Home / Seputar Madina / Warga Sibanggor Merasakan Gas Ba’da Salat Asar

Warga Sibanggor Merasakan Gas Ba’da Salat Asar

Warga Sibanggor Julu saat dilarikan ke rumah sakit, Minggu (6/3/2022).

Kepanikan warga Sibanggor Julu, Mandailing Natal, Sumatera Utara seolah tiada akhir.

Ancaman sebaran gas beracun jenis H2S kembali terulang.

Paparan hidrogen sulfida (H2S) dari sumur geothermal diduga penyebabnya.

Puluhan warga dilarikan ke rumah sakit akibat sesak dan lemas.

Berdasar pengakuan sejumlah warga Sibanggor Julu di RSU Panyabungan, paparan gas mulai terasa ba’da salat azar, Minggu (6/3/2022).

“Saya lagi masak di dapur, tiba-tiba ada bau asap menyengat. Aromanya tidak enak,” kata Ruwiyah (28), warga Banjar Manggis yang dikutip BeritaHuta, Minggu.

Warga lain bernama Makmur, menyatakan tebaran gas mulai terasa sekitar pukul 16.30. Namun, ada juga warga yang menyebutkan sebenarnya aroma gas tak sedap itu sudah ada mulai pukul 15.00 WIB.

Saat kejadian, lanjut Makmur, semua warga Sibanggor Julu sebenarnya berada di dalam rumah karena memang sudah ada pengumuman bakal ada kegiatan Well Test di Well Pad AAE di Desa Siabanggor Julu, pada Minggu (6/3/2022), sekitar pukul 15.00. Masyarakat juga dihimbau tidak keluar rumah.

Korban lain, Endang Suprianti (35), menyebutkan merasakan sesak akibat adanya gas sekitar pukul 16.45.

“Tiba-tiba sesak. Rupanya warga lainnya juga merasakan hal serupa,” katanya dikutip BeritaHuta.

Di hari yang sama, Corporate Communication PT SMGP, Roby yang dihubungi BeritaHuta  mengatakan sedang di Jakarta. Ia membenarkan perusahaan itu Minggu petang melakukan kegiatan Well Test di Well Pad AAE di Desa Siabanggor Julu.

Saat pembukaan, kata dia, tidak terdeteksi adanya sebaran H2S.

Namun, setelah pembukaan terdapat keluhan warga. Mereka mencium bau H2S dan mengalami muntah dan lemas.

“Tim di lapangan langsung mengevakuasi ke rumah sakit,” katanya.

Saat ini penyidikan sedang dilakukan dan bekerjasama dengan pihak berwenang. PT SMGP telah mengambil langkah pendahuluan dengan fokus pada keselamatan warga dan pekerja.

Di sisi lain, hingga kini belum diketahui data pasti jumlah warga Sibanggor Julu yang terpapar gas H2S.

Meski demikian, data sementara dari Polres Madina hingga Minggu malam, menyebutkan sekitar 52 warga dilarikan ke RSU Panyabungan dan RS Permata Madina.

“Jumlah korban 52 orang,” kata Kapolres Mandailing Natal, AKBP H. Muhammad Reza dikutip Mohga News.

30 orang di RSUD Panyabungan dan 22 orang di RSU Permata Madina.

Pada tanggal 25 Januari 2021 peristiwa serupa terjadi. Sebanyak 5 warga meninggal dunia dan 24 warga lainnya harus dirawat di rumah sakit, menyusul semburan gas H2S dari persiapan pembukaan sumur SMP-T02 untuk komisioning PLTP Unit II (15 MW) yang dikelola PT SMGP di Sibanggor Julu.

Sumber: BeritaHuta/MohgaNews
Editor: Dahlan Batubara

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: