearifan Bupati dan Wakil Bupati

    Ketua DPRD Apresiasi Kearifan Bupati dan Wakil Bupati

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengapresiasi kearifan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution terkait akan keluarnya SK dan gaji honorer. “Kita apresiasi Pak Bupati dan Wakil Bupati yang telah begitu arif dan membuat keputusan untuk segera mengeluarkan SK dan gaji pegawai […]

  • Hasil Rekap Suara Nasional Pemilihan Legislatif

    Hasil Rekap Suara Nasional Pemilihan Legislatif

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Berikut hasil rekap suara nasional Pemilihan Legislatif 9 April 2014: Dalam keputusan bernomor 411.KPTS/KPU/2014 itu menyatakan bahwa suara sah pada Pemilu 9 April itu sebanyak 124.972.491 suara (100 persen). 8402812 11298957 8480204 23681471 18432312 14760371 12728913 9481621 8157488 6579498 1825750 1143094 6,72% 9,04% 6,79% 18,95% 14,75% 11,81% 10,19% 7,59% 6,53% 5,26% 1,46% 0,91% Sebanyak 10 […]

  • Lubuk Larangan di Madina Ikon Wisata Tahunan

    Lubuk Larangan di Madina Ikon Wisata Tahunan

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lubuk Larangan diberbagai sungai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dibuka setiap hari Raya Idul Fitri bisa dijadikan sebagai ikon wisata tahunan, terutama bagi mereka yang mudik dari tanah rantau. Tokoh pemuda Mandailing Julu, Lokot Husda Lubis S.Ag, Selasa (12/8/2014) mengatakan, hampir seluruh kecamatan di Madina memiliki lubuk larangan. “Lubuk larangan […]

  • Warga Panyabungan Harapkan Fakhrizal Efendi Nasution Visioner Setelah Dilantik Jadi Anggota DPRD Sumut

    Warga Panyabungan Harapkan Fakhrizal Efendi Nasution Visioner Setelah Dilantik Jadi Anggota DPRD Sumut

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Mandailing Natal berharap Fakhrizal Efendi Nasution mampu membawa aspirasi rakyat di kawasan Tapanuli Bagian Selatan paska pelantikannya menjadi anggota DPRD Sumut. “Kita berharap beliau memiliki visi yang tajam bagi semua sektor di Mandailing Natal,” kata warga Panyabungan, Nuskholis Pulungan kepada Mandailing Online, Jum’at (16/6/2017) di pasar Panyabungan. Fakhrizal Efendi […]

expand_less