Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
  • print Cetak

Mangaraja Martua Hasibuan dan Hidayat Hasibuan usai wawancara dengan Mandailing Online di cafe Hotel Rindang, Panyabungan, Senin (19/8/2019)

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu, Mandailing Natal angkat bicara soal pembukaan jalan dari jembatan Muara Sada menuju bendungan Batu Tunggal.

“Bupati tidak pernah menyentuh tanah masyarakat, tetapi hanya merapikan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Muara Sada,” ungkap Hidayat Hasibuan didampingi Ketua Dewan Kelurahan Simangambat, Mangaraja Martua Hasibuan kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (19/8/2019).

Itu diungkapkan Hidayat Hasibuan meresfon adanya gugatan 3 warga Kelurahan Simangambat sebesar sekitar 811 juta rupiah kepada bupati Madina sebagai ganti rugi atas penumbangan pohon-pohon karet milik petani di sepanjang jalan yang dibangun.

Artikel terkait baca : Pohon Karet Ditebang, Warga Simangambat Gugat Oknum Bupati Madina

Menurut Hidayat Hasibuan, garis sempadan sungai merupakan jalur hijau yang ditetapkan negara. “Sekitar 150 meter dari garis tengah sungai,” katanya.

Hidayat mengungkapkan, dari 8 warga yang mengaku pemilik lahan di jalur pembukaan jalan, 4 orang sudah menerima bibit tanaman yang dibutuhkan. Sedangkan 1 orang masih dalam proses bantuan bibit.

“Dan 3 orang ngotot seakan-akan DAS itu milik mereka. Dan menempuh jalur gugatan ke pengadilan,” kata Hidayat Hasibuan.

Jalan yang dibuka itu, lanjut Hidayat, jalan di sepanjang tepian sungai itu selain sebagai akses jalan menuju bendungan, juga bermanfaat bagi petani sebagai upaya mempermudah menuju kebun.

Hidayat menyatakan, Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga telah merencanakan akan membangun dek di sepanjang pinggiran sungai ini, dimana saat ini sedang dilakukan pengukuran oleh pihak Pengairan Sumut.

Pembangunan bendungan Batu Tunggal di Sungai Muara Sada, menurut Hidayat bertujuan meningkatkan debit air bagi persawahan di Kelurahan Simangambat.

Ketika pembangunan bendungan itu selesai tahun lalu telah mampu mengairi sekitar 960 hektar hamparan sawah. Juga meningkatkan aliran air bersih ke tiga masjid di kelurahan itu, yakni Masjid Al Abror, masjid Taqwa dan masjid Al Ikhsan. Termasuk juga aliran air berish ke sejumlah musolla kaum ibu.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati: Pelaksanaan CPNS Fair

    Bupati: Pelaksanaan CPNS Fair

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Tapanuli Selatan, H Syahrul M Pasaribu berharap pengumuman kelulusan ujian CPNS Daerah Kabupaten Tapsel Tahun 2010 bisa diterima oleh semua pihak. “Ini kita laksanakan secara fair, berdasarkan kemampuan. Karena sebelumnya sudah saya tegaskan, kalau ada yang meminta tolong termasuk saya jangan diladeni,” ujar Bupati Syahrul sebelum hasil ujian CPNS dibuka bersama-sama disaksikan Ketua DPRD […]

  • Bupati Madina Gagas Promosi Kopi Mandailing di Pesawat Udara

    Bupati Madina Gagas Promosi Kopi Mandailing di Pesawat Udara

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Promosi kopi Mandailing membutuhkan strategi di berbagai lini dalam menjawab tantangan ekonomi rakyat khusunya petani kopi. Salah satu promosi yang dianggap memiliki resfon tinggi adalah suguhan minuman Mandheling Coffee kepada penumpang pesawat terbang. “Saya berharap Kadin mencari cara bagaimana kopi Mandailing menjadi minuman penumpang pesawat terbang,” ujar Bupati Madina, Dahlan Hasan […]

  • Rapat dengan Wapres, Atika: Kehadiran Perempuan di Masa Mendatang Harus Lebih Banyak

    Rapat dengan Wapres, Atika: Kehadiran Perempuan di Masa Mendatang Harus Lebih Banyak

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi mengikuti rapat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelayanan Publik bersama Wakil Presiden KH. Ma’aruf Amin, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmaydi, Forkopimdasu, dan kepala daerah se-Sumatera Utara di Medan, Rabu (17/11). Mewakili Pemkab Madina, Atika menyampaikan isi rapat ini sesuai dengan program Pemkab Madina yang […]

  • 6.000 Ton Beras Segera Masuk ke Sumut

    6.000 Ton Beras Segera Masuk ke Sumut

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – 6.000 ton beras Public Service Obligation (PSO) asal Jawa Timur akan segera memasuki Sumatera Utara untuk memperkuat stok beras Bulog. “Dengan akan masuknya beras dari Jatim sebanyak 6.000 ton dalam pekan ini, maka stok Bulog Sumut akan bertambah menjadi 30.000 ton,” kata Humas Bulog Sumut, Rudi Adylin, di Medan, (7/4). ini. Stok beras […]

  • Sobir Lubis Salurkan Bahan Pangan di Dapil 1

    Sobir Lubis Salurkan Bahan Pangan di Dapil 1

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina dari Golkar, Sobir Lubis menyalurkan bantuan bahan pangan dan masker di wilayah Dapil 1 Mandailing Natal (Madina). Bantuan disalurkan sejak Senin (13/4/2020) kepada keluarga kurang mampu terdampak sosial ekonomi dari pendemi Corona atau Covid-19. Pantauan Mandailing Online, Sobir Lubis menyalurkan beras dan masker secara sombolis di Desa Gunung […]

  • Aktivis Sebut Saipullah Layak Pimpin Madina

    Aktivis Sebut Saipullah Layak Pimpin Madina

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aktivis dan mantan ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Salman Rais menilai H. Saipullah Nasution layak dan tepat memimpin kabupaten paling selatan sumatera Utara ini lima tahun mendatang, karena memiliki kematangan memimpin birokrasi. “Bang Saipullah pulang kampung karena terpanggil untuk membenahi Kabupaten Madina ke arah yang lebih baik,” kata […]

expand_less