Rabu, 18 Feb 2026
light_mode

Tapanuli Tengah Berduka Kembali Dengan Kasus Pencabulan Terhadap Anak Tiri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati Keluarga dan Generasi Muda

Saat bulan suci Ramadhan kita dikejutkan kabar yang bertubi-tubi menyiksa diri. Setelah kabar tindak pidana narkoba sekarang kita dikejutkan dengan kasus tindak pidana pencabulan anak.

Seorang ayah di Tapanuli Tengah tega memperkosa anak tirinya sendiri sampai hamil. Pelaku berinisial DH (35) tega mencabuli anaknya yang masih berusia 13. (sumut.antaranews.com)

Menurut keterangan Kasubag Humas Polres Tapanuli Tengah, AKP Horas Gurning, mengatakan DH melakukan pencabulan mulai bulan November 2020 di rumahnya di Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 10 kali sampai anak tirinya hamil. DH memaksa anak tirinya untuk memuaskan birahi bejatnya dengan ancaman jika tidak mau menuruti maka ibu dan adiknya akan ditinggalkan oleh DH. (m.kumparan.com)

Setelah melakukannya berkali-kali maka mengakibatkan anak tiri pelaku hamil 2 bulan. Dan pelaku mengatakan bahwa kehamilan itu harus digugurkan dengan cara diurut. Karena takut malu korban hanya ikut saja. Jadi Rabu (31/5), pukul 22.00 WIB DH menggugurkan orok bayi di dapur rumahnya. Dan membuang orok bayi itu ke dalam parit dekat rumahnya sehingga kasus ini menjadi terungkap ke publik. (kumparan.com)

Sungguh mengerikan akhlak manusia hari ini. Ini semua adalah buah dari sistem sekularisme-kapitalisme sehingga membuat seorang ayah lupa akan kewajibannya sebagai seorang ayah. Di dalam islam jelas bahwa seorang ayah adalah qowwam bagi keluarganya yang mana tugasnya menjaga, mengayomi dan me-riayah seluruh anggota keluarganya baik istri dan anak-anaknya. Seorang ayah jugalah yang harusnya menjaga anaknya agar tidak terperangkap dalam kubangan dosa-dosa. Seorang ayah harusnya memberikan pendidikan terbaik dalam ilmu agama kepada anak-anaknya agar anaknya kelak menjadi syafaat terhadapnya di yaumil hisab nanti.

Tetapi karena kita hidup dalam sistem sekularisme-kapitalisme yang mana semua kehidupan ini harus dipisahkan dari agama, makanya seorang ayah bisa tega memperkosa anaknya. Walaupun berlabel anak tiri, tetapi tanggung jawab seorang ayah tiri itu sama halnya dengan ayah kandung. Apalagi jika anak kandung seorang anak itu telah meninggal dunia.

Dan hal ini harusnya menjadi tugas negara untuk memberikan ilmu agama dan hukum pidana yang berat sehingga tidak terjadi kejadian yang berulang seperti ini berkali-kali. Tetapi karena kita hidup dalam sistem sekularisme-kapitalisme maka sangat sulit dan memang sulit kita mendapatkan keadilan sebab para pemimpin dalam sistem kapitalisme hanya lebih mementingkan isi kantong mereka dari pada kehidupan rakyat. Ketika rakyat kecil mengadu tentang apa yang mereka alami maka sangat susah sekali mendapatkan keadilan. Terkadang hukum itu tidak sesuai dengan tindak pidananya.

Hal ini sangat berbeda dengan sistem islam kaffah. Dimana dalam sistem islam kaffah kehidupan seseorang akan dijaga dengan baik dan semua rakyat juga akan mendapatkan ilmu agama sehingga membuat mereka takut dan berpikir panjang untuk melakukan dosa-dosa seperti memperkosa dan membunuh.

Sebagaimana kita dapati kisah seorang muslimah yang diikat jilbabnya yang dilakukan oleh orang Yahudi Bani Qainuqa

sampai terlihat auratnya. Dan ketika kejadian seorang lelaki muslim yang melihat kejadian itu langsung membunuh orang Yahudi tersebut. Dan karena ada di perkampungan Yahudi maka lelaki itu pun dibunuh kembali. Karena mendengar berita ini Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam marah dan mengumumkan perang sehingga bersama pasukan kaum Muslim berangkat menuju tempat Bani Qainuqa dan mengepung mereka dengan ketat selama 15 hari. Dan karena kejadian itu Rasulullah ingin membunuh mereka semua. Tetapi atas izin Allah mereka tidak dibunuh seluruhnya tetapi disisakan sedikit dan disuruh pergi.

Dan dalam kisah kedua pada masa khalifah al-Mu’tashim Billah, khalifah kedelapan dinasti Abbasiyah.

Kota Amurriyah yang dikuasai oleh Romawi saat itu berhasil ditaklukkan oleh al-Mu’tashim. Pada penyerangan itu sekitar 3.000 tentara Romawi tewas terbunuh dan sekitar 30.000 menjadi tawanan. Dan di antara faktor yang mendorong penaklukan kota ini adalah karena adanya seorang wanita dari sebuah kota pesisir yang ditawan di sana. Ia berseru, “Wahai Muhammad, wahai Mu’tashim!” Setelah informasi itu terdengar oleh khalifah, ia pun segera menunggang kudanya dan membawa bala tentara untuk menyelamatkan wanita tersebut plus menaklukkan kota tempat wanita itu ditawan. Setelah berhasil menyelamatkan wanita tersebut al-Mu’tashim mengatakan, “Kupenuhi seruanmu, wahai wanita!”. (Hidayatulloh.com)

Beginilah seharusnya pemimpin bersikap dalam menjaga kehormatan kaum perempuan. Sehingga tidak akan ada satupun manusia yang akan sanggup melakukan tindak pidana pencabulan dan pemerkosaan terhadap kaum perempuan. Sebab saat aurat kaum muslimah saja tersingkap maka perang yang dilakukan. Dan jelas sudah bahwa sistem islam kaffah akan menjaga kehormatan kaum perempuan.

Jadi, untuk mencegah kasus seperti ini terulang kembali maka umat hari ini sangat butuh sistem islam kaffah untuk menjaga mereka dari kemaksiatan dan ketidakamanan dalam kehidupan. Karena dengan diterapkannya sistem islam kaffah maka kaum lelaki bahkan kaum ayah akan tau akan tanggung jawabnya dan akan takut jika menyiksa anaknya.

Wallahu’alam Bishowab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demi Poles Wajah Kota Panyabungan, Dinas PUPR Lembur Sampai Malam

    Demi Poles Wajah Kota Panyabungan, Dinas PUPR Lembur Sampai Malam

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Demi memoles wajah ibu kota Kabupaten Mandailing yakni Kota Panyabungan, Dinaa PUPR beserta Kontraktor rela lembur untuk melakukan pengaspalan jalan lintas barat sekitar pasar baru sampai Puskesmas Panyabungan Jae Sabtu malam 29/7/2023. Warga sekitar pun terlihat sumbringa, karena akses jalan utama lintas barat telah diperbaiki ( hotmik ) karena tahun lalu […]

  • Musim Caleg Dimulai

    Musim Caleg Dimulai

    • calendar_month Rabu, 18 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan Ringkas : ASKOLANI NASUTION Empat tahun bekerja di DPRD (sebagai Kabag Humas dan Kabag Persidangan) memberi saya banyak catatan. Catatan Pertama, dalam Nota Pengantar APBD, biasanya dimulai dari penyampaian asumsi-asumsi ekonomi oleh eksekutif (angka inflasi, laju ekonomi, PDRB, dll.) Seharusnya ada kajian (badan anggaran) bagaimana signifikansi sebaran anggaran yang diajukan dengan asumsi-asumsi di atas. […]

  • 2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.000 massa kaum muslim melakukan zikir akbar dan istighostah di lapangan Jl.Abri, Panyabungan, Mandailing Natal dalam mendukung aksi demo Bela Islam Jilid II hari ini 4 November 2016 di Jakarta. Ummat Muslim berkumpul di lapangan itu usai solat Jum’at yang berdatangan dari berbagai penjuru Panyabungan serta luar Panyabungan. Untuk menghindari […]

  • Soal Teror Harimau, Pemkab Jangan Takut Tersandung Hukum

    Soal Teror Harimau, Pemkab Jangan Takut Tersandung Hukum

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) diharapkan jangan ragu-ragu menerbitkan kebijakan tentang membunuh harimau yang telah meneror dan membunuh manusia di Kecamatan Muara Batang Gadis. Baik bupati maupun wakil bupati tidak akan tersandung hukum ketika menerbitkan surat keputusan tentang memburu harimau yang telah menelan korban jiwa manusia. Sudah hampir 7 tahun teror harimau […]

  • Solusikah Melawan Covid Dengan UKS?

    Solusikah Melawan Covid Dengan UKS?

    • calendar_month Jumat, 18 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat Literasi Melawan covid adalah kewajiban semua pihak, terlebih pemerintah, yang memiliki wewenang penuh atas kebijakan untuk rakyatnya. Dalam  24 jam terakhir, Satuan Tugas Penanganan Covid mencatat 8.189 kasus harian terkonfirmasi positif. Peningkatan itu membuat akumulasi kasus positif covid bertambah menjadi 1.919.547 kasus. Oleh karena itu, pemerintah daerah di masing-masing wilayah […]

  • Atika : Industri Berbasis Bahan Baku Mutlak Tumbuh di Madina

    Atika : Industri Berbasis Bahan Baku Mutlak Tumbuh di Madina

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Industri berbasis bahan baku lokal merupakan satu dari struktur ekonomi daerah yang harus dikembangkan di Mandailing Natal (Madina). UMKM serta UKM merupakan jenis industri yang relatif tepat di daerah ini. Semakin tumbuh industri tersebut akan berdampak baik terhadap posisi pangsa pasar hasil-hasil pertanian petani. Karena semakin banyak kelahiran industri  berbasis bahan […]

expand_less