Home / Berita Nasional / Tortor Naposo Bulung Raih Rekor Muri

Tortor Naposo Bulung Raih Rekor Muri

MEDAN :Sebanyak 1.134 pelajar dari tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Medan menggelar Tortor Naposo Bulung secara serentak di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu 5 Desember 2010. Tarian khas asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini akhirnya memecahkan rekor penari terbanyak yang pernah digelar secara serentak dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

Pagelaran tarian massal ribuan pelajar ini sekaligus menandai pembukaan acara Pekan Budaya Sumut 2010 yang digelar selama sepekan di Lapangan Merdeka Medan. Para penari melenggok menari Tortor Naposo Bulung (tarian muda-mudi), sambil diiringi alunan gendang Batak.

Panjang barisan penari lebih dari 200 meter hingga memenuhi ruas Jl Pulau Pinang yang berada di sisi utara Lapangan Merdeka. Uniknya, para penari mengenakan pakaian adat dari berbagai suku dan etnis di Sumut.

Perwakilan Muri yang hadir dalam acara tersebut, Yusuf Ngadri menyatakan tarian Tortor Na Poso Bulung yang diikuti ribuan penari secara serentak, memecahkan rekor penari terbanyak yang pernah digelar secara massal.

“Sebelumnya belum pernah ada tarian yang diikuti lebih dari seribu penari secara serentak. Ini tidak hanya secara nasional, bisa jadi secara internasional,” kata Yusuf usai menyerahkan piagam di Lapangan Merdeka Medan, Sumut.

Atas prestasi ini, Yusuf menyerahkan piagam penghargaan Muri kepada pihak penyelenggara Pemerintah Provinisi Sumatera Utara dan Pemkot Medan. Sementara Walikota Medan, Rahudman Harahap mengatakan, rekor Muri tersebut bukan bentuk prestasi semata, namun juga pengakuan yang dijadikan semangat bagi pemerintah daerah untuk lebih berbuat lagi.

“Semoga rekor itu menjadi semangat buat pemerintah daerah dalam menggelar berbagai even di masa mendatang,” kata Rahudman.

Medira, salah seorang penari yang terlibat dalam tarian tortor Naposo Bulung, menyatakan, sangat bangga karena ikut memecahkan rekor muri. “Sebelum tampil, kami latihan selama dua minggu. Awalnya sangat sulit karena harus serentak, tapi akhirnya jadi terbiasa,” ujar Medira.(dt)
Sumber : EksposNews

Comments

Komentar Anda

%d blogger menyukai ini: