BOC Buka Bazar Ramadan
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ramadan berkah rejeki melimpah.
Setiap bulan puasa, miliaran rupiah berpindah tangan dalam waktu 30 hari.
Dari dompet warga langsung ke laci kayu pedagang es buah, penjual gorengan dan kolak di pinggir jalan.
Dari pelaku usaha mikro uang bergerak ke pedagang kecil, menengah hingga ke pengusaha besar antar propinsi. Semuanya tunai.
Ini adalah anugrah untuk rakyat.
Berangkat dari rasa memenuhi kebutuhan di bulan Ramadan, perputaran uang sangat signifikan, semua orang mendapat berkahnya.
Founder BOC (Business Owners Community) Supardi S.H.I menyadari ini, maka BOC membuat bazar takzil di simpang Aeg Galoga dan
kawasan Wek 8 Panyabungan. Bekerja sama dengan Warkop Monolog.
Tujuannya memfasilitasi para pembuat jajanan rumahan agar mempunyai lapak tempat jualan.
Sepanjang jalan utama Lintas Sumatera di Kabupaten Mandailing Natal terlihat bertumbuhnya pedagang kaki lima kuliner gerobakan yang pada umumnya sangat mematuhi Peraturan Daerah untuk tetap menjaga ketertiban bulan Ramadan dengan membatasi waktu jualan dari siang menjelang sore saja.
BOC juga memberdayakan anak kampus ikut serta berjualan, sehingga mereka dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga di bulan Ramadan.

Muhammad Sofyan Parinduri, Ketua HMPS MBS STAIN Madina yang juga Ketua PK Himmah STAIN Madina mengatakan, komunitas BOC adalah komunitas pencetak pebisnis muda teraktif di Mandailing Natal.
“Saya mencintai dunia bisnis karena pernah ikut seminar BOC di tahun 2022 sewaktu masih duduk di bangku SMK.
Waktu itu seminar yang diadakan BOC tidak mendapat dukungan dari pihak sekolah tapi saya tetap mengikutinya,” katanya.
Menurutnya sudah waktunya anak muda di Mandailing Natal terutama sarjana jangan lagi berharap banyak menjadi pencari kerja, tetapi justru harus menciptakan lapangan kerja.
“Dan saya respect kepada PK Supardi S.H.I sebagai founder yang konsisten menjalankan visi misi komunitas. Beliau sangat menginspiratif,” imbuhnya.
“Kedepannya organisasi kami akan menjalin kerjasama khususnya di bidang seminar kewirausahaan”.
Dia mengamati SMK jurusan bisnis dan perguruan tinggi jurusan bisnis belum berhasil mencetak mindset pebisnis dari para alumninya. Tentu ini sangat memprihatinkan karena kian meningkat angka pengangguran, dimana mereka hanya berharap mendapat lowongan kerja.
“Mindset inilah yang dirobah di seminar seminar yang diadakan BOC. Sukses selalu untuk BOC,” katanya. (rel/dab)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

