Home / Berita Sumut / Sengketa Lahan PTPN Diselidiki

Sengketa Lahan PTPN Diselidiki


Medan, Hingga saat ini Polsek Percut Sei Tuan tengah melakukan penyelidikan kasus sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak PTPN II.

Terlebih lagi adanya laporan Lia (25) warga Pasar I, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, yang melaporkan PTPN II.

Hal ini ditegaskan Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Maringan Simanjuntak di kantornya, Rabu (26/01/2011).

Seperti diketahui, konflik antara masyarakat dengan PTPN II kembali memanas. Konflik berujung aksi anarkis kembali terjadi di Pasar III, Desa Bandar Khalifa, Sabtu (22/01/2011) lalu.

Kemudian pada Selasa (25/01/2011), puluhan karyawan PTPN II menyerang warga serta meluluhlantakkan lahan pertanian seperti tanaman jagung dan ubi siap panen.

Akibatnya, warga yang sudah bercocok tanam selama lima tahun terakhir ini ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 600 juta. Pasalnya, lahan PTPN II yang disengketakan telah dijadikan menjadi lahan pertanian berjumlah 50 hektare dengan hasil produksi Rp 12 juta/hektarenya.

“Semuanya habis dibabat. Padahal, tinggal beberapa minggu lagi akan dipanen. Apa salahnya nunggu panen baru dibabat habis,” ujar Manalu (61) warga Pasar I yang terkejut melihat tanaman jagung dan ubinya dibabat habis.

Dikatakannya, sebagai warga negara Indonesia yang mengerti aturan hukum, dirinya menyesalkan tindakan arogan pihak PTPN II. Sebab, Tahun 2004 masyarakat sekitar yang merupakan para petani telah menjalin kerjasama dan kesepatan dengan pihak PTPN II yang saat itu dipimpin Asisten Manager PTPN II bermarga Pardede untuk memanfaatkan lahan yang merupakan lahan PTPN II menjadi lahan pertanian.

“Di Tahun 2004, kita sudah menjalin kesepakatan untuk mengolah lahan ini menjadi lahan pertanian. Sehingga, 70 kepala keluarga yang tinggal di kawasan ini memanfaatkan lahan ini menjadi lahan pertanian. Namun, jika PTPN II tetap bersikukuh merebut lahan ini, kami minta jangan main kasar dan main lempar-lempar batu kepada masyarakat seperti sekarang ini,” sesalnya. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: