Seputar Madina

Raja Raja Mandailing Minta Ivan Batubara Calon Bupati Madina

Ivan Iskandar Batubara (tengah) pada pertemuan dengan raja raja Mandailing di Alahan Kae, Jum’at (12/5/2023) lalu.

ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Raja-raja Mandailing meminta tokoh pengusaha asal Alahankae, Ulu Pungkut,  H. Ivan Iskandar Batubara berkenan tampil sebagai bakal calon (bakal calon) Bupati Madina di Pilkada 2024.

Permintaan disampaikan pada pertemuan di Bagas Godang Alahankae, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina), Sumut, Jum’at (12/5/2023).

Raja Panusunan Mandailing Godang, H Hasanul Arifin Nasution S.Sos. gelar Patuan Mandailing, mengungkapkan, Raja-raja Mandailing sudah bersepakat untuk mengajukan permohonan kepada Ivan Iskandar Batubara gelar Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing.

Sebagaimana rilis yang diterima media ini, Patuan Mandailing mengungkapkan lebih lanjut, kesepakatan Raja-raja Mandailing sudah dituangkan dalam sepucuk surat yang disampaikan kepada Ivan Iskandar sekitar satu bulan lalu.

Mengutip surat tersebut, Patuan Mandailing menyampaikan “Hata Olos Hata Andung” (permohonan). Walau pada hakikat seorang raja pantang meminta, lanjut Patuan Mandailing, Raja-raja Mandailing sudah bersepakat memohon agar Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing berkenan mengambil peran sebagai “sitiop tali piruntun” Kabupaten Mandailing Natal.

Dengan raut wajah yang tampak haru dan berlinang air mata, Patuan Mandailing mengutarakan dalam bahasa Mandailing:

Mangido do hami dohot bontar ni ate-ate maradopkon Patuan i, imbaen donok ma hatia marpili pasahatkon ma hami on tu Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing ima satontang SITIOP TALI PIRUNTUN ni Kabupaten Mandailing Natal on, na angkan manogu-nogu jana uluan ni situan natorop si tuan najaji, ulang manian pangidoan nami on ilanglang pangunsayang, jagit manian tu tondi dohot pamatang ni Patuan, sugari sura manian suangkon Tano manian sibat ni Patuan, ngada angkan mangilak itinggang udan. Sauduran muse dohot pituah ni Ompung nami Marangkat Baginda Raja,”

(Kami memohon dengan hati yang putih bersih kepada Patuan, karena sudah dekat waktu untuk pemilihan, kami hendak menitipkan amanah agar Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing sekitar pimpinan di Kabupaten Mandailing Natal ini, yang akan menuntun siapa yang akan menjadi pimpinan pemegang tali kendali Kabupaten Mandailing Natal, janganlah kiranya permohonan ini menjadi sia-sia, kiranya berterima dengan sepenuh jiwa dan segenap raga Patuan, kiranya berkenanlah seperti tanah yang tiada mengelak ditimpa hujan, seirama dengan petuah Ompung kami Baginda Raja, Ayahnya Ivan Iskandar).

Raja Panusunan Mandailing Godang, H. Hasanul Arifin Nasution Glr Patuan Mandailing (kiri) dan Raja Panusunan Mandailing Julu, Patuan Dolok (dua dari kiri) pada pertemuan raja raja Mandailing dengan Ivan Iskandar Batubara Glr Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing, Desa Alahsankae, Ulu Pungkut, Madina, (Jum’at, 12/5).
Raja raja Mandailing pada pertemuan dengan Ivan Iskandar Batubara di Alhankae, Jum’at (12/5).

Selanjutnya, dalam pertemuan yang dihadiri seluruh Raja-raja Mandailing mulai dari luat Natal, Mandailing Godang, Mandailing Julu dan Ulu, Raja Panusunan Mandailing Julu, Gelar Patuan Dolok juga mengungkapkan, sebagaimana Raja-raja dari Mandailing Godang, seluruh Raja-raja dari banua Mandailing Julu, Ulu dan Natal pun sudah “Marsada Hata” (bersepakat).

Setelah Suhut Bakhsan Parinduri Gelar Jasinaloan memoderasi pertemuan itu, putra sulung H. Maslin Batubara gelar Baginda Raja, Ivan Iskandar menyampaikan “hata alus sumambut lidung” (tanggapan) dalam bahasa Mandailing yang sangat halus dan tinggi yang sudah dituangkan dalam bentuk surat.

Berikut salah satu alinea dalam surat tersebut:

Tolkas u pasari-sari taraman ni surat nakinondi, dia on angkatna, dia on ultopna, dia on hatana, dia muse on naidokna. Olo Janami, suang na lumbang, magodang, malanjang olalaon pamatang manise surat nangkinondi, ise na pasahatkon, aha on na nipasahat maradu pamatang simanareniba panyahatan.”

(Dengan seksama saya baca dan maknai isi surat itu, bagaimana sesungguhnya maksud dan tujuan, bagaimana kalimat, bagaimana juga hal yang diungkapkan. Iya Raja kami, betapa terharu, bersyukur, bangga menerima kehormatan, setelah meresapi isi surat itu,  perihal, siapa yang mengamanahkan, apa yang diamanahkan terhadap diri saya sebagai penerima amanah.

Seterusnya, di bagian akhir surat, Patuan Parimpunan Gomgom Mandailing menuturkan:

On mada Janami, sumambut lidung tongosan ni surat timon Bona bulu. Usurduon pamatang simanarengku maradu ita sarungguna. Pisang sigambaron do iba on saon nari. Umboto ma ita manggana asa  patama patupa asa marputo di bisuk parsaulian, sareto marsorah diri tu Allah SWT na manggomgom borsak ni portibi raya.”

(Demikianlah wahai Raja kami, raja yang sangat saya muliakan. Menanggapi isi surat yang datang dari kampung halaman, sungguh saya serahkan jiwa dan raga saya kepada kita semua. Sekarang ini, saya ini tak punya daya apa-apa selain patuh dan taat. Hanya saja, kitalah yang tahu bagaimana memantaskannya sesuai dengan kearifan dan kebijaksanaan, seraya berharap ridha kepada Allah yang menguasai langit dan bumi).

Silaturrahmi yang dihadiri sebanyak 45 Raja Mandailing itu diawali dengan jamuan makan siang dan ditutup dengan doa sesaat sebelum adzan untuk Sholat Ashar berkumandang. (rel/dab)

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.