Home / Artikel / Produk Legislatif Bikin Galau

Produk Legislatif Bikin Galau

Oleh: Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Pemuda merupakan generasi penerus masa depan. Arus politik yang berkembang di negeri ini, tentunya tidak luput dari sorotan generasi. Maju atau tidaknya suatu negeri dapat dilihat dari kesadaran politik generasi mudanya.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Sebanyak 25,7 persen anak muda yang menilai para politisi sudah cukup baik mendengarkan aspirasi. “Sikap mereka tidak begitu yakin bahwa politisi mewakili aspirasi masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, (21/3).

Dari hasil survey tersebut menunjukkan anak muda masih galau antara melihat perlunya perubahan politik dan ketidakfahaman terhadap sistem politik alternatif. Namun juga menunjukkan indikasi bahwa semakin banyak pemuda yang melek terhadap politik, tidak hanya disibukkan dengan dunia mereka sendiri, seperti target kejar lulus, karier dan sebagainya.

Mereka menganggap politisi dan partai tidak mampu mengatasi persoalan, namun masih berharap adanya perubahan walau nyatanya sekedar harapan. Banyak produk legislatif yang tidak berpihak pada rakyat semisal UU Omnibus Law, UU Minerba, Perppu Corona, Perppu Ormas, dll. Seperti UU Omnibus Law secara garis besar menguntungkan pengusaha, bukan publik. Atau soal impor garam atau impor beras ketika panen raya. Dan para pemuda melihat itu.

Namun fenomena generasi muda mengenal dan melek politik perlu gambaran dan harapan perubahan yang hakiki, tidak hanya mengandalkan emosi dan semangat semata. Kebangkitan perubahan yang hakiki hanya dapat dibangun dari kesadaran ideologisnya. Dalam surah An Nur ayat 55, Allah SWT menjanjikan empat hal yang saling terkait ke arah perubahan yang hakiki yaitu kekuasaan negara,  penerapan syariah Islam, keamanan, serta kesejahteraan baik dalam bidang materi, ruhiyah, akhlak maupun kemanusiaan. Dengan kata lain semua perubahan itu hanya dapat terwujud dalam bingkai daulah. Wallahu’alam bishawab

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: