Home / Seputar Madina / Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliran air dari PDAM Tirta Madina yang sering mati menuai protes dari pengguna di wilayah Parbangunan dan Aek Galoga.

Owner Raja Batu Residence (RBR) Irwan H Daulay bahkan menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dengan tembusan kepada Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, pers, warga RBR, dan pertinggal (file).

Surat yang dimuat di laman Facebook Irwan Daulay pada Sabtu (16/7) itu menyampaikan sejak dirut perusahaan air minum daerah itu diganti aliran air di kawasan Parbangunan, khususnya RBR sering mati.

Matinya aliran air tersebut tanpa didahului pemberitahuan alasan yang jelas, seperti perawatan, kerusakan mesin atau gangguan jaringan.

“Sehingga warga sangat terganggu apalagi aliran mati sepanjang hari dan pada saat ini berhentinya sudah sejak kemarin,” tulis Tokoh Pemuda Madina ini.

Tak hanya itu, jelas Irwan, biaya pemasangan pun mengalami kenaikan dan pembayaran berdasarkan progressif diberlakukan.

“Pembayaran warga meningkat dari sebelumnya meskipun dengan pemakaian yang sama,” jelasnya.

Owner RBR Irwan H Daulay/Istimewa.

Sejatinya kenaikan biaya sambung baru dan penyesuaian tarif ini, tambah Irwan, tidak membuat warga keberatan sepanjang kualitas layanan semakin baik dan berkesinambungan.

“Namun, kenyataannya kesinambungan aliran air, mutu air, dan tekanan air semakin tidak menentu dan sangat mengecewakan warga,” imbuhnya.

Pihaknya pun tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk protes langsung ke pihak manajemen PDAM Tirta Madina, tapi tetap tidak mengubah keadaan.

“Kelihatan sekali Dirut tidak memiliki kepedulian terhadap protes warga ini dan kejadian yang sama sering berulang,” terang mantan dosen Universitas Medan ini.

Pengusaha yang bergerak di bidang properti ini pun bersama warga yang bermukim di RBR meminta Bupati Sukhairi mengevaluasi keberadaan Dirut PDAM dan jajaran di bawahnya.

“Sehingga layanan publik yg responsif dan berkualitas dapat terus dijaga dan profesionalisme manajemen dapat ditingkatkan,” tutupnya mengakhiri surat terbuka itu.

Seringnya aliran air dari PDAM Tirta Madina tak hanya dialami oleh warga di RBR. Warga di Aek Galoga juga mengalami hal yang sama.

“Kita juga sering mengalami hal yang sama (aliran air mati) meskipun cuaca cerah. Kita berharap pelayanan yang buruk ini menjadi perhatian Bupati,” jelas salah satu warga.

Peliput: Roy Adam

Comments

Komentar Anda

Silahkan Anda Beri Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: