Minggu, 20 Sep 2026
light_mode

TOR-TOR MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
  • print Cetak

Tor-tor Naposo Bulung dan Askolani Nasution

Oleh : ASKOLANI NASUTION

 

Tor-tor Mandailing tiba-tiba menjadi ikon seni tari penting dalam proses pernikahan Boby Nasution dan Kahiyang Ayu. Tentu karena begitu massif pemberitaan di berbagai media. Momen itu sekaligus mengundang rasa ingin tahu publik tentang berbagai entitas budaya Mandailing yang disuguhkan dalam proses pernikahan, termasuk Tor-Tor.

Sebagai salah satu seni tari tradisional Mandailing, Tor-Tor diyakni merupakan kesenian purba yang melekat pada berbagai proses adat Mandailing, baik dalam siriaon (peristiwa menggembirakan) maupun siluluton (musibah). Pada masa awal pertumbuhan kebudayaan Mandailing, dan itu diyakini jauh sebelum periode Islam, Tor-tor menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan sistem kepercayaan klasik, yakni Si Pelebegu. Hal itu dikaitkan dengan ungkapan “somba do mula ni Tor-tor” (Tor-tor asal mulanya adalah prosesi sembah).

Dengan begitu, Tarian Tor-Tor memang bagian dari prosesi penyembahan kepada roh-roh leluluhur (dalam kosa kata Mandailing disebut dengan begu). Tentu karena roh-roh leluhur diyakini masih memiliki kekuatan sinkretis, gaib dan magis, terhadap berbagai sisi kehidupan keseharian masyarakat adat Mandailing. Roh-roh tersebut diyakini bersemayam di tempat yang disebut na borgo-borgo, baik di bawah pohon besar, di hutan, di gua-gua, dan lain-lain. Bahkan hingga di masa modern, sinkretisme itu masih amat mempengaruhi pola pikir masyarakat adat. Mereka diyakini bisa membawa bala, wabah penyakit, dan lain-lain.  Karena itu ada istilah penyakit na hona tampar, na nionjapkon ni naso nida, dan lain-lain.

Banyak versi tentang makna kata yang melekat pada Tor-tor. Dalam tataran linguistik misalnya, tidak jelas apakah Tor-tor merupakan kata dasar (Hata Bona) atau kata ulang (Hata na Marulak) dari kata Tor [Gunung]. Itu berkaitan dengan ungkapan “Tor tu tor do na marsitatapan”.  Karena itu, Edi Nasution, etno-musikolog, menyebut bahwa Tor-tor adalah bentuk pendek dari Tor tu Tor. Dan itu memang tampak dari perfromance penari Tor-tor yang penari bagian depan (na di ayapi) dan di belakang (na mangayapi) seperti membentuk persfektif jajaran perbukitan.  Apalagi saat menari, para penari Tor-tor tampak membuat gerakan naik-turun seperti visualisasi perbukitan.

Visualisasi naik-turun itu karena para penari menekuk kaki mereka mengikuti irama gondang (gendang) dengan kedua belah tangan seperti orang sedang menyembah (marsomba). Gendang yang bersahutan membentuk ritme yang sedemikian rupa dan menentuka pola gerakan penari. Gendang pembentuk irama tersebut bisa terdiri dari gondang dua, gondang topap, gondang tunggu-tunggu dua, atau gondang boru. Pola gerakan tangan dan kaki diselaraskan dengan bunyi Ogung Dadaboru (Gong betina) ketukan pertama dan ogung jantan (gong jantan) pada ketukan ketiga.

Barisan depan penari Tor-Tor (na diayapi) ditempati oleh kelompok kekerabatan yang posisi sosialnya lebih dihormati oleh mereka yang menempati barisan dibelakangnya (na mangayapi).  Dalam Tor-Tor Haroan Boru (pesta pernikahan) misalnya, posisi depan ditempati oleh pihak Mora dari pihak yang melaksanakan pernikahan (Suhut). Jika yang barisan depan ditempati Mora, maka barisan belakang adalah Suhut, yang dalam konteks hari itu itu berstatus sebagai Anakboru. Kalau yang di depan suhut (anak boru dari keluarga pengantin wanita), maka yang bagian belakang ditempati oleh anak boru dari suhut, atau anak boru ni anak boru dari Mora.

Tentu saja, sebuah tor-tor jangan hendaknya ditampilkan dalam seremonial saja. Apalagi harus menunggu adanya moment “horja godang” ala pernikahan Bobby – Kahiyang. Sebagai sebuah budaya yang usianya ratusan tahun, memiliki banyak dimensi budaya, bukan sekedar pemujaan terhadap roh leluhur. Berbagai gerak-gerik tor-tor, sebagaimana layaknya seni tari, melambangkan metafora perlindungan kepada orang yang dihormati, layaknya Anak Boru menghormati Mora, dan seterusnya. Tor-tor juga memvisualkan harmoni gerak yang indah, baik melalui tangan, kaki, dan badan.

Dalam dimensi kekinian, Tor-tor harus diletakkan pada tatanan itu, bukan lagi atas persembahan kepada roh leluhur sebagaimana pada tradisi purba. Persembahan dalam konteks kekinian harus dimaknai sebagai penghormatan kepada orang yang kita hargai, baik secara sosial maupun secara kekerabatan. Dengan melapaskan makna purba dari tarian Tor-tor, seni tradisi ini bisa lebih aktual. (Askolani Nasution adalah budayawan tinggal di Siabu, Mandailing Natal)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Material Bangunan Berserakan Di Jalinsum Lingkar Timur

    Material Bangunan Berserakan Di Jalinsum Lingkar Timur

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Material bangunan di pinggir jalan lintas sumatera, lingkar timur Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berserakan, kondisi ini dikhawatirkan bisa membahayakan jiwa para pengguna jalan. Amatan Mandailing Online (MO) di sepanjang jalinsum lingkar timur Panyabungan, Sabtu (11/2) ada beberapa tumpukan material bangunan yang berada tepat di pinggir badan jalan, bahkan material itu berada […]

  • Camat Siabu Berterimakasih Kepada Bupati Madina Tinjau Pengungsi

    Camat Siabu Berterimakasih Kepada Bupati Madina Tinjau Pengungsi

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Camat Siabu Sudrajat Batubara mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution yang sudah meninjau ratusan warga yang mengungsi di SDN 037 Tanggabosi, Kecamatan Siabu, pada Kamis, 27 November 2025 lalu. Ucapan terimaksih disampaikan Batubara kepada Mandailing Online, Kamis (11/12). Tak hanya meninjau, […]

  • Pemkab Madina Diharapkan Proaktif Kembangkan E-Government

    Pemkab Madina Diharapkan Proaktif Kembangkan E-Government

    • calendar_month Sabtu, 3 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal diharapkan lebih proaktif mengembangkan E-government di lingkungan pemerintah daerah. Harapan itu terkait adanya rencana pembentukan Dinas Kominfo sebagai bagian dari Suorta yang baru, sehingga kinerja Dinas Kominfo nantinya akan bisa lebih maksimal. Demikian disampaikan praktisi IT di Mandailing Natal, Muhammad Rizki Lubis kepada Mandailing Online, Jum’at […]

  • Koruptor Sok Bersih

    Koruptor Sok Bersih

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Koruptor sok bersih. Mengaku tak korupsi, tetapi banyak mencuri uang negara. Grafis/desain : Dahlan Batubara

  • Bentuk Rasa Sukur Warga Desa Sopobatu Upacara HUT ke 78 RI

    Bentuk Rasa Sukur Warga Desa Sopobatu Upacara HUT ke 78 RI

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Sebagai bentuk rasa sukur karena sudah menjadi perhatian Pemerintah, Warga Desa Sopobatu, di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) hari ini melaksanakan upacara peringatan HUT ke 78 RI. peserta upacara sendiri selain melibatkan anak sekolah Dasar, juga masyarakat setempat dan karang taruna.Kamis 17/8/2023. Desa Sopobatu memang menjadi desa binaan […]

  • Gawat! Menteri Malaysia Perkosa TKW

    Gawat! Menteri Malaysia Perkosa TKW

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR : Perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia tengah memonitor beredarnya kabar tentang seorang pembantu rumah tangga Indonesia yang diperkosa seorang menteri Malaysia pada 2007 lampau. Meski demikian, isu itu dinilai sulit diusut lebih jauh. Demikian dinyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.Kepala Penerangan KBRI Suryana Sastradipraja mengatakan kasus itu mengemuka belakangan ini […]

expand_less