Seputar Madina

Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

Gedung SDN 380 Kunkun yang dikelilingi banjir pasang laut

 

Peliput : Dahlan Batubara

MUARA BATANGGADIS (Mandailing Online) – Inilah gambaran suram pendidikan di Mandailing Natal masih. Akibat kekurangan lokal, pelajar kelas 1,2,3 harus satu ruangan.

Ini terjadi di Sekolah Desa Dasar Negeri 380 Kunkun Kecamatan Natal. sekolah ini memiliki 66 murid.

Sekolah ini hanya memiliki 3 ruang belajar. Ruang pertama dipakai untuk belajar mengajar bagi kelas 1,2 dan 3. Sedangkan ruang kedua untuk kelas 4 dan 5. Ruang ketiga untuk kelas 6 merangkap ruang guru.

“Ironisnya, jika air laut pasang, maka halaman sekolah akan kebanjiran” ungkap Ketua Jaringan Pemantau Kebijakan Pemerintah (JPKP) Mandailing Natal, Henri Husein kepada Mandailing Online, Kamis (18/5/2017).

Henri menyatakan, bahwa Kepala Sekolah Dasar Negeri 380, Lily Elmida Sari, S.Pd telah berulang kali mengajukan pertambahan ruang belajar, namun sejauh ini belum ada tanggapan dari Dinas Pendidikan Mandailing Natal.

ketua JPKP Madina, Henri Husein meninjau sekolah

“Sewaktu saya dan tim hendak menjumpai KUPT Dinas Pendidika Natal, juga jarang berkantor. Pegawai mengaku kepala UPT selalu berada di Panyabungan,” ungkap Husein.

“Kami juga sudah berupaya terus menelfon Kepala Dinas Pendidikan Madina, bu Jamila Harahap, belau selalu menyatakan masih di luar kantor urusan tugas. Sehingga kami tak bisa membicarakan nasib sekolah itu kepada beliau,” ujarnya.

“Ini gambaran suram pendidikan di Madina. anak-anak sekolah dibiarkan belajar di ruang yang berdesakan. Kalau laut pasang halaman sekolah selalu banjir. Mana upaya pemerintah daerah, katanya serius memperhatikan pendidikan, tapi membiarkan sekolah ini dalam kondisi memprihatinkan,” kata Husein.

“Oleh karena itu, kami dari JPKP mendesak Dinas Pendidikan Madina memperhatikan dan serius menangani sekolah ini,” ujarnya.

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.