Minggu, 15 Feb 2026
light_mode

Singkong, Kripik dan Home Industri Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Jun 2016
  • print Cetak
kripik sambal di Panyabungan

kripik sambal di Panyabungan

Pelaku industri kripik di Madina sudah lama mengeluh soal bahan baku singkong berkualitas yang makin sulit diperoleh. Krisis bahan baku itu memperburuk perkembangan usaha mereka. Jangankan untuk mengembangkan, bertahan saja sudah syukur.

Ubi kayu asal Madina memiliki cita rasa yang sangat bagus bagi bahan baku kripik. Tetapi, petani di Madina tak banyak menanam ubi kayu. Akibatnya, pelaku industri kripik mau tidak mau harus rela memakai ubi kayu dari Tapanuli Utara meski kripik sebagai produk hilirnya terasa agak pahit. Dan itu tentu melemahkan daya saing kripik Madina dari invasi kripik asal Sumbar.

Mirisnya, sejumlah pelaku industri kripik mapun krupuk sudah mengganti bahan bakunya dari singkong ke tepung lain. Ini amat berresiko! Sebab produk kripik dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat akan makin menguasai pasar Madina karena mereka tetap berbahan baku singkong.

Menurut sejumlah pengusaha industri rumah tangga di Panyabungan dan Kotanopan serta Siabu, kripik yang berbahan baku tepung sangat rendah kadar kegurihan dan rasanya dibanding berbahan baku singkong. Produk dari Bukit Tinggi tak akan tersaingi jika kripik Madina bertahan pada bahan baku tepung.

Ini artinya, dayang saing Madina makin rendah, pengusaha akan dibayang-bayangi kemerosotan usaha, berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja.

Di sisi lain, gairah petani singkong juga menurun akibat menghadapi dilema : Jika petani menseriusi budidaya singkong sebagai usaha primer dengan memperluas areal tanam, maka dilema yang dihadapi adalah rendahnya daya serap pasar Madina saat panen tiba. Makanya petani senantiasa memposisikan tanaman singkong sebagai usaha sekunder bahkan tertier. Ini menyebabkan pasokan singkong di pasaran selalu rendah.

“Jika tanaman singkong dimainkan di areal luas, butuh waktu 2 hingga 4 bulan menuntaskan panennya. Sebab, jika sekali panen, singkong akan membanjiri pasar, berdampak pada menurunnya harga. Kondisi ini menyebabkan petani merugi dari sisi waktu, lalu gairah menurun” demikian rilis KTNA (Kontak tani Nelayan Andalan) Madina.

Menyiasati bahan baku ubi kayu ini, hanya ada dua pilihan. Pertama, pasokan singkong dari luar daerah tetap dipakai dengan catatan cita rasa kripik Madina dibawah kualitas Sumbar.

Kedua, merangsang petani singkong meningkatkan jumlah produksi. Polanya, membuka kran pasar ke luar daerah agar tidak menumpuk di pasar Madina. Misalnya, melakukan kontak dagang dengan pabrik-pabrik tapioca di kawasan Siantar hingga Medan. Tentu, Pemkab Madina diharapkan memainkan peran, bukan saja dari sisi intensifikasi tanaman singkong, tetapi juga menjamin pasar singkong tidak banjir saat panen.

Pilahan kedua lebih logis dimainkan. Berdasar data KTNA Madina, banyak industri berskala menengah di Siantar atau Tebing Tinggi yang kekurangan bahan baku singkong. Ini peluang pasar, karena volume kekurangan itu mencapai sekitar 500 ton per hari. Madina hanya perlu melakukan negosiasi soal komitmen kontiniusitas pasokan bagi mereka dalam rangka mengikat kerjasama.

Tentu keterlibatan pihak secara lintas sektoral menjadi mutlak. Katakan Disperindag menyusun strategi pasar, Dinas Pertanian di sisi intensifikasi. Itu juga belum cukup. Pemkab Madina harus melibatkan pihak KTNA, Kadin atau Hipmi dalam “meja bundar” membahas langkah-langkahnya. Semoga. (Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Singapura Lirik Kopi Ulu Pungkut
    Tak Berkategori

    Singapura Lirik Kopi Ulu Pungkut

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Importir Singapura mulai melirik bubuk kopi luwak yang diproduksi kelompok usaha Langgamtama, Desa Simpang Banyak Jae dan Simpang Banyak Julu, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina). “Singapore sudah meminta 2 ton, namun kita belum mampu membutuhi permintaan itu,” kata Mursal Lubis, pengurus Langgamtama kepada wartawan, Senin (6/5/2013) di Panyabungan. . […]

  • Ratu Inggris lepas Yudhoyono tinggalkan Istana Buckingham

    Ratu Inggris lepas Yudhoyono tinggalkan Istana Buckingham

    • calendar_month Jumat, 2 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    London, (MO) – Ratu Elizabeth II melepas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meninggalkan Istana Buckingham, London, Inggris, pada Jumat pagi waktu setempat atau sore hari di tanah air. Ratu bersama Duke of Edinburke (Pangeran Philips) melepas Presiden dan Ibu Negara di depan pintu Istana. Ratu dalam kesempatan tersebut menggunakan baju hangat panjang warna abu-abu bernotif […]

  • Tahun Ini Ada Penataan Panyabungan

    Tahun Ini Ada Penataan Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan, Madina, Ahmad Asnyari Nasution didampingi Kabid Kebersihan dan Pertamanan Rahmadsyah Lubis ST kepada Mandailing Online, Senin (20/2) mengatakan bahwa Pemkab Madina sudah berencana mewujudkan Panyabungan sebagai kota Adipura. Namun perencanaan itu tidak bisa dilakukan secara spontanitas dan masih membutuhkan tahapan waktu. Meski begitu, tahun ini […]

  • Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Puluhan petugas dari Satpol PP, tentara dan polisi menertibkan lapak pabukoan di pinggir Jalan Merdeka, Simpang Empat Gunung Tua hingga dekat BRI Gunung Tua, Senin (1/8) siang. Pedagang yang menyaksikan lapaknya ditertibkan hanya bisa pasrah dan melongo. Penertiban ini dilakukan karena pedagang pabukoan ngotot menggelar lapak dagangannya di pinggir jalan, simpang empat. Padahal, pasar pabukoan […]

  • Lubuk Larangan Tradisi Kala Lebaran di Madina

    Lubuk Larangan Tradisi Kala Lebaran di Madina

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tradidisi menangkap ikan di lubuk larangan masih menjadi magnit yang luar biasa dan merupakan salah satu kegiatan para pemudik lebaran di Mandailing Natal (Madina). Ribuan orang warga dari berbagai penjuru Madina dan luar Madina mengikuti pembukaan lubuk larangan di beberapa sungai kawasan Mandailing Julu, khususnya di Kecamatan Kotanopan. Pantauan di lapangan, […]

  • Serial HUT Madina : Orok Bayi Ditemukan Terbuang di Hutabargot

    Serial HUT Madina : Orok Bayi Ditemukan Terbuang di Hutabargot

    • calendar_month Senin, 5 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTABARGOT (Mandailing Online) – Pada 9 Maret 2018 Kabupaten Mandailing Natal akan merayakan Hari Lahir-nya yang ke-19. Nun, di Hutabargot satu orok bayi ditemuakan di aliran irigasi dalam kondisi tak bernyawa. Kondisi ini menggambarkan dekadensi moral masih menyelimuti Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang bermotto “Madina Yang Madani” dan dijabarkan dalam “Negeri Beradat Taat Beribadat” […]

expand_less